Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
_____
Matteo dan Violet duduk bersama di bangku taman sambil menikmati es krim rasa pisang, mereka tidak peduli jika sudah waktunya untuk masuk kelas.
"Lo berantem sama bokap lo?" Violet menatap Matteo sambil menikmati es krim nya.
Matteo menatap Violet sambil mengernyit. "Lo cenayang?"
Violet terkekeh. "Nebak aja, tadi gue denger kalau bokap lo datang."
"Terus lo ngapain disini? Lo ngikutin gue?" Matteo menatap Violet dengan curiga, es krim nya sudah habis.
Violet mengangguk dengan polos. "Tadi gue lihat lo dari rooftop, terus muka lo jelek banget."
"Lo ngatain gue! Lo mau rib--"
Violet menyumpal Matteo dengan es krim nya. Matteo memelototkan matanya lalu memuntahkan es krim di mulutnya.
"Lo apa-apaan sih!" Matteo mengelap bibirnya dengan tangan.
"Ya maap, tadi gue reflek, soalnya lo ngomel-ngomel mulu sama gue." Violet mengerucutkan bibirnya.
"Ngapain lo manyun-manyun." Matteo bergidik ngeri.
Dari balik pohon, terdapat Celio dan Davi yang sedang tersenyum penuh arti, mereka berencana membolos demi menemani Matteo. Jay juga ikut serta dengan kedua temannya.
"Jangan-jangan Mamat udah gak suka Jingga lagi." Davi menatap Celio sambil membekap mulutnya.
Celio memukul lengan Davi. "Gak lah bego!"
Jay memerhatikan Celio dan Davi sambil bersandar di tembok. Adhitama sudah meninggalkan sekolah, seperti kedatangan nya tadi, kepulangan nya juga disambut teriakan heboh siswi-siswi.
"Menurut lo mereka ada apa-apa gak Jay?" Davi menatap Jay dengan penuh semangat, Jay menatap ke arah Matteo dan Jingga berada.
Jay mengangkat bahunya acuh. "Gak tau, gue bukan cenayang."
Davi menatap Jay dengan kesal. "Harusnya kan lo sepihak sama gue Jay."
"Mending lo diem deh Din, bacot mulu nanti ketahuan bego!" Celio benar-benar kesal dengan Davi.
"Iya-iya, biasa aja kali." Davi memutar bola matanya malas.
Matteo mengubah duduknya menghadap ke Violet. "Lo gak pengen pergi dari sini? Ntar dikiranya gue ada apa-apa sama lo."
"Gak bakal, semua orang tau kalau lo suka Jingga, santai aja." Violet membuang plastik es krim nya.
Matteo terkekeh dan mengubah kembali duduknya menghadap lurus ke depan. "Aneh ya kalau Jingga gak tau, kayaknya dia gak suka sama gue Vi."
"Gak ada yang tau isi hati orang Mat, lo usaha aja belum udah ngomong kayak gitu, minimal usaha dulu." Violet sungguh tidak percaya jika Matteo bisa memendam perasaannya selama ini.
Saat Matteo ingin menjawab, seseorang sudah terlebih dahulu menyanggahnya.
"Kalian ngapain disini?" Jingga menatap Violet dan Matteo bergantian.
Celio berdecak. "Gak pas banget datangnya. Sana Din lo cairin suasana." Celio menyenggol Davi.
Davi terkejut. "Kok gue? Lo aja sana." Davi menyenggol Celio balik.
Mereka terus bertengkar, Jay tidak menghiraukan mereka, Jay lebih memilih memerhatikan Matteo.
Matteo terkejut dengan kedatangan Jingga, Matteo langsung berdiri di depan Jingga.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Teen Fiction⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)