A Little Sneak Peek : The Sudden Kiss

446 43 0
                                        

Di teras luar rumah keluarga Cullen, udara malam terasa tenang, meski ada ketegangan tipis yang menggantung di sekitar. [Name] duduk seorang diri, memandang langit malam dengan tatapan yang sedikit termenung. Akhirnya, dia bisa menghirup udara segar lagi. Bella baru saja diobati oleh Carlisle setelah insiden yang membuatnya terluka. Sungguh, malam yang panjang, dia akui.

Tiba-tiba, di hadapannya muncul bayangan yang tak asing baginya. Sosok pria dengan setelan jas butler hitam elegan, rambut hitam legam, dan sepasang mata dengan warna dengan warna yang sama dengan miliknya—Sebastian Michaelis, kakak [Name], tentu saja. Meskipun hanya berupa bayangan, dia tahu bahwa kehadirannya nyata, bahkan terlalu nyata untuk di hiraukan.

"Kau sungguh menikmati waktumu di sini, adikku,"ujar Sebastian, suaranya lembut namun tajam, dengan nada khas yang dingin.

[Name] mendesah pelan. "Sebastian, kalau muncul tiba-tiba seperti ini, pasti ada sesuatu. Apa yang kau lakukan di sini? Di suruh oleh tuan muda mu?"

Sebastian hanya tersenyum tipis. "Tidak, aku hanya memastikan kau baik-baik saja, meski kau tampaknya cukup betah bermain di dunia ini." Sebuah tatapan penuh misteri terpancar dari matanya, dia lalu melihat ke sebuah jendela tepat di mana Carslile tadi mengobati Bella. "Pastikan kau tidak lupa siapa dirimu sebenarnya. Dan jangan terlalu terikat, kau tau siapa maksudku."

Obrolan mereka berlangsung singkat, hanya beberapa pertanyaan dan tanggapan yang tak sepenuhnya terucap, seolah kakak-beradik ini tak perlu banyak kata untuk saling memahami. Kemudian, dengan hanya satu kedipan, bayangan Sebastian menghilang, larut dalam kegelapan malam, bagai asap yang tertiup angin.

[Name] tersenyum kecil, mungkin dengan sedikit kerinduan yang sulit dijelaskan. Tepat saat itu, pintu teras terbuka, dan Rosalie keluar. Vampir cantik itu melirik [Name] dengan alis yang terangkat, ekspresi penasaran terbentuk di wajahnya. "Kau tadi berbicara dengan siapa?"

Menyadari Rosalie mungkin telah melihat bayangan Sebastian, [Name] memutuskan untuk jujur. "Itu tadi kakakku. Namanya Sebastian."

Rosalie mengangguk perlahan, berusaha memproses kata-kata [Name]. Meski keluarga Cullen sudah tahu bahwa [Name] adalah iblis, mereka tak pernah tahu asal-usul pastinya, atau bagaimana ia bisa berada di dunia ini. "Jadi, dia juga seperti.. sejenismu? Dia juga iblis?"

[Name] tertawa kecil sambil menggaruk pipinya yang tidak gaul. "Lebih dari itu, sebenarnya. Sebastian Michaelis adalah pelayan setia dengan sifat yang mungkin sedikit lebih kompleks daripada yang kau duga." Dia terdiam sejenak, seakan berpikir tentang apa yang akan diungkapkan berikutnya. "Jika kau membandingkan aku dengannya, kau tidak bisa, karena dia adalah lebih nya diriku. Mungkin, kalau dia tidak ada, aku tidak akan pernah ada."

Tepat saat itu, Carlisle keluar dari rumah, terlihat telah selesai berbicara dengan Edward dan Jasper. Mendengar pembicaraan [Name] dan Rosalie, dia berhenti di dekat mereka, menyimak percakapan tersebut dengan penuh perhatian.

Rosalie menyadari kehadiran Carlisle saat itu juga, dan dengan sedikit isyarat, meninggalkan mereka berdua agar bisa berbicara lebih lanjut. [Name] tersenyum pada Rosalie, dan begitu gadis vampir itu berlalu, [Name] menatap Carlisle dengan raut yang tenang.

"Jadi, kau benar-benar punya koneksi dengan dunia yang sangat berbeda," kata Carlisle, suaranya tenang, penuh dengan minat dan sedikit kekaguman.

[Name] mengangguk. "Dunia itu.. adalah tempat yang penuh dengan kontradiksi. Kakakku, Sebastian, adalah bagian besar dari diriku, mungkin aku tercipta karena dia, tapi sekarang aku punya jalan hidup sendiri. Untuk pertama kalinya dalam hidupku yang sangat panjang ini.”

Mereka terdiam sejenak, menikmati malam yang sepi. Perlahan-lahan, percakapan mereka beralih ke topik yang lebih personal.

"Aku tahu kau peduli pada Bella," kata Carlisle, memecah keheningan. "Namun, apa yang kau pikirkan tentang hubungannya dengan Edward?"

[Name] tersenyum kecil, seolah-olah sudah menduga Carlisle akan menanyakan hal itu. "Aku mendukung mereka, tapi Edward masih vampir. Itu artinya, secara alami, ia tetap menjadi ancaman bagi Bella. Namun, aku percaya pada keputusan mereka. Cinta itu pilihan, dan aku tidak bisa memaksa Bella atau Edward untuk memilih jalan yang lain." Dia lalu menyandarkan dirinya ke pohon yang paling dekat, dengan pikiran yang melayang-layang.

Carlisle mengangguk setuju, meski ada sedikit kekhawatiran di wajahnya. "Sebagai ayah, aku juga khawatir, tentu saja. Aku hanya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Bella." Dia menghela napas pelan. "Jika bisa, aku ingin kau menjaga Bella, memberi nasihat kepadanya untuk tetap berhati-hati."

[Name] tersenyum lembut. "Tentu saja. Aku akan memastikan Bella tahu risiko yang ada, tapi pada akhirnya, keputusan tetap ada pada mereka."

Tiba-tiba, tanpa disangka-sangka, Carlisle mengulurkan tangan dan mengambil tangan [Name]. Perlahan, dia menunduk dan memberi kecupan kecil di buku-buku jari [Name]. "Ah, maaf aku tidak bisa menahan diriku..," ujar nya, masih dengan senyuman itu.

Detik itu, [Name] merasa dunia berhenti berputar. Wajahnya memanas, dan sensasi asing menjalar di tubuhnya. Dia merasakan sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya sebagai seorang iblis. Blushing. Pipi nya merona.

[Name] buru-buru menarik tangannya, mengalihkan pandangannya dengan gugup, seolah-olah menyembunyikan perasaannya yang mendadak muncul. Carlisle tersenyum kecil, tahu bahwa ia berhasil membuat sang iblis yang selalu dingin itu kehilangan kata-kata.

Momen itu berlangsung singkat, namun terasa seperti selamanya bagi [Name]. Perasaan asing bergejolak dalam dirinya, sebuah emosi yang sulit ia pahami, namun ia tidak merasa menolaknya. Justru, ia menyadari bahwa Carlisle telah mengisi ruang kosong dalam hidupnya yang selama ini ia pikir tak mungkin diisi.

Dan di bawah cahaya bulan yang lembut, dua makhluk yang berbeda dunia ini menemukan kenyamanan dalam kebersamaan yang tak terduga.

Deal With the Devil [Twilight Saga x Reader]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang