Malam itu, [Name] melangkah keluar dari mobil Edward dengan hati yang sedikit berdebar, yang bagi iblis seperti dirinya sangatlah jarang, bahkan tidak pernah terjadi. Dia menatap ke arah rumah keluarga Cullen yang terang dan megah, lalu turun dengan perlahan, tentu saja karena tidak ingin tersandung dengan gaun panjangnya.
Gaun yang dia kenakan malam itu merupakan hadiah dari Alice. Gaun berwarna biru tua yang cantik dengan potongan V-line yang elegan, berakhir sedikit di atas mata kaki. Lengannya pendek, hanya sampai siku, memberikan kesan anggun dan klasik. Warna birunya yang gelap kontras dengan kulitnya yang sama pucatnya dengan para vampir itu, menciptakan aura yang memukau. Meski dia masih tetap memakai high heels hitam yang biasa ia gunakan, dia terlihat seperti sosok yang berbeda-lebih feminin dan mempesona.
Namun, [Name] merasa sedikit canggung. Dia tidak terbiasa memakai gaun seperti ini, apalagi tampil begitu.. wah. "Kenapa aku pakai ini? Ini bukan aku," gumamnya pelan sambil menggigit bibir yang di poles dengan lipstick merah muda.
Di sampingnya, Bella juga tampak cantik dengan gaun elegan pemberian Alice, dan Edward terlihat gagah dalam setelan jas nya. Saat mereka bertiga masuk ke dalam rumah keluarga Cullen, semua mata langsung tertuju pada mereka. Masing-masing anggota keluarga Cullen; Emmett, Rosalie, Jasper, Alice dan Carlisle sudah bersiap, tersenyum menyambut tamu spesial mereka.
Begitu pandangan [Name] jatuh pada Carlisle, dia langsung merasakan ada sesuatu yang berubah. Carlisle yang berdiri di dekat sofa, tampak elegan dan anggun seperti biasa, namun ada sesuatu dalam tatapannya yang berbeda malam itu. Sesuatu yang lebih hangat. Saat mata mereka bertemu, [Name] tiba-tiba merasa jantungnya (yang sebenarnya tidak ada) berdegup lebih cepat dari biasanya, sebuah sensasi yang aneh bagi seorang iblis. Refleks, dia memalingkan wajah dan pura-pura mengalihkan pandangannya ke arah yang lain.
Alice yang memperhatikan itu semua hanya tersenyum kecil, menahan tawa. Diam-diam, dia sudah 'melihat' sedikit gambaran masa depan Carlisle dan [Name], yang pastinya dia lihat dari Carlisle. Ada kemungkinan besar kalau mereka berdua, ayah angkatnya dan si iblis ini, akan menjadi soulmate. Mengetahui ini, si vampir berambut pendek itu tampak sangat menikmati setiap momen kecil di antara mereka.
Sementara Edward dan Bella bergabung dengan keluarga yang lain, menerima hadiah ulang tahun yang diberikan oleh masing-masing anggota keluarga Cullen, Carlisle berjalan pelan mendekati [Name]. "Kau terlihat sangat berbeda malam ini, [Name]," ujarnya dengan senyum hangat.
[Name] hanya mendengus pelan, berusaha menutupi rasa malunya. "Yah, aku cuma pakai ini karena Alice. Katanya aku harus kelihatan 'mewah,'" katanya sambil melirik ke arah lain. "Dan sejujurnya, ini benar-benar bukan gayaku."
Carlisle terkekeh kecil. "Aku pikir kau terlihat sangat memukau."
[Name] terdiam, sialan, dia jadi salah tingkah. Namun, sebagai iblis yang terbiasa dengan sikap gengsian nya, dia mencoba menutupi rasa malunya dengan berkata, "Yah, kurasa selera pakaian vampir kuno itu tak terlalu buruk."
Carlisle hanya tersenyum kecil, menyadari usaha [Name] untuk menyembunyikan perasaannya. "Aku harap kau nyaman malam ini. Terima kasih sudah datang dan menemani Bella. Itu sangat berarti untuk.. kami semua."
[Name] mengangguk pelan, meski dalam hatinya masih ada rasa canggung. "Aku melakukan ini untuk Bella, bukan untuk kalian semua," katanya, meskipun hatinya berbisik sebaliknya.
Malam terus berlanjut, dan di sela-sela percakapan dengan Carlisle, [Name] mulai merasa sedikit lebih rileks. Mereka berbicara tentang banyak hal, dari hal-hal ringan hingga topik yang lebih dalam, sesuatu yang jarang ia lakukan dengan siapa pun. Di dekat mereka, Alice beberapa kali melirik dengan senyum puas, yakin bahwa masa depan yang dia lihat kemungkinan besar akan terjadi.
Ketika Carlisle berbicara tentang pengalamannya di masa lalu, [Name] mendapati dirinya terpikat pada ceritanya, menikmati setiap kata yang keluar dari bibir Carlisle. Dan, meski dia tidak akan pernah mengakuinya, ada sesuatu tentang Carlisle yang membuatnya merasa.. berbeda. Bukan hanya sebagai teman atau kenalan, tapi lebih dari itu.
Lalu semua mata tertuju saat Alice menarik Edward untuk berfoto bersama Bella, hanya berdua. Mungkin untuk kenang-kenangan. Lalu setelah selesai, Alice memberikan sebuah kado yang berukuran agak besar, "Yang ini dari Emmett," ujar vampir berambut shaggy itu.
"Aku sudah memasang itu ke truk mu." Emmett berkata saat Bella berusaha mendengar apa isinya dengan cara mengocok kotak itu. "Akhirnya sebuah sound system yang bagus untuk truk yang.."
"Hey, jangan.. jangan membenci truk ku." Bella berkata yang mampu membuat semua nya tertawa kecil.
Lalu Alice memberikan sebuah hadiah lainnya. Mungkin yang ini dari Carlisle, karena vampir itu tiba-tiba menyaut. "Hanya sebuah hal kecil untuk mencerahkan hari mu." Ujar Carlisle yang mash berdiri di samping [Name].
[Name] mendengus pelan karena itu, dan dia bersama yang lain melihat saat Bella berusaha membuka hadiahnya. Namun tragedi terjadi ketika wanita itu tidak sengaja melukai jari telunjuk nya karena sebuah kertas.
[Name] menyadari lebih dahulu apa yang akan terjadi, namun terlambat saat darah Bella sudah menetes ke karpet di lantai.
Semua berjalan lambat saat Edward mendorong Bella dengan kencang karena Jasper, saudara nya yang langsung berlari ke arah Bella. Dan dengan kuat juga, vampir itu mendorong saudara nya sampai menghancurkan sebuah piano tepat di belakangnya.
Itu bukanlah hal yang besar. Yang membuat mata [Name] terbelalak adalah saat dia melihat Bella berusaha berdiri dengan tangannya yang berdarah karena pecahan kaca dari vas. Dan tanpa pikir panjang, dia berlari ke sisi wanita itu.
Belum sempat [Name] melakukan apa-apa, keributan terjadi saat Jasper bangkit dan kembali menerjang Bella. Untung saja Emmett dan Carlisle berhasil menahan vampir itu. Alice yang melihat dari tadi langsung berdiri di depan mate nya. "Jas, jas, shh shh, it's okay.. itu hanya sedikit.. darah.."
Dan semuanya akhirnya sadar akan aroma darah yang mengalir dari tangan Bella. Semua vampir kali ini melihat ke arah manusia itu dan juga [Name] yang ada di sampingnya. "Jangan berpikir yang aneh-aneh," ucap iblis itu tegas.
"Bawa Jasper keluar dari sini," titah Carlisle pada Emmett yang langsung dituruti. Dia pun langsung ke sisi lain Bella dan memeriksa lengannya. "Maaf, maaf aku tidak bisa." Dan setelah mengatakan itu, Alice langsung pergi diikuti oleh Rosalie.
Dan di ruangan itu, tinggal lah Carlisle dan [Name] yang ada di samping Bella, dan Edward yang tampaknya menyesal telah melukai pacarnya.
"Tampaknya aku harus menjahit ini di ruangan ku," gumam kepala keluarga Cullen sambil melihat luka itu. Dia terdiam sejenak lalu kembali melihat ke arah Edward. "Cek Jasper, pasti dia sangat marah dengan dirinya sendiri. Dan aku tidak yakin dia akan mendengarkan yang lain kecuali dirimu sekarang."
Lalu akhirnya, disini lah mereka, Bella yang duduk di meja sementara Carlisle yang sedang mengeluarkan semua serpihan kaca dari luka itu. Dan [Name], seperti biasa hanya diam bersandar di dinding menahan amarahnya.
"Bagaimana kau melakukannya?" Tanya Bella yang mungkin penasaran, bagaimana bisa kepala keluarga Cullen itu sangat tahan dengan bau darah manusia, bahkan dapat menyentuh nya juga.
Carlisle yang mendengar itu hanya tertawa pelan sambil meneruskan pekerjaannya. "Bertahun-tahun berlatih."
Sementara [Name], dia hanya melihat interaksi mereka dari ujung ruangan dekat jendela. Hanya memperhatikan, tidak ingin berinteraksi lebih lanjut. Dia hanya melihat bagaimana cekatan nya Carlisle dalam mengobati Bella yang terluka, bagaimana vampir itu dengan santai nya menyentuh darah, yang notabene, adalah makanan nya. 'Sungguh anomali,' ujarnya dalam hati.
Namun karena jenuh, iblis itu pun memutuskan untuk pergi dari ruangan itu yang lama-kelamaan terasa semakin pengap. Mungkin dia hanya butuh udara malam yang segar. Dan akhirnya, [Name] memutuskan untuk keluar dari rumah para nyamuk itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Deal With the Devil [Twilight Saga x Reader]
Fiksi PenggemarKetika [Name] Michaelis membuka mata, ia mendapati dirinya jauh dari istana kelam yang biasa ia sebut rumah-terlempar ke dunia aneh penuh manusia fana. Tak ada tanda-tanda kakaknya, Sebastian, atau pun kehidupan iblis yang penuh intrik. Sebaliknya...
![Deal With the Devil [Twilight Saga x Reader]](https://img.wattpad.com/cover/383734638-64-k726680.jpg)