Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
___
Matteo, Davi dan Celio terpaksa tidur bersama malam ini. Celio tidak pulang karena badannya terasa capek, sehingga dia memutuskan untuk menginap di rumah Davi.
Matahari menyinari ketiga laki-laki itu, Matteo menggeliat matanya terbuka karena silau dari sinar matahari yang menerobos masuk melalui celah-celah jendela.
Matteo langsung bangun dan mandi supaya tidak keduluan teman-temannya.
Setelah Matteo selesai mandi, dia membangunkan Celio dan Davi.
"Woi bangun udah siang!" Matteo menggoyangkan kaki dan lengan mereka berdua.
"Gue ambil ya jatah makan kalian berdua kalau gak bangun-bangun!"
Seketika Celio dan Davi membuka matanya lebar-lebar. Saat Davi akan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, tubuhnya ditahan oleh Celio.
"Gue duluan!" Celio terus memegang lengan Davi.
"Apaan sih, gue duluan! Gue kan berdiri dulu!" Davi berusaha menghempaskan tangan Celio, namun nihil.
"Lo kan bisa mandi di kamar lo!" Celio masih kekeh memegangi tangan Davi.
Matteo memutar bola matanya malas, Matteo meninggalkan mereka berdua untuk menuju ke ruang makan.
"Pagi Buna, pagi Davina!" Matteo menyapa Nayla dan Davina yang sudah berada di ruang makan.
"Pagi bang, dua orang itu belum bangun?" Davina menatap Matteo dengan heran.
Matteo mengangguk. "Lagi berantem gara-gara rebutan kamar mandi."
Nayla menggeleng-gelengkan kepalanya. "Dasar anak muda."
"Teo mau apa sayang, mau ayam goreng?" Nayla menawarkan ayam goreng yang sudah tersaji di meja makan.
Matteo mengangguk dengan semangat. "Buna pagi-pagi udah masak ayam? Rajin banget bun."
Nayla terkekeh. "Kan ada tamu-tamu ganteng, jadi Buna masakin yang enak-enak."
Matteo berbinar. "Makasih banyak Buna!!"
Tak berselang lama, Davi dan Celio menyusul ke ruang makan, mereka sudah mandi terlihat dari rambutnya yang basah.
"Pagi bun." Celio menyapa Nayla sambil duduk disamping kiri Matteo.
"Gimana tidurnya nyenyak?" Nayla menatap Celio yang baru saja duduk.
"Nyenyak banget bun! Celio boleh kan bun kalau nginep lagi disini?" Celio terkekeh.
Davi menghela napas panjang, dia sudah pasrah dengan kelakuan Celio maupun Matteo.
Davi duduk disebelah kanan Matteo, saat Davi akan mengambil ayam goreng, tangannya ditepis oleh Matteo.
"Lo kenapa sih?" Davi menatap Matteo tajam sambil mengusap tangannya.
"Lo gak inget? Gue udah bantuin lo nanem bunga, gantinya lo harus ngerelain ayam goreng buat gue." Matteo tersenyum penuh arti.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Teen Fiction⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)