Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
___
Jay menahan Violet sampai Matteo membawa Jingga menjauh. Jingga sempat keberatan, namun tatapan Jay membuat dia tidak berkutik.
"Lo ngapain sih Jay?" Violet menatap Jay dengan jengah.
Celio dan Davi yamg tadi pura-pura membersihkan jendela, kini mendekat ke Jay.
"Jay, kerja bagus!" Celio mengangkat kedua jempolnya dengan berbinar.
"Lo emang pengertian." Davi menepuk-nepuk punggung Jay.
Violet ingin melepaskan tangannya dari Jay, namun Jay mencengkeram nya erat.
"Lepasin Jay, sakit." Violet menunjuk tangan Jay dengan tatapannya.
Davi berbisik kepada Celio. "Pergi aja yuk Cep, kayaknya mereka mau ribut."
Celio melirik Jay dan Violet, kemudian mengangguk. Mereka berdua berjalan dengan langkah lebar meninggalkan Jay dan Violet.
Setelah dirasa aman, Jay melepaskan cengkeraman nya. Violet mengusap lengannya yang terasa panas.
"Kasar banget lo! Mau lo apa?" Violet menatap Jay dengan garang.
"Lo laper gak?" Jay menatap Violet dengan santai.
"Ga---"
Kruyukkk...
Pipi Violet merah menahan malu, Violet memegang perutnya sambil terus bergumam.
"Sialan lo cacing-cacing bego!" Gumam Violet.
Jay terkekeh. "Ayo ke kantin bareng gue." Jay menarik tangan Violet dengan lembut, tidak seperti tadi.
Violet masih terus menggerutu dan mengikuti Jay tanpa protes sedikit pun karena merasa malu.
Sementara itu, Matteo sudah sampai di kantin dan sudah memesan makanan, mereka duduk berhadapan.
"Maaf ya tadi Jay nahan Violet, jadi Violet gak bisa gabung kesini." Matteo merasa tidak enak dengan Jingga.
Jingga tersenyum. "Gapapa kok, mungkin ada yang perlu diomongin."
Matteo memakan mie ayam nya, saat sedang sibuk mengunyah, Matteo melihat kedua temannya baru saja masuk ke kantin, mereka terlihat celingak-celinguk mencari tempat duduk.
"Kita mau duduk dimana Din, rame banget." Celio menatap ke kanan dan ke kiri.
Matanya tidak sengaja bertabrakan dengan Matteo. Celio melambaikan tangannya namun dihadiahi tatapan tajam oleh Matteo.
"Cih, dasar budak cinta. Sini ikut gue Din."
Davi mengikuti Celio, mereka duduk tidak jauh dari lokasi Matteo, mereka masih bisa mendengar obrolan Matteo.
"Nih lo pesen Din, gue lagi mager." Celio menaruh beberapa lembar uang berwarna biru.
Davi memelototkan matanya. "Lo seriusan ngasih segini?"
Celio mengangguk. "Sisanya buat lo."
Davi tersenyum dengan lebar menampilkan gigi nya. "Thanks brother!" Davi berjalan dengan semangat untuk memesan makanan.
"Ngapain duduk disitu sih." Gumam Matteo ketika melihat Celio dan Davi duduk tidak jauh dengannya.
"Kenapa Mat?" Jingga menatap Matteo.
Matteo gelagapan. "Bukan apa-apa kok, oh iya nanti pulangnya gue setirin mau?"
"Boleh, tapi sama Violet juga ya."
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Fiksi Remaja⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)