Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
___
Pagi telah tiba, matahari menyinari seseorang yang tengah bergelut dengan selimutnya.
Matteo mengucek matanya lalu duduk dengan mata yang masih tertutup. Matteo teringat jika hari ini libur, akhirnya Matteo kembali merebahkan dirinya.
Ceklek.
"Lo jangan keras-keras bego." Celio berbisik kepada Davi.
"Itu juga udah pelan bego!" Davi menatap Celio dengan kesal.
Mereka mengendap-endap memasuki kamar Matteo, mereka menatap ke kasur dimana Matteo tertidur.
"Lo pasti mikirin apa yang gue pikirin kan Din." Celio menatap Matteo dengan penuh arti.
Davi menyeringai. "Ayo mulai Cep!"
Mereka kemudian melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang tadi mereka pikirkan. Setelah selesai mereka meninggalkan kamar Matteo dengan menahan tawa.
Matteo bangun dari tidurnya lalu ke kamar mandi untuk cuci muka.
"Gila seger banget." Matteo mengusap-usap rambutnya lalu mengaca.
Matteo terdiam sebentar lalu berteriak. "AAAA!!!"
Celio dan Davi berlari menuju kamar Matteo, Jay juga ikut berlari karena khawatir.
Sesampainya di kamar Matteo, Celio dan Davi tertawa terbahak-bahak melihat wajah Matteo.
"HAHAHAHA, kocak banget muka lo." Celio memegang perutnya yang terasa sakit akibat terus tertawa.
Cekrek.
Cekrek.
"Kocak banget gila HAHAHA." Davi menyeka ujung matanya yang berair.
"Kalian apain wajah gue? Bersihin gak!" Matteo menunjuk wajahnya.
Wajah Matteo penuh coretan tinta. Celio dan Davi dengan sengaja mencoret-coret wajah Matteo.
Cekrek.
"Jangan poto gue!" Matteo menutupi wajahnya dengan tangan.
"Habislah lo lucu banget." Davi terkikik geli.
Celio terkekeh. "Sini gue bantu bersihin."
Jay hanya menatap mereka di ambang pintu, Jay bernapas lega karena Matteo tidak kenapa-kenapa.
Matteo duduk di kursi yang dia letakan di depan kasur, sedangkan Celio duduk di kasur. Davi masih tertawa pelan di kasur Matteo.
Celio mengambil tisu basah lalu mengelap wajah Matteo.
Celio mengernyit. "Mat, kok susah ya bersihinnya." Celio menggosok-gosok dengan sedikit kencang.
Matteo memalingkan wajahnya. "Sakit bego!"
"Sini biar gue yang bersihin." Davi menggeser Celio lalu mengambil alih membersihkan wajah Matteo.
Davi melakukannya seperti Celio. "Kok gak ilang-ilang ya Cep."
"Nahh kan, gue juga heran." Celio menatap tinta yang masih terlihat jelas di wajah Matteo.
Davi meneguk ludahnya. "Duh gak ilang."
Celio juga berkeringat dingi. "Gimana nih din." Celio berbisik kepada Davi.
"Gue juga gak tau bego, ini kan ide lo." Davi berbisik sambil menatap Celio dengan kesal.
Celio menyenggol lengan Davi. "Kok gue? Ide lo juga bego."
Matteo menatap keduanya dengan jengah. "Tanggung jawab lo pada!"
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Novela Juvenil⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)