Part 16

829 49 8
                                        

Peat semakin hari, semakin menunjukkan perasaannya pada Fort dengan jelas. Dia selalu meminta Fort untuk menemaninya makan siang, juga makan malam bersama. Terkadang membawanya ke pertemuan penting, yang tak ada hubungannya dengan perusahaan pria tan itu. Juga acara-acara besar, yang biasanya hanya didatangi oleh pemilik-pemilik perusahaan dan bukan pegawai biasa sepertinya. Memperkenalkan Fort dengan hampir semua orang-orang penting yang Peat kenal, Fort bahkan sekarang sedikit diperhitungkan karena perlakuan Peat terhadap dirinya.

"Khun Fort, selamat datang. Silahkan masuk."

Lihat saja, Fort bahkan disapa dengan begitu sopan begitu terlihat. Tak seperti beberapa minggu lalu, sekarang orang-orang menaruh hormat kepada dirinya. Membuat Fort menjadi lebih percaya diri, berjalan dengan dagu terangkat tinggi. Bahkan dia sudah sangat mahir memasang senyum bisnis, menyapa orang-orang dengan akrab. Walau Peat tak ada disampingnya kini, Fort sudah bisa bergabung dengan teman-teman pria cantik itu sekarang. Fort sudah begitu akrab dengan Net dan Zee, mengobrol tanpa merasa sungkan lagi.

"Peat seperti nya sangat sibuk."

Nunew berkomentar, saat melihat Peat dari kejauhan. Malam ini acara tersebut memang berada di Hotel milik pria cantik, ketika dia merupakan Tuan rumahnya. Sehingga sedari awal acara berlangsung, Peat terlihat sibuk menghandle semua hal. Dia bahkan belum duduk satu kalipun, saking sibuknya dia sekarang. Membuat Fort tak sekali dua kali menoleh, untuk memastikan dimana pria cantik itu berada. Dan saat melihat Peat berjalan kearah meja mereka, dengan wajah sedikit ditekuk karena kelelahan. Fort menghentikan aktivitas, menyelesaikan pembicaraan hanya untuk memberikan perhatian penuh pada Peat sekarang.

SREETT!BRUUGG!

Peat datang, lalu mendudukkan diri tepat diatas pangkuan Fort. Memeluk tubuh besar Fort, dengan wajah menelusup masuk pada perpotongan leher pemuda tan. Menghirup aroma tubuh maskulin, yang berhasil memberikan ketenangan bak nikotin. Tak peduli pandangan orang lain, juga tanggapan mereka sekarang. Peat hanya membutuhkan tempat nyaman, tempat untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya.

"Lelah sekali.~"

"Ingin beristirahat keatas?"

"Acaranya belum selesai, aku harus menyelesaikan nya dulu baru bisa istirahat."

Tidak ada satupun diantara semua orang di meja, yang tak melihat pemandangan dihadapan dengan heran. Nunew dan JJ bahkan menepuk kedua pipi mereka, coba menyadarkan diri. Meyakinkan diri bahwa pria yang tengah bersikap manja, juga bertingkah manis itu memang benar Peat teman dingin mereka. Peat itu hanya wajahnya yang manis, tetapi tingkah nya selalu berkebalikan. Dan bahkan saat bersama Noeul saja, Peat selalu menjadi orang yang memanjakan pria itu tidak pernah berlaku sebaliknya. Namun sekarang pada Fort, Peat justru bersikap begitu manja dan manis disaat bersamaan.

"Peat, tidakkah kau salah minum obat?" Pavel pada akhirnya berkomentar, saat dia juga sama terkejutnya seperti yang lain. Jika itu dia yang bersikap manja pada Pooh, walau badannya besar tetap bisa dimaklumi. Namun ini Peat, pria cantik dengan julukan es itu kini bersikap manis. Hal mustahil, mengingat Peat seperti orang yang tak memiliki hati sebelum ini. Dia orang paling rasional, yang selalu berkata bahwa cinta itu tak ada. Tetapi sekarang justru jatuh dengan begitu keras, pada seorang lelaki yang bahkan mungkin tak ada dalam hitungan mereka juga mungkin Peat sendiri.

"Pavel, berisik!"

Peat bergumam, tak suka digoda namun tak juga coba beranjak dari posisi nyamannya. Dia masih membutuhkan tubuh besar Fort, ingin menikmati lebih lama kenyamanan yang sekarang membuai. Namun mengingat kewajiban yang harus dikerjakan, Peat beranjak dengan tak rela. Menekuk wajah lucu, Peat masih berdiri dihadapan Fort. Sedangkan Fort sendiri, dia juga masih menggenggam jemari lentik. Memainkan dengan lembut, lalu membawanya ke arah bibir. Menciumi satu persatu, mengecup dengan lembut.

(Not) Love (FortPeat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang