Bab 30 Ketemu Buna!

6 1 0
                                        

Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.

___

"Asal lo tau Mat! Gue bilang kayak gini karena gue peduli sama lo dan Jay! Gue mau lo sama Jay akur layaknya adek kakak!" Emosi Violet meledak-ledak.

Matteo bangkit dari duduknya lalu menatap Violet dengan tajam. "Gak usah ikut campur tentang keluarga gue! Lo bukan siapa-siapa! Asal lo tau gue gak pernah nganggap lo teman gue! Jadi lo gak usah ngomong seakan-akan tau segalanya!"

Setelah itu Matteo langsung masuk ke dalam rumah dengan wajah yang memerah menahan emosi, Matteo juga berlalu begitu saja ketika Jingga dan Jay memanggilnya.

Brak!

Matteo membanting pintu kamarnya lalu menguncinya.

Violet berjalan ke ruang tamu lalu menarik tangan Jingga. "Ayo pulang."

"Eh Jay gue sama Violet pamit pulang dulu ya." Jingga bangkit dari duduknya lalu berjalan dengan tergesa mengikuti langkah kaki Violet.

Jay menatap kepergian Violet dan Jingga dengan heran, setelah itu Jay berjalan ke kamar Matteo.

Tok tok tok.

"Lo kenapa? Berantem sama Vio?" Jay berucap didepan pintu kamar Matteo. Namun Matteo sama sekali tidak menanggapi perkataan Jay.

"Lo bisa cerita sama gue, jangan kekanak-kanakan gini." Jay berkata dengan hati-hati.

Ceklek.

Pintu terbuka, menampilkan Matteo yang menatap Jay dengan raut wajah datar.

"Lo jangan pernah ceritain apapun tentang keluarga kita sama orang lain! Termasuk Violet! Dia gak berhak tau apapun tentang keluarga ini!" Matteo menekankan setiap kata yang dia ucapkan.

Jay mengernyit. "Gue gak pernah cerita apapun sama dia."

"Lo gak usah bohong Jay! Gue muak sama lo!" Matteo kembali ke dalam kamar lalu mengambil jaket dan handphone nya, setelah itu Matteo melangkah keluar kamar sambil menyenggol bahu Jay.

Jay mengikuti Matteo, terlihat Matteo menaiki motornya lalu melaju dengan kencang.

Saat Jay akan mengejar Matteo, Casie menahannya. "Jangan Jay, biarin Teo jernihin pikirannya."

"Tapi ma, Jay takut Teo kenapa-kenapa." Jay menatap Casie dengan raut wajah khawatirnya.

"Kalau Teo ada masalah pasti ke tempat biasanya kok Jay, tenang aja ya, nanti biar mama pastiin." Casie mengusap rambut Jay dengan sayang.

Jay mengangguk. "Iya ma."

Matteo melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.

Tok tok tok.

Matteo mengetuk pintu coklat yang selama ini menjadi tempatnya berkeluh kesah.

Ceklek.

"Lo ngapain kesini?" Davi terlihat heran ketika melihat Matteo berada didepan pintu.

MATTEO [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang