Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
___
Pagi ini Matteo merenggangkan tubuhnya, terdengar suara 'krek' ketika Matteo merenggangkan tubuhnya.
Kemarin Matteo membersihkan sisa makanan yang berserakan serta membersihkan kamarnya yang menjadi basecamp tempat mereka berkumpul.
"Gila badan gue sakit semua." Setelah selesai mandi Matteo turun kebawah untuk sarapan.
Saat menuruni tangga Matteo berteriak. "Ma, hari ini Teo mau ke vila ya sama temen-temen."
Casie menatap Jay yang berada dihadapannya. "Kamu juga ikut ke vila Jay?"
Jay mengangguk. "Iya ma."
Matteo duduk berjarak satu kursi dengan Jay.
"Besok kan sekolah, mending kamu di rumah aja belajar Teo, sebentar lagi kan mau ujian." Adhitama menatap Matteo.
Matteo terkekeh. "Ujian nya masih lama pa, lagian kenapa Teo doang yang diomongin kayak gitu."
"Terus siapa lagi? Anak papa cuma kamu sama Jay doang, Jay gak papa bilangin juga nilainya bagus, sedangkan kamu? Papa khawatir kamu gak bisa masuk universitas yang bagus."
"Pa...." Jay menggelengkan kepalanya supaya Adhitama paham jika dia tidak perlu bicara apapun lagi.
Brak!
Matteo menaruh gelas yang isinya sudah kosong. "Teo juga nanti belajar pa, papa tenang aja." Matteo meninggalkan meja makan.
"Gue kan juga pinter, gini-gini gue masih ikut sepuluh besar, papa lebay banget." Matteo mengemasi barangnya dengan mulut yang terus menggerutu.
Drtt drttt.
Handphone Matteo bergetar, Matteo mengambil handphone nya yang berada di kasur.
"Halo Cep, lo udah sampai?" Matteo menyeret kopernya menuju luar kamar sambil tangan satunya memegang handphone.
"Gue udah selesai, ini mau turun." Matteo menutup teleponnya kemudian berlari kecil menuju halaman depan, Celio dan yang lain sudah menunggu di depan.
"Lama banget lo." Celio menatap Matteo sambil mengipasi wajahnya.
"Lo yang kecepetan, Teo pamit dulu ma, pa." Matteo menyalami kedua orang tuanya.
"Kita juga pamit dulu bun, om." Celio dan yang lain ikut menyalami kedua orang tua Matteo.
"Kok mobilnya dua?" Matteo menatap kedua mobil tersebut dengan heran.
Mobil yang berada di depan menurunkan kacanya. "Lama banget lo Mat." Terlihat Violet mengenakan kacamata hitam.
Matteo menatap Celio meminta penjelasan. Celio menepuk bahu Matteo.
"Biar rame, tenang aja gue ajak Jingga juga kok." Celio memelankan kalimat akhirnya.
Matteo mengangkat kedua jari jempolnya. "Lo emang terbaik Cep."
Matteo masuk ke mobil yang berada di belakang, mobil tersebut diisi oleh anak laki-laki. Sementara mobil di depan diisi oleh Jingga, Violet dan pak Leman supir pribadi keluarga Celio.
Matteo memilih duduk di belakang bersama dengan Davi, sementara itu Celio menyetir dan Jay duduk di sebelahnya.
"Dahh ma, pa." Matteo melambaikan tangannya.
"Hati-hati ya nak." Casie melambaikan tangannya.
Mereka menuju ke vila milik keluarga Celio, keluarga Celio memang memiliki harta yang melimpah, apalagi Celio merupakan anak tunggal, sehingga apapun yang dia minta pasti akan diwujudkan oleh orang tuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Genç Kurgu⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)