Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
___
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat, kemarin Matteo gagal pulang bersama dengan Jingga, karena Jingga ada keperluan dengan keluarganya.
~Meong
"Mogy-chan! Udah lama gak ketemu, kangen banget." Matteo menggendong Mogy.
Matteo menuruni tangga menuju ke bawah, terlihat Jay sedang berjalan ke garasi motor.
"Jay, gue berangkat sama lo ya!" Matteo mengambil tas untuk Mogy.
Jay melirik Matteo. "Gue alergi sama lo." Jay menaiki motornya lalu meninggalkan Matteo.
Matteo berteriak. "Jahat banget lo jadi abang! Kemarin aja sok baik dasar abang laknat!"
"MAMA TEO BERANGKAT YA!!" Matteo berteriak dengan kencang.
"GAK USAH TERIAK-TERIAK MAMA UDAH DENGER."
"Sama aja teriak-teriak, dasar mama." Gumam Matteo.
Setelah itu Matteo berangkat ke sekolah dengan menaiki motornya, serta Mogy yang menemaninya. Mogy terlihat sehat sehingga Matteo membawanya ke sekolah.
Jarak rumah Matteo dengan sekolah tidak terlalu jauh, sehingga tidak memakan banyak waktu.
Matteo bersenandung, suasana hatinya sedang baik. "Cerah banget hari ini." Matteo menatap langit.
Dari kejauhan Matteo melihat Jay yang sedang mengobrol dengan Jingga.
Matteo mengernyitkan dahinya. "Ngapain dia ngobrol sama Jingga." Matteo segera menghampiri mereka.
"Din sini cepet!" Celio yang baru saja sampai melihat Matteo menghampiri Jay.
"Apaan sih Cep." Davi membuka helm nya lalu merapikan rambutnya.
"Sini bego!" Celio menarik tangan Davi lalu menunjuk ke arah Matteo.
Davi melotot. "Mamat mau ngapain Cep, ngelabrak Jay?"
Celio menatap Davi dengan serius, Davi mengangguk mengerti arti tatapan Celio.
Mereka akhirnya melakukan misi pengintaian seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya.
"Lo ngapain disini Jay?" Matteo menatap Jay.
Jay kaget dengan kedatangan Matteo. "Tadi Jingga nanya tentang pelajaran."
Jingga mengangguk. "Iya, gue nanya pelajaran sama Jay, kenapa Mat? Lo mau ngobrol sama Jay?"
Matteo menggeleng. "Mending lanjut nanti aja, sebentar lagi juga mau masuk."
"Yaudah kalau gitu gue masuk dulu ya, Jay nanti jangan lupa ya!" Jingga tersenyum lalu masuk ke dalam kelas.
"Lo ngomongin apa?" Matteo menatap Jay dengan serius.
"Heh Jay! Lo gak boleh nikung Mamat!" Celio keluar dari persembunyian.
"Nah bener, inget Jay dia adek lo!" Davi menunjuk Matteo.
"Ayo masuk kelas nanti gue jelasin." Jay melengos masuk ke dalam kelas. Matteo dan yang lain mengikuti Jay.
Matteo bergegas mengikuti Jay untuk meminta penjelasan. Celio dan Davi juga mengikuti Jay dengan semangat yang menggebu-gebu.
Jay sudah duduk di bangkunya, Celio dan Davi menarik kursi untuk mendekat ke Jay dan mengubahnya menghadap ke arah Jay.
Matteo membuka tas nya dan membiarkan Mogy berkeliaran, kemudian mendekat ke Jay.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Teen Fiction⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)