Bab 9 Olahraga

82 65 0
                                        

Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.

___

"Kenapa lo? Lesu amat." Davi yang sedang melipat seragamnya dibuat heran dengan kedatangan Matteo dengan wajah masam.

"Gak ketemu Jingga lo?" Celio yang sedang memainkan handphone nya juga dibuat bertanya-tanya.

"Lagi gak mood aja." Matteo melepaskan Mogy supaya bisa bergerak bebas, Mogy langsung berlarian.

"Kayak cewek aja lo." Celio menaruh handphone nya dikantong.

"Emang gue aneh ya bawa kucing ke sekolah?" Matteo menatap Mogy yang sedang berlarian.

Davi mengangguk. "Aneh, lo doang yang bawa hewan ke sekolah, terlalu sayang lo sama Mogy sampai gak rela ditinggal dirumah."

Celio menyenggol lengan Davi dan memberi isyarat supaya berhenti mengoceh.

"Lo bisa baca situasi gak sih?!" Celio berbisik sambil menunjuk Matteo dengan tatapannya.

Davi menggaruk kepalanya. "Gue kebawa suasana." Bisik Davi.

"Itu kucing dari nenek gue yang udah meninggal, dulu waktu kecil gue ditinggal kerja terus sama orang tua gue, dari situ nenek gue ngasih kucing supaya gue gak kesepian." Matteo tersenyum samar membayangkan masa kecilnya.

"Berarti Mogy udah tua ya Mat."

Celio kembali menyenggol Davi yang mulutnya tidak dapat dikondisikan. "Lo bisa diem gak sih!"

Davi mengusap-usap lengannya. "Gue kan penasaran, kenapa lo sewot banget sih Cep, lo emang gak penasaran apa?"

"Gue juga penasaran sih." Gumam Celio.

"Iya Mogy udah tua, tapi dia masih lincah. Gue harap Mogy tetep sehat dan berumur panjang." Mogy mendekat ke kaki Matteo.

"Yaudah ke lapangan yuk, sebentar lagi pasti pak Emon ngomel-ngomel."

Davi dan Matteo mengangguk, setelah itu mereka berjalan bersama menuju ke lapangan.

Sesampainya di lapangan, sudah banyak siswa lain yang berkumpul.

"Tuh Jingga Mat." Celio menunjuk Jingga yang sedang bercengkrama ditepi lapangan.

Jam olahraga Matteo dan Jingga kebetulan sama, hal ini membuat Matteo sangat bersemangat ketika berolahraga.

"Gue mau disini aja Cep, lagian dia lagi ngobrol sama temennya." Matteo merenggangkan tangannya melakukan pemanasan.

"Tumben banget." Gumam Celio.

"Gue kok daritadi gak ngelihat Jay ya? Dia gak berangkat ya Mat?" Davi mengedarkan pandangannya.

Celio menatap Davi dengan jengah. "Lo bego apa pikun sih Din, Jay ada latihan buat olimpiade."

"Gue mana tau, orang gue bukan bokapnya."

"Serah lo deh Din." Celio berdiri sedikit jauh dari Davi, Celio tidak mau tertular pikun.

Davi menghampiri Celio. "Btw lo tau darimana?"

"Gue gak sengaja papasan waktu gue mau ke toilet, sana lo jauh-jauh." Celio mendorong Davi agar menjauh.

Sementara itu, Matteo mencuri-curi pandang ke arah Jingga, terlihat Violet berusaha menutupi Jingga.

Saat Matteo ingin menghampiri Violet, pak Emon sudah datang terlebih dahulu.

Pak Emon berteriak sambil bertepuk-tepuk. "Anak-anak ayo buat barisan! Hari ini saya yang akan mengajar kalian semua."

Mereka menuruti ucapan pak Emon dengan berbaris dengan cukup rapi.

MATTEO [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang