Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
___
Mereka sedang duduk di samping vila, pemandangan yang mereka lihat adalah langit sore yang dihiasi warna oren atau biasa disebut senja.
"Indah banget ya." Jingga tersenyum menatap hamparan pohon hijau disatukan dengan langit senja.
Matteo mengangguk. "Gak sia-sia kita kesini."
Matteo duduk bersebelahan dengan Jingga, sementara itu Violet duduk disebelah Jingga, Jay duduk sebelah Violet, dan disebelah Matteo ada Celio dan Davi.
"Kenapa kita gak kesini kemarin aja? Kan bisa dua hari disini." Davi bersedekap, cuacanya semakin dingin.
Celio menyenggol Davi. "Lo baru ngajak hari ini, kemarin kan lo ngotot banget pengen ke rumah Mamat."
Davi mendengus sambil mengelus lengannya. "Biasa aja kali, untung gue gak jatuh."
"Lebay lo Din." Celio sedikit menjauhkan duduknya dari Davi.
"Semoga kita terus sama-sama kayak gini ya." Jingga menatap semua temannya.
Matteo mengangguk. "Gue pastiin kita bakal sama-sama terus."
"Kalian ada yang mau diomongin gak mumpung suasananya pas?" Violet menatap satu persatu temannya.
"Ini kan lagi ngomong, gimana sih lo." Matteo melirik Violet dengan tajam.
Violet menunjuk Matteo dengan raut wajah kesalnya. "Lo kalau bego jangan kebangetan deh Mat."
Matteo ikut menunjuk Violet. "Lo juga yang bener dong kalau ngomong!"
Celio berbisik kepada Davi. "Mereka ribut lagi Din." Davi mengangguk memerhatikan Matteo dan Jingga.
Violet berdiri. "Sini lo! Gue tampol mulut lo!"
"Udah Vi jangan diladenin." Jay menarik tangan Violet agar Violet duduk kembali.
"Apa lo! Sini maju cebol!" Matteo menunjuk-nunjuk Violet.
"Udah Mat lo ngalah aja." Davi menepuk-nepuk punggung Matteo.
Matteo akhirnya mengalah dan memilih diam, suasana yang tadinya damai menjadi canggung karena mereka tidak mengeluarkan suara sama sekali.
Cukup lama mereka terdiam menghadap ke arah dimana matahari tenggelam, langit perlahan mulai menggelap.
Matteo bangkit dari duduknya. "Gue mau masuk, kalian mau sampai kapan disini? Gak dingin?"
Celio ikut berdiri disusul oleh lainnya.
"Kalau gue gak ngomong pasti mereka masih diem-dieman sampai besok." Gumam Matteo saat melangkah masuk ke dalam vila.
Davi mendorong Celio yang berjalan di depannya. "Lo ngapain diem aja sih Cep, kan jadi canggung."
Celio berdecak dan menatap ke belakang. "Lo ngapain dorong-dorong gue sih? Lo gak usah nyalahin gue, lo juga diem aja dari tadi sama kayak gue."
Davi gelagapan. "Gue kan lagi nikmatin senja."
"Abaikan aja, anggep aja lo gak lihat apa-apa." Violet berbisik kepada Jingga ketika melewati Davi dan Celio.
Jay jengah dengan kedua temannya yang selalu bertengkar tentang masalah yang menurutnya sepele.
Mereka memilih menjauh tanpa memisahkan Celio dengan Davi.
Celio mencoba mengontrol emosinya yang mulai memuncak. "Lo kira gue lagi berak?!"
Davi mendekat dan mendorong dada Celio. "Gue cuman nanya doang kenapa tadi lo diem aja, kok lo sewot banget sama gue?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Teen Fiction⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)