Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
___
Mereka berkumpul di ruang tengah, jam menunjukkan pukul empat sore. Sehingga mereka memutuskan untuk memakan mie instan karena rencananya nanti malam mereka akan mengadakan barbeque.
Mereka duduk melingkar di karpet bulu karena cuacanya dingin.
Matteo menaruh mie nya yang sisa setengah. "Kita mau main apa?"
Terlintas satu ide di otak Davi. "Gimana kalau main truth or dare? Pasti seru."
"Gue setuju!" Celio menyetujui nya dengan semangat.
Celio menyeringai menatap Davi, Davi paham apa yang dipikirkan oleh Celio.
Matteo mengangguk. "Gue juga setuju."
Davi menatap Jay, Jingga dan Violet, mereka juga menyetujuinya. Celio mengambil meja kecil lalu menaruhnya di tengah, setelah itu Celio mengambil bolpoin dan diletakkan di tengah meja.
"Gue yang puter pertama ya." Saat Celio ingin memutar bolpoin, tangannya ditepis oleh Davi.
"Gue aja yang puter." Davi mengambil bolpoinnya.
Matteo menepis tangan Davi. "Biar gue aja."
"Apa-apaan sih kayak anak kecil banget, sini biar gue yang puter!" Violet ingin mengambil bolpoin, tapi tangannya ditahan oleh Matteo dan Davi.
Akhirnya mereka bertiga ribut perkara bolpoin, Jay yang melihat kejadian itu jengah, Jay melihat Asih yang melintas.
"Bi, bisa kesini bentar gak?" Jay memanggil Asih.
Asih mendekat. "Iya den ada apa?"
"Saya mau minta tolong bi buat puterin bolpoin itu." Jay menunjuk bolpoin yang berada di tengah meja.
Celio setuju dengan ide Jay, celio pun memisahkan ketiga temannya, Jingga juga membantu memisahkan Violet.
Celio berteriak. "Kalian bisa tenang gak! Itu mau diputer!"
Akhirnya mereka bertiga berhenti bertengkar, Matteo merapikan bajunya.
"Vio lo gapapa?" Jingga menatap Violet dengan khawatir.
"Gua gapapa." Violet menata rambutnya agar seperti semula.
"Bibi mulai ya."
Semua fokus menatap ujung bolpoin, tidak ada satu patah kata pun yang terucap dari bibir mereka.
Bolpoin mulai memutar dengan perlahan dan berhenti menunjuk ke arah Celio.
"Truth ora dear." Davi bertanya dnegan semangat.
Celio berpikir sejenak. "Gue pilih truth."
Davi terlihat kecewa dengan pilihan Celio. "Gak asik banget lo, gak laki banget, harusnya lo pilih dare."
Celio mendengus. "Emang kenapa? Pilihannya juga truth or dare, gapapa kali kalau gue pilihnya truth, sewot amat lo."
"Cih, padahal gue udah siapin dare." Gumam Davi.
"Gue ya yang ngasih truth." Saat Matteo ingin bertanya, mulutnya dibekap oleh Davi.
"Enak aja lo, gue yang nanya." Davi melepaskan bekapannya.
"Asin banget tangan lo." Matteo mengusap-usap bibirnya.
"Buruan Din, gue udah gak sabar pengen buat seseorang kapok." Violet melirik Matteo dengan smirk nya.
Matteo meneguk ludah. "Kok gue ngerasa dia natap gue." Batin Matteo.
"Jadi, lo suka sama siapa?"
Celio menatap semua temannya dengan jantung berdebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Teen Fiction⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)