Vampire Baseball Match - 13

613 81 0
                                        

Malam itu, [Name] berdiam di kamar tamu rumah Charlie, kini kamar barunya. Sebagai iblis, ia tidak pernah membutuhkan tidur, jadi malam-malam seperti ini hanya dihabiskan dalam kesunyian, ditemani tumpukan buku-buku dari perpustakaan kecil yang ia 'pinjam' beberapa hari sebelumnya. Ia membalikkan halaman demi halaman, tenggelam dalam kata-kata yang berderet di lembaran kertas dengan tenang. Namun, bahkan dalam keheningan itu, ia mendengar segala sesuatu yang terjadi di rumah ini dengan jelas, termasuk suara langkah yang datang dari lantai atas.

Matanya menyipit ketika telinganya menangkap suara lembut langkah Edward yang masuk ke kamar Bella. Ia tahu persis siapa yang datang, dan meskipun aroma vampir itu memenuhi seluruh rumah, [Name] tidak melakukan apa pun. Baginya, Bella cukup dewasa untuk memutuskan apa yang ia inginkan, dan kalau pun [Name] mencoba mengusir Edward, Bella pasti akan marah padanya. Jadi, dengan setengah hati, dia hanya berdecak pelan dan membiarkan semuanya berjalan.

Pagi harinya, ketika aroma vampir itu hilang, ia bangkit dari kursinya dan melangkah ke dapur. Rutinitas pagi biasa segera dimulai: memasak sarapan untuk Charlie dan Bella. Pagi ini, dia memutuskan untuk membuat nasi goreng. Sederhana, tapi cukup memuaskan. Saat wangi tumisan bawang putih dan nasi yang harum memenuhi dapur, Charlie masuk, duduk di meja dengan senjata api di tangannya yang ia bersihkan dengan saksama. Kepala polisi itu memang sering membersihkan senjatanya seperti ini, seolah merasa bahwa ancaman selalu ada di luar sana, siap mengancam putri kesayangannya.

Tak lama kemudian, Bella muncul dari tangga, wajahnya sedikit merah muda. [Name] segera menangkap rasa gugup yang ia coba sembunyikan, dan ia tahu bahwa Bella akan mengatakan sesuatu yang besar. Setelah duduk di meja makan, Bella akhirnya mengaku.

"Ayah.., aku uhm, pacaran dengan Edward," katanya pelan, tapi cukup jelas untuk membuat Charlie mendongak dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
"Oh, aku sudah tau dari Carlisle," jawab Charlie singkat sambil mengamati reaksi Bella. Wajah Bella berubah bingung sejenak sebelum ia mengangguk pelan.

Sementara itu, [Name] mengangkat alisnya mendengar percakapan tersebut sambil terus menggoreng. Dalam hati, ia ingin tertawa mendengar betapa cepatnya informasi tersebut sampai ke telinga Charlie, namun ia memutuskan untuk tetap fokus pada sarapannya. Setelah selesai, ia langsung membawa piring berisi nasi goreng ke meja.

Tak lama setelah mereka mulai makan, Edward muncul di depan pintu rumah, wajahnya seperti biasa, tenang, tapi dengan mata yang berkilat penuh antisipasi. Dengan sopan, ia mengetuk pintu dan menyapa Charlie dengan anggukan hormat. "Aku ingin mengajak Bella untuk bermain baseball dengan keluargaku nanti," ujarnya, tenang namun jelas.

Charlie menatap Edward dengan pandangan tajam, seakan menimbang-nimbang permintaan tersebut. Namun, setelah berpikir sejenak, ia menyetujui permintaan Edward dengan satu syarat. "Tentu, tapi dengan satu syarat. [Name] harus ikut bersama kalian."

Suasana seketika terasa kaku, bahkan untuk [Name] sendiri yang terdiam sejenak, namun tidak kaget dengan syarat itu. Edward terlihat terkejut, tapi akhirnya mengangguk setuju. Meski enggan, ia tak punya pilihan lain.

---

Begitu mereka tiba di lapangan tempat bermain baseball, [Name] mengamati sekelilingnya dengan mata terbuka lebar. Area itu terbuka, dengan hutan mengelilingi lapangan dan langit kelabu yang menggantung di atas, dan bahkan ada air terjun yang letaknya tidak terlalu jauh. Ia langsung menyadari betapa seriusnya keluarga Cullen dalam hal bermain baseball. Rosalie, Emmett, Alice, Jasper, dan bahkan Carlisle semuanya mengenakan seragam baseball yang lengkap. Sementara itu, Bella hanya memakai pakaian kasual, topi yang diberikan Edward dan jaket tebal untuk melawan hawa dingin.

Mereka semua benar-benar memakai pakaian khas baseball, lengkap dengan seragam dan topi. Sementara itu, [Name] hanya memakai pakaian tidur bergambar Doraemon yang dibelikan Charlie karena pria itu kasihan dengannya. Ia tidak menyangka keluarga vampir ini akan seformal ini dalam bermain baseball.

Deal With the Devil [Twilight Saga x Reader]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang