Malam telah larut ketika akhirnya [Name] menemukan Bella di sudut kota Port Angeles yang remang-remang. Dia melihat dari jauh, di antara bayangan gelap gedung-gedung, bahwa Bella tampak terganggu oleh sekelompok pemuda laki-laki yang mengelilinginya. Wajah [Name] langsung menegang. Ia tidak tahan melihat Bella berada dalam bahaya, apalagi di bawah tatapan licik mereka.
"Dasar manusia-manusia menyebalkan," gumamnya dengan nada dingin, melangkah maju dari kegelapan, siap melakukan sesuatu untuk menyingkirkan mereka dengan caranya sendiri.
Namun, sebelum [Name] sempat mendekat, tiba-tiba terdengar suara mesin mobil yang mendengung keras, semakin mendekat. Ia menghentikan langkahnya dan memutar mata saat melihat mobil Volvo silver mendadak berhenti dengan gaya yang, menurutnya, sok keren. Dan benar saja Edward Cullen sang pahlawan kesiangan, atau kemalaman, keluar dari dalam mobil, menatap tajam ke arah sekelompok pria itu.
[Name] hanya mendengus kesal, merasa aksinya terpotong oleh 'pahlawan sok keren' yang satu ini. Namun, sebelum dia bisa berkomentar, Edward sudah membuka pintu mobilnya dan membiarkan Bella masuk, kemudian membawa gadis itu pergi dengan kecepatan tinggi.
"Ugh, sungguh sok keren," gumam [Name] dengan nada penuh sarkas, menatap jejak debu yang ditinggalkan oleh mobil Edward. Meski merasa kesal dengan Edward, ia lebih kesal dengan para pria yang tadi berani mengganggu Bella. Setelah memastikan bahwa mereka pergi tanpa menimbulkan masalah lagi, [Name] memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya dalam kegelapan dan memberikan 'peringatan' kepada para pemuda di sana dengan caranya sendiri, meski adegan itu cukup mengerikan untuk diuraikan lebih lanjut.
---
Setelah puas 'menghadiahkan' sedikit peringatan kepada para pemuda tadi, [Name] menimbang-nimbang untuk langsung pulang. Tapi, tiba-tiba, sebuah ide terlintas di kepalanya: mengikuti mobil Edward. Bukan untuk alasan serius, hanya rasa penasaran dan mungkin sedikit iseng.
Dia memfokuskan diri, dan dalam sekejap, dirinya melesat dengan kecepatan yang bahkan vampir pun akan sulit tandingi. Dengan mudah ia menyusul mobil Edward yang melaju kencang dan mengikutinya tanpa suara, seperti bayangan yang melayang-layang di malam hari.
Lalu dia melihat mereka masuk ke restoran. Dan [Name], dia yang malas berinteraksi dengan banyak manusia hanya menunggu sampai mereka keluar. Entahlah, mungkin ada tiga puluh menit dia menunggu di atas pohon yang tinggi. Bahkan dia tadi sempat bertegur sapa dengan beberapa burung gagak yang terbang di dekat pohon.
Setelah menunggu sampai bosan, mobil Edward kembali bergerak. Dan akhirnya berhenti di depan kantor polisi Forks. Melihat mobil polisi Charlie terparkir di sana, [Name] menyadari bahwa Bella mungkin berhenti karena penasaran pada sang ayah yang belum pulang, padahal sudah larut malam. Karena penasaran dia mendekati bangunan tersebut, menunggu sampai Bella keluar dari mobil Edward.
Saat Bella dan Edward masuk ke dalam kantor polisi, [Name] berbalik dan melangkah mendekati pintu depan, memasang ekspresi polos, seolah ia tak sengaja lewat.
Di dalam kantor polisi, suasana tampak tegang. Rupanya, Charlie dan beberapa petugas sedang membahas penemuan tubuh seorang pria yang tampaknya menjadi korban 'hewan liar' di sekitar kota.
"Korban adalah temanku," kata Charlie dengan nada sedih pada Bella. "Ini tidak wajar. Tidak ada yang bisa selamat dari serangan sebesar itu. Tapi aku juga belum pernah melihat hewan buas yang menyerang seperti itu."
Di sudut ruangan, [Name] berdiri, mengamati dengan mata tajam. Dia tahu betul siapa yang bertanggung jawab atas kejadian itu, tentu saja tiga vampir yang ia temui sebelumnya. Hati iblisnya mendidih saat mengingat bagaimana mereka seenaknya menghabisi manusia itu. Namun, dia tetap berusaha memasang wajah tenang, tak ingin menunjukkan sedikit pun bahwa ia tahu lebih dari yang seharusnya.
Dan di tengah kesibukan itu, datanglah Carlisle Cullen, yang terlihat sangat tenang meski suasana di dalam kantor polisi terasa tegang. "Charlie," sapa Carlisle sambil menepuk bahu ayah Bella. "Turut berduka cita atas kehilanganmu."
[Name] melirik ke arah Carlisle dengan tatapan penuh sarkas. "Oh, hebat sekali, ya, seorang dokter di kota kecil ini ternyata punya banyak waktu untuk datang dan berduka atas setiap kejadian. Bagus sekali."
Carlisle menoleh dan menyapa [Name] dengan anggukan ramah. "Senang bertemu denganmu lagi, [Name]. Kita sering bertemu di saat yang kurang menyenangkan, ya?"
Iblis itu mendengus kecil dan menoleh kesamping, menghindari tatapan Carlisle sambil memutar matanya. "Tentu saja, Dr. Cullen. Rasanya aneh, melihat dokter yang begitu tertarik dengan segala sesuatu di kota ini," ujarnya dengan nada dingin.
Carlisle menahan senyuman, seolah menyadari bahwa [Name] adalah sosok yang berbeda dan unik dibandingkan dengan orang lain yang pernah ia temui. Ada sesuatu dalam diri gadis ini yang membuatnya ingin tahu lebih jauh-seolah ia merasakan kekuatan yang luar biasa, yang tak biasa ditemui pada manusia. Tapi Carlisle tak menyinggungnya, hanya menyapa dengan sikap ramah.
"Kita semua hanya berusaha membantu, bukan?" Ujar Carlisle setengah bertanya dengan tenang, berusaha menjaga sikap profesionalnya.
Namun, [Name] hanya menatapnya dengan tatapan penuh sindiran. "Tentu saja. Membantu dengan cara yang sangat unik." Dia mengucapkannya dengan nada yang jelas menyiratkan ketidaksukaannya pada keberadaan Carlisle yang baginya terasa 'tidak pada tempatnya.'
Edward, yang sejak tadi sibuk berdiam diri di luar, melirik ke arah mereka berdua. "Oh, kalian kenal?" Tanyanya dengan alis sedikit terangkat.
Carlisle mengangguk pelan. "Ya, [Name] ini sudah banyak membantu di kota ini, sepertinya. Senang bisa berbagi ruang dengan orang yang peduli, bukan begitu?"
[Name] menatap Carlisle dengan ekspresi datar, lalu berpaling ke arah Edward. "Aku hanya kebetulan lewat, dan yah, rasanya aneh jika tidak mampir ke sini ketika suasana sedang ramai seperti ini."
Carlisle, dia masih berdiri di sana, mengamati [Name] dengan tatapan penuh perhatian. "Aku penasaran, kau terlihat sangat berbeda, [Name]. Dan aku ingin tahu, apa yang kau pikirkan tentang Forks?"
[Name] tersenyum sinis. "Forks ini kota kecil yang membosankan, setidaknya sampai aku bertemu makhluk-makhluk 'khusus', para penghuni misterius di sini," jawabnya dengan nada dingin, menekankan kata 'khusus' dengan sindiran yang jelas.
Dokter vampir itu tetap tersenyum, tapi tatapannya penuh arti. "Terkadang, hal-hal menarik tersembunyi di balik ketenangan. Siapa tahu, mungkin kota ini punya lebih banyak rahasia daripada yang terlihat," katanya dengan nada rendah.
"Begitukah?" Balas [Name] dengan wajah yang tidak dapat di baca. "Aku lebih suka rahasia tetap terkubur jika itu demi kebaikan semua orang."
Ketegangan di antara mereka terasa nyata, tapi juga ada semacam saling pengertian yang samar, meskipun tak ada dari mereka yang mengakui secara langsung.
Tanpa menunggu lebih lama, [Name] mengakhiri percakapan dengan anggukan singkat dan melangkah keluar dari kantor polisi, meninggalkan Carlisle yang masih berdiri tenang di tempatnya. Ketika [Name] menatap ke langit malam di luar, dia merasa bahwa pertemuan berikutnya dengan Dr. Cullen akan membawa lebih banyak ketegangan, dan mungkin jawaban dari berbagai pertanyaannya tentang Forks dan rahasia yang tersembunyi di dalamnya.
"Baiklah, kurasa kita semua sudah selesai di sini. Ayo pulang? Aku yang menyetir," ajak [Name] sambil melirik Bella yang tampak lelah dan Charlie yang masih termenung.
Bella mengangguk lemah, seolah-olah kejadian hari ini benar-benar menyerap tenaganya. Charlie juga setuju dan akhirnya mereka semua kembali menuju rumah, dengan [Name] yang menyetir. Dan untung saja iblis dari zaman Victoria itu tahu bagaimana caranya menyetir setelah menyimak dari para manusia ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Deal With the Devil [Twilight Saga x Reader]
FanfictionKetika [Name] Michaelis membuka mata, ia mendapati dirinya jauh dari istana kelam yang biasa ia sebut rumah-terlempar ke dunia aneh penuh manusia fana. Tak ada tanda-tanda kakaknya, Sebastian, atau pun kehidupan iblis yang penuh intrik. Sebaliknya...
![Deal With the Devil [Twilight Saga x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/383734638-64-k726680.jpg)