Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
___
Suasana hati Matteo menjadi sangat buruk gara-gara di lapangan tadi, akhirnya Matteo memilih duduk di depan kelas sambil menatap ke arah lapangan.
Matteo duduk sambil meneguk minuman yang tadi dibelinya, Matteo meremas botol minuman itu.
"Sendirian aja lo." Violet tiba-tiba datang dan duduk di sebelah Matteo.
"Lo udah lihat gue sendiri, gak usah basa-basi nanya kayak gitu." Matteo masih menatap ke lapangan.
"Yaudah sih." Violet ikut menatap kearah lapangan.
"Lo pasti kesel ya lihat Jingga lebih milih sama Jay." Violet melihat Jingga tersenyum diajari oleh Jay.
"Lo udah tau jawabannya, oh iya lo ngapain disini, lo ngikutin gue ya?" Matteo menatap Violet.
Violet menatap Matteo tajam. "Enak aja lo! Gue cuma mau ngadem aja."
Matteo kembali menatap ke arah Jingga. "Lo tau gak Jingga suka sama siapa?"
Violet ikut menatap kearah Jingga. "Lo kenapa suka banget sama Jingga?"
"Emangnya salah? Gue udah suka sama Jingga dari kecil, dulu dia yang nemenin gue waktu mama sama papa sibuk kerja." Matteo menghela napas panjang.
Violet mengernyitkan keningnya. "Emang Jay kemana?"
"Jay dulu sama nenek pihak papa, Jay lengket banget sama nenek, sampai sekarang juga nenek lebih suka sama Jay." Matteo tersenyum getir.
Violet mengusap-usap punggung Matteo dan menatapnya dengan lembut. "Mungkin gara-gara Jay disana sejak kecil, jadinya nenek lo lebih suka sama Jay.
Matteo mengangguk. "Mungkin gitu."
Matteo baru tersadar, Matteo menatap Violet dengan sinis.
Violet mengedipkan matanya berulang-ulang, kemudian menjauhkan tangannya dari punggung Matteo.
Violet berdeham. "Sorry, gue reflek tadi."
"Lo mau sampai kapan disini?" Matteo melirik Violet sekilas.
Violet mengangkat bahunya"Gak tau, mungkin sampai pergantian jam pelajaran."
"Santai aja gue gak ganggu lo kok." Violet menatap kedepan sambil menggoyangkan kakinya.
Matteo menatap kaki Violet. "Dasar cebol." Gumam Matteo.
Violet langsung menghentikan kakinya lalu menatap Matteo tajam. "Ngomong apa lo barusan?"
Matteo menoyor dahi Violet. "Lo cebol."
"Lo ngajak ribut?! Sini lo!" Violet berusaha melakukan apa yang dilakukan oleh Matteo.
Namun Matteo terlalu tinggi baginya, sehingga kepalanya dipegang oleh Matteo.
"HAHAHA dasar cebol, mana katanya ngajak ribut." Matteo tertawa puas melihat Violet.
Violet melihat kearah pinggang Matteo, sedetik kemudian Violet menyeringai tanpa aba-aba Violet menendang pinggang Matteo.
DUK.
"ARGHH!! Sakit bego! Sini lo cebol!" Matteo mengejar Violet yang berlari sambil menertawakannya, akhirnya mereka main kejar-kejaran.
Mereka yang di lapangan mendengar suara teriakan Matteo, sontak mereka menatap kearah sumber suara.
Celio, Davi dan Jay juga menatap ke sumber suara.
"Sejak kapan Matteo disana? Kok gue gak lihat ya?" Davi mencoba mengingat-ingat.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Novela Juvenil⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)