Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
___
Matteo memutuskan untuk pergi ke rumah Davi, selepas bel berbunyi Matteo bergegas menuju parkiran untuk mengambil motornya.
Matteo merogohnya saku celananya untuk mengambil kunci. "Loh kunci gue dimana."
Matteo baru teringat jika kuncinya ada didalam tas. "Sial, gue lupa."
Matteo mencoba menghubungi Jay, namun ponselnya mati karena baterai nya habis.
"Apes banget sih gue." Matteo berjalan ke depan sekolah sambil menendang kerikil dan menggerutu.
Pak Saipul selaku satpam sekolah heran melihat Matteo. "Loh nak Teo, kok gak bawa motor? Motornya kenapa? Mogok?"
Matteo menatap pak Saipul dengan memelas. "Pak Ipul, tolongin saya, uang saya ada ditas terus tasnya dibawa Jay, hp saya juga mati pak jadi gak ada pegangan uang, pak Ipul tolongin saya biar saya bisa pulang."
"Yaampun nak, ini bapak ada pulsa, kamu mau pinjem hp bapak?" Pak Saipul menyodorkan handphone nya.
"Pak, saya boleh pinjem uang gak buat naik bus?" Matteo sebenarnya tidak enak dengan pak Saipul.
Pak Saipul merogoh saku celananya. "Ini nak."
Matteo menerima dengan senang hati. "Makasih banyak ya pak, nanti kalau Jay lewat berhentiin aja ya pak, uang saya ada di tas yang dibawa Jay pak, nanti ngomong aja disuruh saya buat ambil uangnya. " Matteo menyalami pak Saipul.
"Hati-hati ya nak!"
Matteo akhirnya menuju ke rumah Davi, jalanan terlihat sangat padat, Matteo menggerutu menatap deretan mobil yang menganggu laju bus.
Jay yang sudah mengitari sekolah akhirnya memilih mencari di rumah, saat melewati gerbang Jay benar-benar diberhentikan oleh pak Saipul.
"Nak Jay kan?" Pak Saipul meneliti penampilan Jay.
Jay membuka kaca helm full face nya. "Ada apa ya pak?"
"Tadi nak Matteo nitip pesan ke bapak, katanya kalau nak Jay lewat suruh berhentiin soalnya nak Matteo tadi minjem uang sama saya buat naik bus." Pak Saipul menjelaskan seperti yang diucapkan Matteo.
Jay mengambil uangnya lalu menyerahkan kepada pak Saipul. "Ini ya pak, makasih udah bantu Matteo." setelah itu Jay menancap gas nya.
Setelah cukup lama diperjalanan, akhirnya Matteo sampai didepan rumah Davi.
Saat akan menekan bel, terdapat tulisan 'bel sedang rusak'.
Tok tok tok.
Tak lama setelah itu, pintu terbuka menampilkan sosok dengan umur yang sama seperti Casie mamanya.
"Siang Buna." Matteo tersenyum dengan lebar.
Buna atau bunda Naya, sebutan khusus dari Matteo untuk orang tua Davi.
Naya terkejut melihat Matteo. "Loh Teo, siang sayang udah lama banget kamu gak kesini." Naya memeluk Matteo sekilas.
"Davi nya ada gak Bun?" Matteo menatap Naya dengan senyuman.
"Ayo masuk sayang, Davi nya didalam kamar sama Lio." Naya menggiring Matteo untuk masuk kedalam.
"Kamu ke kamar Davi langsung aja ya, bunda mau buat minuman dulu, kamu mau request minuman apa?" Naya menatap Matteo dengan antusias.
"Apa aja buna, Teo suka semua." Matteo tersenyum menampilkan deretan giginya.
Setelah Naya ke dapur, Matteo menuju lantai dua untuk menemui Davi.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Teen Fiction⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)