"Berhenti!!"
Teriak Alice yang langsung memberhentikan permainan. Langit seakan satu pikiran dan tetap memancarkan petir. Angin kembali berhembus kencang, dan semua melihat ke arah di mana Alice melihat.
[Name], dia langsung berdiri di depan Bella, melindunginya. Sama hal nya dengan yang lain langsung berlari dan mendekati manusia satu-satunya disitu. "Tch," [Name] menggeram pelan. Dia tahu bau ini. Bau tiga vampir yang sama yang saat itu membunuh teman Charlie. Dengan cepat, dia menghapus aura iblisnya, hanya untuk sekadar tahu apa yang akan terjadi.
Edward hendak membawa Bella pergi dari situ, namun Carlisle mengatakan kalau mereka terlambat.
Dan benar saja, ada tiga vampir yang datang dengan cepat menuju ke arah mereka. Dan pastinya semua keluarga Cullen bersiap untuk menghadapi, jika saja vampir-vampir yang tidak dikenal ini ingin merusuh.
[Name] dan Edward berdiri di sisi Bella sedangkan Carlisle, Emmett, Rosalie dan Alice maju ke depan.
"Aku percaya kalau ini milikmu," ujar salah satu dari tiga vampir yang memiliki kulit gelap sambil menunjukan bola baseball di tangannya. Dan dia melempar benda itu ke Carlisle, yang langsung di tangkap dengan cekatan. "Terimakasih," ujar kepala keluarga Cullen itu.
"Namaku Laurent, dan dia Victoria," lanjut nya sambil menunjuk vampir wanita berambut merah dan keriting di sampingnya. "dan James." Juga vampir pria di sebelah kanannya yang sedari tadi [Name] lihat, dia memperhatikan Bella tanpa berkedip.
Semuanya tegang, iblis itu bisa merasakannya. "Aku Carlisle, dan ini adalah keluargaku." Kali ini Carlisle yang berkata. "Aku rasa kegiatan berburu mu telah mengacaukan sesuatu untuk kami," lanjut nya.
Laurent terlihat terkejut, namun semua di sini tahu jika ekspresi tersebut hanyalah palsu. "Oh, kami minta maaf. Kami tidak tau jika daerah ini sudah di klaim."
"Ya, kami memiliki tempat tinggal di dekat sini." Carlisle masih sabar menjelaskan kepada mereka bertiga.
"Oh, benarkah itu? Kalau begitu, kami tidak akan mencari masalah dengan kalian, kami hanya sekadar lewat." Jelas Laurent yang lalu melihat ke arah James. [Name] merasa ada yang tidak beres dengan vampir satu itu. 'Lihatlah dia, tidak berkedip sama sekali,' kata [Name] di dalam hati. Dia lalu menoleh ke Edward yang juga menatap James tanpa berkedip.
Victoria, satu-satunya vampir wanita di grup itu akhirnya berbicara juga. "Para manusia melacak kami, tapi kami menuntun mereka ke timur. Kalian seharusnya aman."
"Jadi, bisakah kalian menambahkan tiga pemain lagi?" Tanya Laurent. Dan semuanya dari keluarga Cullen, bahkan [Name] juga, melihat ke arah Carlisle, menunggu keputusannya.
Carlisle terdiam sebentar, melihat keluarganya lalu lalu tertawa pelan. "Baiklah, mengapa tidak? Beberapa dari kami akan pergi, kalian bisa menggantikan mereka. Kami akan memukul terlebih dahulu." Lalu dia melempar kembali bola yang di pegang kearah Laurent yang kali ini ditangkap oleh Victoria.
"Akulah orang yang memiliki bola lengkung yang jahat," ujarnya sambil menyeringai. Jasper yang mendengar itu tidak bisa menahan dirinya untuk tertawa kecil juga. "Oh, kami bisa menangani itu."
Lalu semua bersiap-siap untuk kembali bermain baseball. Namun ada satu vampir yang tidak bergerak, tentu saja James. Edward juga masih di sana bersama Bella dan [Name]. Semua berjalan lancar, namun tidak untuk waktu yang panjang ketika angin tiba-tiba berhembus lagi, membawa aroma manusia Bella.
James mencium aroma itu dan menggeram. "Kalian ternyata membawa camilan.." lalu bergerak mendekat ke Bella. Namun belum sempat dia bisa melakukan itu, Edward sudah ada di depan wanitanya dan [Name] langsung menarik Bella ke belakang tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Deal With the Devil [Twilight Saga x Reader]
FanfictionKetika [Name] Michaelis membuka mata, ia mendapati dirinya jauh dari istana kelam yang biasa ia sebut rumah-terlempar ke dunia aneh penuh manusia fana. Tak ada tanda-tanda kakaknya, Sebastian, atau pun kehidupan iblis yang penuh intrik. Sebaliknya...
![Deal With the Devil [Twilight Saga x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/383734638-64-k726680.jpg)