Jangan lupa vote dan komen
Happy reading.
___
Semalam mereka hanya bakar-bakar seperti pada umumnya, setelah kenyang mereka beberes lalu menuju ke kamar.
Pagi telah tiba, hari ini merupakan hari senin, hari yang sebagian besar dibenci oleh orang-orang.
Mereka sudah rapi dengan seragam sekolah yang melekat di tubuh, mereka juga sudah duduk manis di meja makan menanti makanan yang sedang disiapkan oleh Asih selaku asisten rumah tangga.
"Makasih ya bi." Matteo berbinar menatap nasi goreng dengan toping ayam goreng.
"Sama-sama." Setelah menaruh berbagai macam makanan, Asih meninggalkan mereka supaya mereka bisa makan dengan santai.
"Lo tau gak Cep, gu--"
"Gue gak tau." Celio langsung memotong ucapan Davi.
"Gue belum selesai ngomong, bisa gak lo sehari aja gak bikin gue kesel?" Davi benar-benar lelah menghadapi Celio.
Celio menggeleng. "Gak bisa, udah rutinitas."
Davi menunjukkan smirknya. "Kalau gitu lo gak bakal gue restuin."
Tiba-tiba tangan Celio berhenti menyuapkan makanan. "Gak bisa gitu dong!" Celio menaruh sendoknya dan menatap Davi.
Sementara itu mereka tidak memedulikan Celio dan Davi yang ribut, karena sebentar lagi sudah waktunya mereka untuk berangkat.
"Makanya gak usah bikin kesel mulu." Davi menunjuk-nunjuk Celio dengan sendoknya.
Celio menatap Davi dengan memohon. "Restuin gue plis."
Davi mengangguk-angguk sambil tersenyum. "Kalau gitu lo gak boleh bikin gue kesel."
Celio mengangguk-angguk. "Tapi gue gak janji." Ucap Celio didalam hati.
Mereka berdua melanjutkan makan dengan tenang.
"Nanti baju gue gimana Cep?" Matteo telah menghabiskan makanannya.
"Ya lo bawa lah bego, kan kita pakai mobil." Celio menatap Matteo dengan heran.
"Kirain lo yang bakal bawain." Matteo menatap Celio dengan wajah polosnya.
Celio berdecak. "Kan emang gue bego! Lo kesini kan gak bawa kendaraan."
Matteo menatap Celio dengan heran. "Biasa aja kali Cep, sewot banget kayak cewek pms."
Celio menatap Matteo sinis. "Lo yang bikin sewot!"
Matteo mengangkat bahunya acuh. "Gue kan cuma nanya."
"Serah lo deh." Celio pasrah dengan Matteo.
Mereka memang dengan sengaja membawa seragam sekolah karena mereka sudah sepakat untuk menginap.
Setelah semua sudah selesai, mereka berangkat ke sekolah bersama dengan dua mobil seperti pada saat berangkat ke vila.
Tepat pukul 07.00 mereka sampai di sekolah, kebetulan gerbang ditutup pada pukul 07.15 sehingga mereka masih memiliki cukup waktu.
Banyak pasang mata menatap ke arah mereka, mungkin mereka bingung karena mereka akur. Sejak dahulu Matteo dan Jingga jarang sekali akur, mungkin itu sebabnya mereka bingung melihat Violet berangkat bersama Matteo dan yang lain.
"Gue kan udah bilang tadi di mobil, kita pelanin aja supaya datengnya gak barengan sama dia." Matteo menunjuk Violet yang sedang membenarkan seragamnya.
"Kalau dipelanin nanti kita telat, lo mau dihukum lagi?" Davi mengambil menenteng tas nya.
"Sekali-kali Mat, ya kan Jay?" Celio merangkul Jay dengan girang.
KAMU SEDANG MEMBACA
MATTEO [ON GOING]
Ficção Adolescente⚠️SLOW UPDATE "Kenapa dimata lo seakan-akan gue gak bisa apa-apa!" "Gue juga pengen bisa jadi lebih baik dari lo! Tapi gue selalu dipandang sebelah mata." "Lo pikir dengan semua yang lo lakuin bisa bikin gue lebih baik? Lo salah! Gue justru dibandi...
![MATTEO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/328051095-64-k788397.jpg)