Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
_____
Jam istirahat yang terlihat santai diiringi suara canda gurau, kini berubah menjadi suara ricuh yang disebabkan oleh kedatangan Adhitama ke sekolah.
Mereka berbisik-bisik tentang penampilan Adhitama dan menebak-nebak alasan Adhitama datang ke sekolah.
"Eh itu bukannya papa nya Matteo sama Jay ya?"
"Iya! Ganteng kan, nambah umur bukannya kelihatan tua, malah kelihatan gagah."
"Bibit nya juga unggul semua."
Davi menghentikan langkahnya. "Cep! Cep! Itu bukannya bokapnya Mamat?"
Celio yang sedang menikmati es krim langsung menatap ke arah yang dimaksud Davi.
"Kok om Adhitama disini ya?" Celio menatap Adhitama dengan bingung.
Adhitama terlihat celingak-celinguk seperti mencari seseorang.
"Kayaknya lagi nyari anaknya deh." Davi menjilati es krim nya.
Celio bertatapan dengan Adhitama, Celio langsung menyenggol Davi. "Din, om Adhitama kayaknya mau kesini."
"Lo ngapain lihatin dia sih Cep, kan jadi kesini." Davi berbisik pelan.
"Gak dilihat juga ujungnya om Adhitama bakal nyariin kita buat nanya tentang anaknya." Celio sudah tidak ada nafsu makan lagi, es krim nya dia buang ke tong sampah di dekatnya.
Davi mengangguk-angguk. "Lo bener juga sih."
"Kalian tau dimana Matteo?" Adhitama tepat berdiri didepan Celio dan Davi.
Celio dan Davi terdiam sebentar. "Saya gak lihat om, Matteo udah keluar duluan tadi, mungkin dia lagi beli makanan di tempat lain makanya gak kelihatan." Davi tersenyum kikuk.
Adhitama menatap Celio seolah-olah bertanya keberadaan Matteo.
"Mungkin Matteo ada di rooftop om." Dengan setengah hati Celio mengatakan apa yang dia pikirkan.
"Makasih, kalian belajar yang rajin." Setelah mengatakan itu, Adhitama berjalan menuju rooftop.
Davi segera mendekat ke Celio setelah Adhitama sudah menjauh.
"Kalau ngomong sama om Adhitama gue deg-degan mulu Cep, aura galaknya kenceng banget." Davi bergidik.
Celio mengangguk-angguk. "Lo bener Din, gue jadi segan sama om Adhitama, gue juga gak berani manggil Matteo pake Mamat."
"Sama, gue juga gak berani. Eh, Jay udah tau belum ya kalau om Adhitama kesini?" Davi menatap Celio dengan serius.
Celio memelototkan matanya, Celio langsung berlari ke ruang guru untuk mencari Jay.
Davi menatap Celio dengan bingung, setelah beberapa detik akhirnya Davi sadar dan mengejar Celio.
Brak!!
Celio membuka pintu ruang guru dengan kasar, nafasnya memburu setelah berlari cukup jauh ke ruang guru.
Bu Herni terkejut dengan kedatangan Celio. "Celio, kamu ngapain datang dobrak-dobrak pintu! Kamu punya sopan santun gak?"
"Maaf bu, saya lagi buru-buru nyari Jay." Celio mengedarkan pandangannya, di ruang guru tidak ada Jay.
Celio segera berlari kembali menuju tempat yang terpikirkan olehnya.
"Hei Celio!!" Bu Herni menatap kepergian Celio dengan berkacak pinggang.
"Bu, lihat Celio gak?" Davi berpegangan ditembok untuk menopang tubuhnya, nafasnya tidak beraturan.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Ficção Adolescente⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)