Bab 25 Start!

8 1 0
                                        

Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.

_____

Saat Adhitama dalam perjalanan menuju ke kantor, Adhitama tidak sengaja melihat kedua anaknya.

"Matteo, Jay kalian ngapain disini?"

Matteo, Jay dan kedua temannya terkejut dengan kedatangan Adhitama.

"Mampus gue." Gumam Matteo.

Adhitama keluar dari mobilnya dan menatap mereka berempat. "Kalian bolos?"

"Terus kamu ngapain pakai kaos doang Jay? Kamu juga ngapain ikut-ikutan bolos?" Adhitama menatap Jay dengan seksama.

"Gapapa Pa, sekali-kali." Jay menaruh seragam Matteo yang sobek di belakang.

"Jelasin di rumah! Celio, Davi kalian juga ikut saya." Adhitama lalu kembali ke mobil.

Davi berbisik kepada Celio. "Gimana nih Cep, kayaknya bakal kena omel om Adhitama."

Celio mengangguk pasrah. "Konsekuensi Din."

Akhirnya mereka berempat menaiki mobil Adhitama, sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam menatap lurus kedepan.

"Ayo turun."

Mereka telah sampai di kediaman keluarga Adhitama, jantung mereka berdetak kencang.

"Gue deg-deg an banget Cep." Davi berbisik kepada Celio yang berdiri disampingnya.

Davi menatap Celio dengan tegang. "Gak lo doang Din."

Matteo menepuk pundak mereka berdua. "Gapapa ayo masuk, papa gue gak makan orang."

Setelah sampai di dalam, mereka duduk di ruang tamu dengan suasana yang hening.

"Kalian kenapa bolos? Kalian diajak sama Matteo?" Adhitama menatap mereka berempat dengan tegas.

Celio langsung menggeleng. "Gak kok om, kita emang sama-sama pengen bolos."

Davi ikut menambahkan. "Sebenarnya gak ada niatan bolos om, tadi kepepet aja kepergok bu Herni."

Matteo mengangguk. "Gak ada niatan buat bolos ko pa, tadi Teo lagi cari Mogy terus gak sengaja ketemu bu Herni jadinya kita kabur."

Adhitama memijat pelipisnya. "Bener Jay apa yang dikatakan Teo?" Adhitama menatap Jay.

Jay mengangguk. "Bener pa."

Adhitama menghembuskan napasnya kasar. "Lain kali jangan bolos lagi, kalau kepergok ya terima aja itu kan resiko kalian keluyuran waktu jam pelajaran."

Adhitama menatap Matteo. "Kamu juga gak usah khawatir, Mogy tadi ikut papa."

Seketika wajah Matteo menjadi sumringah. "Beneran pa? Sekarang Mogy dimana?"

~Meong.

Matteo menatap kucing yang baru saja memasuki rumah.

"Mogy!!" Matteo berlari dan menggendong Mogy sambil mengelus-elus kepalanya.

"Kalian diem disini aja sampai jam pelajaran selesai, saya mau ke kantor. Jangan buat hal-hal yang merugikan lagi."

Setelah mengatakan itu, Adhitama segera berjalan keluar rumah. Seketika Celio dan Davi bisa bernapas lega. Mereka duduk di ruang tamu dengan perasaan lega.

"Kira-kira om Adhitama ngomong ke mama gak ya kalau gue bolos." Davi menjadi gusar.

Matteo menatap Davi dengan santai. "Tenang aja Din, biar gue yang ngomong sama buna kalau lo diomelin."

MATTEO [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang