Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
___
Matteo dan Jingga berjalan beriringan, Matteo senantiasa mengikuti kemana pun Jingga melangkah. Matteo juga membantu mencari buku yang dibutuhkan oleh Jingga.
"Lo baca ini semua?" Matteo menunjuk tumpukan buku yang dia pegang.
Jingga mengangguk. "Iya, itu penting buat belajar, lo juga harus beli Mat."
Matteo meneguk ludahnya. "Gue kapan-kapan aja deh hehehe."
"Yaudah gue ke kasir dulu ya." Setelah itu Matteo menuju kasir untuk membayar buku yang berada didekapannya.
Setelah selesai membayar Matteo mengajak Jingga untuk mencari makanan.
"Lo mau makan apa?" Matteo menatap Jingga yang berjalan disampingnya, Matteo membawakan buku yang dibeli oleh Jingga karena menurutnya sedikit berat.
Jingga mengetuk-ngetuk jarinya di dagu."Gue pengen makan sushi."
Matteo mengangguk dan tersenyum. "Boleh, yuk."
Sementara itu Davi dan Celio sedang berada di halaman depan rumah Matteo dengan posisi melamun.
Jay jengah melihat tingkah temannya, sejak Jay bilang jika Matteo sedang kencan, temannya bertingkah aneh.
"Kalian kenapa sih?" Jay menatap kedua temannya dengan heran.
"Gue cuma bangga aja Jay sama Mamat, akhirnya setelah sekian lama dia berani ngedate sama Jingga." Davi menatap lurus kedepan.
Celio mengangguk-angguk. "Gue juga bangga, akhirnya dia udah dewasa."
Jay bergumam. "Stres."
Tak berselang lama, Davi menatap Jay dengan berbinar. "Jay! Gue kayaknya mau ngedate juga sama Jesi, gue gak mau kalah sama Mamat."
Davi kemudian bangkit dari duduknya lalu menepuk-nepuk punggung Jay, setelah itu Davi meninggalkan pekarangan rumah keluarga Adhitama.
Celio tiba-tiba ikut bangkit dari duduknya, Jay menatap Celio dengan malas.
"Lo mau ngedate juga?" Jay menatap Celio.
Celio mengangguk dengan semangat. "Gue juga mau usaha ngajak Davina ngedate, doain gue ya Jay!"
Setelah mengucapkan itu, Celio juga meninggalkan pekarangan rumahnya. Ternyata Matteo memberi pengaruh yang besar kepada teman-temannya.
Jay memilih untuk masuk ke dalam rumah, Jay lebih memilih membaca buku-bukunya daripada memikirkan apa yang akan dilakukan oleh teman-temannya.
Matteo dan Jingga sedang berada di taman setelah selesai makan dan membeli pakaian, mereka sedang menikmati es krim bersama.
"Lo ga keberatan gue ajak keluar kayak gini?" Matteo menatap Jingga yang duduk disampingnya.
Hari sudah gelap, mereka ditemani oleh gemerlap lampu dan cahaya bulan yang kebetulan bersinar terang.
Jingga menggeleng. "Kenapa harus keberatan? Gue enjoy aja kok keluar sama lo." Jingga tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Teen Fiction⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)