A Contract with the Devil
London, 1886
Hujan deras mengguyur jalanan berbatu, menciptakan genangan yang memantulkan cahaya gas lamp yang suram. Di sudut kota yang sepi dan penuh kabut, seorang pria berlutut di tanah, tubuhnya bergetar karena kelelahan dan keputusasaan. Pakaiannya, yang dulunya terlihat rapi dan elegan, kini kotor dan tercabik. Luka-luka di tubuhnya menjadi saksi bisu dari penderitaan yang telah ia alami.
Carlisle Cullen, seorang dokter terhormat, kini hanyalah pria yang hancur. Hidupnya berubah menjadi tragedi dalam sekejap, keluarganya dibantai secara brutal oleh orang-orang yang serakah dan tak berperasaan. Istri dan anak-anaknya tewas di depan matanya, rumahnya dibakar hingga hanya tersisa abu. Dan yang lebih menyakitkan, ia tak bisa melakukan apa pun untuk menghentikan semuanya.
Dengan tangan gemetar, Carlisle mencengkeram tanah basah di bawahnya, matanya menatap kosong ke arah langit yang gelap. "Apakah.. tidak ada yang bisa menolongku?" Suaranya hampir tenggelam oleh suara hujan.
Lalu, tiba-tiba, angin dingin bertiup kencang. Atmosfer di sekelilingnya berubah drastis. Kabut mulai berputar di satu titik di hadapannya, membentuk sosok tinggi yang mengerikan. Matanya merah menyala menembus kegelapan, dan siluetnya perlahan mengambil wujud yang lebih jelas. Sepasang tanduk hitam melengkung di kepalanya, dan senyum tipis yang penuh kesenangan muncul di bibirnya.
Dihadapan Carlisle, berdiri seorang iblis.
[Name], iblis itu menatap pria yang putus asa itu dengan mata penuh rasa ingin tahu. "Manusia yang malang," suaranya terdengar seperti bisikan licik di tengah badai. "Apa kau benar-benar ingin menuntut balas dendam?"
Carlisle mendongak, menatap sosok iblis di depannya dengan penuh keterkejutan dan kewaspadaan. Namun, di balik ketakutannya, ada sesuatu yang menggelora dalam dirinya, yaitu keinginan untuk membalas dendam, untuk menghancurkan mereka yang telah merenggut segalanya darinya.
"Aku ingin mereka merasakan penderitaan yang sama seperti yang telah mereka lakukan padaku," gumamnya dengan suara parau. "Aku ingin mereka hancur."
[Name] menyeringai, menunduk hingga wajahnya hanya beberapa inci dari Carlisle. "Aku bisa memberimu kekuatan. Aku bisa membantumu menghancurkan mereka," bisiknya menggoda. “Namun, seperti yang kau tau, segala di dunia ini ada harganya.”
Carlisle mengertakkan gigi, hatinya dipenuhi kebencian. "Apa yang kau inginkan dariku?"
Mata [Name] menyala lebih terang. "Jiwamu."
Carlisle menatapnya lama, lalu dengan napas berat, ia mengangguk. "Jika itu harga yang harus kubayar, maka aku terima."
Senyum iblis itu semakin melebar. "Baiklah."
Dengan satu gerakan cepat, [Name] meraih tangan Carlisle dan menekan cakar tajamnya ke kulit pria itu, menciptakan tanda kontrak Faustus yang membara di punggung tangannya. Api biru menyala di sekitar mereka, seolah menyegel kesepakatan tersebut.
Kontrak dengan kematian telah dibuat.
--
Di bawah langit London yang kelam, Carlisle kini bukan lagi seorang dokter yang penuh belas kasih. Ia telah berubah menjadi pria yang berbahaya, bayangan kelam yang mengintai mereka yang pernah menyakitinya. Dengan bantuan [Name], ia memburu satu per satu orang yang bertanggung jawab atas kematian keluarganya.
Setiap malam, mereka bergerak di antara kegelapan, memburu, menyiksa, dan menghancurkan. [Name], dengan kekuatan iblisnya, memastikan bahwa Carlisle selalu berada di atas angin, membuatnya semakin haus akan pembalasan.
Namun, meskipun ia semakin dekat dengan tujuannya, Carlisle mulai menyadari sesuatu. [Name] selalu berada di sisinya, selalu mengawasi dengan mata penuh minat, namun tak pernah menunjukkan emosi. Tak peduli berapa banyak darah yang tertumpah, tak peduli seberapa dalam kebenciannya membakar, [Name] tetap tenang dan tak tergoyahkan.
Hingga akhirnya, balas dendamnya pun selesai.
Orang terakhir yang menjadi targetnya kini terbaring tak bernyawa di bawah kakinya, darah masih menggenang di sekitar kaki. Hujan kembali turun, membasahi wajah Carlisle yang dipenuhi kelelahan. Ia menatap ke arah [Name], yang berdiri di sampingnya dengan ekspresi datar.
"Selesai sudah," gumam Carlisle, suaranya lebih lembut daripada yang ia bayangkan.
[Name] menatapnya, lalu mengangguk. "Ya. Dan seperti yang kita sepakati, kini giliranmu."
Carlisle menelan ludah, sadar bahwa waktunya telah tiba. Ia sudah tahu sejak awal bahwa ini akan terjadi. Ia sudah menerima kenyataan bahwa jiwanya akan menjadi milik iblis ini.
Namun, ada satu hal yang harus ia sampaikan sebelum semuanya berakhir.
Dengan langkah mantap, ia berjalan mendekati [Name]. Mata emasnya bertemu dengan mata merah sang iblis. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa.. damai.
"Aku mencintaimu," ucapnya dengan suara lembut.
[Name] terdiam. Tak ada perubahan di wajahnya, tak ada reaksi yang bisa diartikan sebagai simpati atau emosi manusiawi.
Carlisle tersenyum kecil. "Aku tau itu tidak berarti apa-apa bagimu. Aku tahu kau tidak akan berubah hanya karena itu. Tapi aku hanya ingin mengatakannya."
[Name] menatapnya lama sebelum akhirnya berkata dengan suara dingin, "Cinta tidak akan mengubah apa pun."
Carlisle menutup matanya, menerima takdirnya dengan tenang. "Aku tau."
Dan dalam sekejap, semuanya berakhir.
Cakar iblis itu menembus dadanya, menarik keluar sesuatu yang bersinar redup, jiwanya. Hujan terus turun, membasahi tubuh manusia yang kini tak bernyawa.
[Name] menatap jiwa di tangannya sebelum melahap, sebuah makanan yang sudah is tunggu sejak lama. Ia lalu menatap mayat Carlisle untuk sesaat dan berbalik, berjalan menjauh, meninggalkan tubuh pria yang dulu pernah ia layani.
Tak ada penyesalan. Tak ada rasa bersalah.
Ia hanyalah iblis yang memenuhi kontraknya.
Sementara Carlisle, ia hanyalah manusia lemah yang mencintai sesosok iblis dan mati di tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Deal With the Devil [Twilight Saga x Reader]
Fiksi PenggemarKetika [Name] Michaelis membuka mata, ia mendapati dirinya jauh dari istana kelam yang biasa ia sebut rumah-terlempar ke dunia aneh penuh manusia fana. Tak ada tanda-tanda kakaknya, Sebastian, atau pun kehidupan iblis yang penuh intrik. Sebaliknya...
![Deal With the Devil [Twilight Saga x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/383734638-64-k726680.jpg)