Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
___
Dari awal pelajaran hingga bel istirahat berbunyi, Matteo masih bersantai di rooftop. Matteo merebahkan dirinya dikursi, wajahnya dia tutup dengan buku.
Ceklek.
Pintu rooftop terbuka, Matteo tidak menghiraukan siapa yang datang. Tiba-tiba Matteo mencium bau makanan.
Violet menyodorkan sekantong makanan. "Nih gue bawa makanan, lo kalau mau bolos harus persiapan dong, lo mau mati kelaparan disini?"
Matteo menyibak bukunya, kemudian duduk dan menatap Violet dengan raut wajah datarnya, tanpa basa-basi Matteo mengambil bingkisan yang dibawakan Violet.
Violet duduk disamping Matteo. "Tadi Jay nanyain lo, gue bilang lo disini."
Matteo yang sedang menyantap ayam gorengnya seketika menatap Violet dengan tajam.
Violet terkekeh. "Tenang aja, gue juga bilang kok kalau lo lagi pengen sendiri."
Violet menunjuk ayam goreng. "Btw lo gak nanya gue beli ayam goreng dimana?"
Matteo mendengus. "Semua siswa disini juga tau yang jualan ayam goreng cuma di abang-abang depan sekolah."
Violet tertawa. "Hahaha kali aja lo gak tau. Gue effort banget kan bela-belain beli ayam goreng kesukaan lo." Violet menaik turunkan alisnya.
"Lo ngapain bela-belain beli ini, lo naksir gue ya?" Matteo menatap Violet dengan curiga.
"HAHAHAHA pd banget sih lo." Violet tertawa terbahak-bahak.
"Lagian lo tumben banget baik sama gue." Matteo meneguk minuman yang juga dibelikan oleh Violet.
Violet celingukan. "Gue kok gak lihat Mogy."
"Mogy mau grooming makanya gak gue bawa." Matteo telah menyelesaikan makan nya.
Violet bertanya dengan berhati-hati. "Kalau boleh tau lo ada masalah apa?"
Matteo menatap Violet tajam. "Lo nyogok gue buat cerita ya?!"
Violet berdeham "Sebagai sepupu Jingga, gue wajib peduli sama lo, demi keselamatan Jingga juga."
"Maksud lo?" Matteo mengernyit.
Violet berdecak. "Semua siswa disini juga tau lo suka sama Jingga." Violet menirukan intonasi Matteo seperti percakapan tentang ayam goreng.
"Tapi Jingga gak tau gue suka sama dia." Gumam Matteo.
Violet samar-samar mendengar gumaman Matteo, namun Violet memilih pura-pura tidak mendengar.
"Jadi, lo ada masalah apa?" Jingga mengubah duduknya serong ke arah Matteo dan menatap Matteo dengan serius.
Matteo tidak menjawab sejenak. "Gue cuma pengen keadilan Vi."
Violet tercengang. "Lo belum jadi mahasiswa Mat, buat apa nuntut keadilan."
"Apaan sih lo." Matteo menatap Violet sejenak lalu kembali menatap lurus kedepan.
"Gue cuma pengen papa adil Vi." Kemudian Matteo menceritakan kejadian tadi pagi yang menjadikan dirinya bolos pelajaran.
Violet mengangguk-angguk mendengar ucapan Matteo. "Nanti pulang sekolah lo omongin baik-baik sama papa lo, pasti ada alasannya kenapa Jay lebih banyak dari lo."
"Tapi dari segi apapun juga sama, gue baru sadar sekarang." Matteo menyadarkan punggungnya lalu menatap langit
"Semua pasti ada alasannya Mat, lo harus nyari tau alasannya, lo juga jangan bolos terus, ayo ke kelas!" Violet berdiri dan menarik lengan Matteo.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Novela Juvenil⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)