Part 21

605 46 27
                                        

Dua pasang langkah berjalan terburu, melewati pintu masuk tanpa halangan. Bahkan mereka tak harus melalui pemeriksaan, saat penjaga disana mengenal mereka dengan baik. Saat masuk dalam ruang besar penuh hingar-bingar, mereka hanya melalui begitu saja. Ketika tujuannya sekarang hanya satu, sebuah ruangan yang berada pada lantai dua. Itu ruang private, khusus pelanggan VIP. Tempat biasanya kelompok kecil namun dengan uang berlimpah menghabiskan waktu mereka, memesan tempat untuk berpesta sendiri. Seperti malam ini, hampir setengah penghibur laki-laki mereka di sewa untuk satu ruangan tersebut.

"Pria itu hampir menyewa lebih dari dua puluh orang, gila! Sekaya apa sebenarnya orang itu?!"

Menoleh terganggu, pria manis merasa semakin khawatir setelah mendengar penuturan salah satu pelayan pembawa minuman. Dia berbelok, untuk mencapai tempat yang baru saja ditinggalkan orang itu. Dia yakin orang yang dia cari ada disana, juga dengan semua hal yang baru saja didengarnya. Sedangkan pria tampan dibelakang, mengikuti dalam diam. Dia tahu pria manis itu mengetahui lebih dari dirinya, kemana harus pergi untuk mencari sekarang. Sehingga sekarang mereka berjalan kearah sebuah pintu besar yang tertutup rapat, walau begitu mereka tetap memaksa untuk membukanya. Dan-

"Brengsek!!! Apa yang kalian lakukan?! Lepaskan!!!"

Pria itu berseru keras, lalu membelah kerumunan. Tak peduli dengan keadaan kacau disekitar, fokusnya tertuju hanya pada satu tempat. Sofa ditengah ruangan, yang tergerumuni banyak orang. Dibantu pria tampan, mereka berhasil menjauhkan para pria mabuk yang sudah kehilangan kesadaran. Lalu mencapai, satu orang yang duduk ditengah. Pria manis itu-Noeul Nuttarat hampir menjerit keras, melihat keadaan pria dihadapan. Walau pada akhirnya dia hanya berjalan mendekat, kemudian jatuh terduduk. Kedua tangan gemetar, coba meraih bagian tubuh yang begitu dekat dengan dirinya.

"P-peat~"

Terputus, suaranya hanya mampu melirihkan satu nama. Lalu tangan berhasil meraih sebelah tangan yang terkulai lemas, dia menggenggam dengan lembut dan begitu hati-hati takut akan melukai kulit pucat. Namun ternyata pergerakan kecil tersebut disadari pemilik tubuh, sehingga kepala yang sebelumnya mendongak lemas kini menoleh kecil. Mata rusa yang selalu terpendar mempesona, kini meredup seolah kehilangan cahayanya. Membuat Noeul menutup mulut tak percaya, tak menduga akan menemukan keadaan Peat yang seperti ini kembali.

"Eul~"

Itu hanya sebuah panggilan lirih, namun membuat Noeul tak mampu menahan lelehan air mata. Dia menangis begitu dapat memproses cepat keadaan Peat saat ini, karena baginya hal seperti ini bukan pertama kalinya. Pria manis itu dulu pernah menghadapi Peat yang berada dalam keadaan yang sama, juga mengingat begitu sulitnya saat itu. Dan sekarang, Noeul harus kembali menghadapi semua itu. Tak mengeluh karena harus menghadapi semua itu, hanya saja Noeul mengingat betapa sulitnya untuk kembali mendapatkan sahabatanya untuk bisa bersikap normal.

"Peat, ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Katakan padaku~"

Merengek dalam tangis, Noeul ingin mengetahui sebenarnya kejadian apa yang kembali memicu trauma sahabat nya itu. Semua itu sudah lama berlalu, namun melihat Peat mengalami semua itu kembali ketakutan itu juga ikut datang. Noeul tak ingin Peat menyiksa dirinya kembali, dengan ketakutan yang dialaminya sendiri. Tidak bisakah kali ini Noeul menolong Peat dengan cepat, tanpa harus sekalipun kehilangan sang sahabat.

"Lebih baik kita bawa Ai Peat dengan cepat, Eul."

Boss melepaskan jaket yang dikenakan, lalu coba menyelimuti tubuh telanjang Peat. Setelah berhasil melakukannya, Boss dengan cepat ingin meraih tubuh kurus. Namun saat Boss berusaha mengangkatnya, Peat dengan cepat beringsut menjauh. Terlihat begitu takut untuk disentuh, padahal sebelum ini dia seperti seseorang yang tak sadar dengan begitu banyak sentuhan. Tetapi sekarang saat Boss yang hanya ingin membantunya, Peat justru menunjukkan sebuah penolakan. Tak ingin disentuh sedikitpun, dia memeluk tubuhnya begitu erat.

(Not) Love (FortPeat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang