Part 27

688 40 21
                                        

"Kau pikir, kau bisa?!"

"Kau pikir, aku tak bisa Force?"

Itu kepercayaan diri yang tak akan bisa dibantah, Fort bahkan tak memiliki keraguan sedikitpun pada setiap kata dan tindakan. Dia seperti orang yang benar-benar siap, melakukan kata juga tindakan itu sekarang. Tanpa ragu, tanpa takut. Lagi pula, Force dihadapannya tak lagi terlihat menakutkan. Dia bahkan terlihat tak lebih dari orang sekitar, yang tak lagi memberikan getaran takut. Dibandingkan dengan Force, Fort jauh lebih takut pada Peat. Namun saat dia menoleh kearah samping, pria cantik itu justru bergelayut manja pada lengannya. Hal yang tak akan mungkin membuat Fort takut lagi, karena Peat jelas telah jinak. Dia sudah sangat patuh pada Fort, untuk apapun yang diinginkan pria tan itu.

"KAU!"

"Jaga perilaku mu, Force."

Peat berucap main-main, tidak melakukan dengan serius sama sekali. Tetapi ucapan tersebut langsung membungkam Force, seperti seseorang yang telah dipotong ekornya. Dia menjadi sedikit penurut pada Peat, setelah ditunjukkan dokumen akuisisi. Seperti tak berani macam-macam pada pria cantik, jika tak ingin masa depannya juga perusahaan miliknya hancur ditangan Peat. Namun bukan hal itu yang diinginkan pria cantik, Force memang harus merasa takut. Tetapi bukan pada Peat, dia seharusnya takut justru pada Fort. Karena sekarang yang memegang kendali itu pria tan, bukan Peat sama sekali. Dia saat ini hanya akan melakukan apapun yang Fort perintahkan, tak akan melakukan hal selain itu.

"Khun Peat, kau tidak mungkin akan melakukan apapun yang dia katakan, bukan?"

"Tentu akan kulakukan."

Tersenyum manis, ekspresi dan perkataan terlalu bertolak belakang. Force menjadi sangat frustasi, bahwa Peat memihak Fort dengan penuh. Dan hal itu berarti tak ada celah untuk dirinya bernegosiasi, jika bukan dengan pria tan. Sedang Fort, masih menunggu dengan santai. Bahwa Force akan merubah fokusnya kali ini, itu tidak seharusnya Peat karena sekarang Fort lah yang harus dia yakinkan tentang apapun itu. Pria tan yang memegang kendali, baik itu masalah akuisisi atau bantuan yang diinginkan Force dan ayahnya. Peat telah menyerahkan semua itu sepenuhnya, bahkan ide untuk mengakuisisi perusahaan pria itu saja Fort yang menyarankan. Membutuhkan uang yang sangat banyak, tetapi Peat bahkan langsung menyetujui idenya tanpa berpikir. Pria cantik itu benar-benar tak masalah dengan jumlah bath yang akan dia keluarkan, asal Fort meminta dia akan melakukan apapun itu.

"Jadi, bagaimana Force? Ingin mulai membuat kesepakatan denganku?"

Fort kembali membuka suara, ingin kembali mendapatkan perhatian. Dan Force tentu saja tak memiliki alasan lagi untuk mengabaikan, dia telah memahami situasi dengan cepat. Sekarang nasibnya benar-benar ada pada tangan Fort, jika dia ingin selamat maka hal pertama yang harus dilakukan adalah menerima uluran tangan tersebut. Walau harus menurunkan ego, Force pada akhirnya tak bisa melakukan apapun. Dia harus menerima, setiap perlakuan pria tan itu mulai sekarang.

"Apa yang kau inginkan aku lakukan, Fort?"

"Tidak, tidak. Bukan seperti itu seharusnya kau berbicara Force?"

"Apa?"

"Nada seseorang yang butuh bantuan tidak seperti itu, jadi ulangi. Lakukan dengan benar."

"Apa yang bisa aku lakukan agar kau mau membatu ku, Fort?"

"Mari kita pikirkan dulu."

Peat mendongak, melihat Fort yang tengah bertingkah kini. Dia tersenyum, saat sorot mata Fort menjelaskan lebih dari kata-kata. Pria itu terlihat begitu puas, dengan sepasang iris yang bergetar senang. Terlihat begitu menikmati untuk menjatuhkan Force, membalas pria yang begitu dibencinya itu. Bahkan dia sekarang lebih memilih mempermainkannya, dibandingkan langsung membalas dendam. Tetapi Peat suka itu, karena akan terlalu mudah jika hanya menghancurkan begitu saja. Lebih baik mempermainkan dahulu, memberikan lebih banyak efek jera. Sehingga di masa yang akan datang, menjadi lebih mudah untuk mengendalikannya. Peat sudah melakukan semua itu berulang-ulang, jadi sudah terlalu biasa dengan pola yang sama.

(Not) Love (FortPeat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang