Part 15

824 55 17
                                        

"Eul."

Noeul semakin mengeratkan pelukannya, menyembunyikan wajahnya di perpotong leher Peat. Dia yang melihat tatapan Peat, membuatnya memutuskan tak ingin mendengar jawaban pria cantik. Dia akan mendapatkan penolakan, itu bukan prasangka karena Noeul terlalu mengenal Peat dengan baik. Sehingga hanya dari tatapan Peat, Noeul tahu bahwa pria cantik itu akan menolaknya begitu saja. Sehingga dia tak akan mendengarnya, tak akan membiarkan hatinya sakit karena hal itu.

"Lihat aku, kumohon."

"Kau akan menolak ku, tidak mau!"

"Aku tidak menolak mu, Eul. Lihat aku dulu, ya?"

Mengangkat wajah, Noeul sudah merenggut seperti akan menangis. Peat sangat tahu, Noeul akan seperti itu jika dia tak langsung mengiyakan keinginannya. Tetapi tetap saja, sangat berat untuk dirinya menyetujui keinginan Noeul kali ini. Dia seperti orang yang termakan omongan sendiri, bahwa ternyata Peat memiliki perasaan lebih pada Fort. Sampai dia akan mampu untuk menolak permintaan Noeul, hal yang tak pernah dia lakukan selama ini. Ketika yang sekarang Peat inginkan hanya Fort, dan tidak dengan yang lainnya.

"Tidak hari ini, tidak malam ini, ya?"

"Kenapa Peat?~"

"Ada Boss dan Fort, Eul."

"Lalu, kenapa? Boss tidak akan keberatan."

"Eul, kumohon.~"

Noeul menolehkan wajah, menghindari untuk melihat Peat. Dia marah, juga merasa Peat bersikap tak lagi seperti dulu. Sebelum mengenal Fort, kapanpun Noeul mau atau apapun yang Noeul inginkan akan selalu Peat kabulkan. Namun sekarang lihat, keinginan kecil untuk tidur bersama. Melakukan seks seperti biasa, Peat bahkan mampu untuk menolaknya.

"Aku mau pulang."

"Noeul.~"

"Aku mau pulang, Peat!"

Melepas pegangan pada Peat, Noeul berbalik kemudian berjalan menuju meja mereka kembali. Dia akan pulang, namun dia ingin melakukan sesuatu terlebih dahulu. Sehingga sekarang, Noeul berjalan lurus. Sesampainya di meja, pria manis mengambil gelas wine lalu menyiramkan isinya tepat kearah Fort. Membuat Fort yang tak menduga hanya bereaksi kecil, dengan menutup kedua mata sebagai refleks. Sedangkan wajah dan pakaian nya, telah dipenuhi oleh cairan merah pekat yang Noeul tumpahkan padanya.

"Noeul!!!"

"Aku tidak menyukai mu!-"

"Hey, Baby. Ada apa denganmu?"

"-Jika kita bertemu lagi, aku mungkin akan melakukan hal lebih dari ini."

Noeul berbalik, bahkan hanya melirik Peat kecil lalu berlalu pergi begitu saja. Tak memperdulikan Peat akan marah, Noeul hanya ingin melampiaskan kekesalannya sendiri. Dia tak akan bisa menyakiti Peat, maka sebagai gantinya pria manis akan melakukan pada Fort. Jika tak memikirkan reaksi lebih dari Peat, Noeul bahkan berniat untuk melakukan lebih dari itu. Namun dia akan menahan diri, tetap saja tak ingin untuk dibenci oleh Peat nantinya. Jika dia nekat menyakiti lelaki milik sahabatnya itu.

Sedangkan Peat, dia hanya menghela napas berat. Lalu mengangguk mengiyakan saat Boss menepuk bahunya, tanda bahwa pria itu yang akan menggantikan untuk menenangkan Noeul kali ini. Sehingga Peat memutuskan untuk mendekat kearah Fort, mengambil sapu tangan dari saku. Duduk tepat didepan pria tan, kemudian mengusap dengan lembut wajah yang telah basah kuyup. Melihat dengan pandangan penuh rasa bersalah, Peat bahkan tak berani menatap langsung kearah sepasang iris legam yang tengah tertuju lurus padanya.

"Maaf."

"Kenapa anda yang meminta maaf, Khun?"

"Karena aku, kau jadi harus menerima penghinaan ini."

(Not) Love (FortPeat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang