Part 19

818 46 14
                                        

GREEPP!PLAAKK!

Fort begitu terkejut, ketika tangannya yang coba meraih tangan Peat justru ditepis pria cantik. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, pria itu berjalan mundur guna menghindarinya. Hal yang tak pernah ada dalam bayangan Fort, ketika sedari awal dia coba mendekatinya dan Peat tak pernah sekalipun menunjukkan sedikitpun penolakan. Namun sekarang, dia justru menerima semua itu tanpa alasan. Tunggu-

"Apa yang terjadi?"

"Kenapa kau bertanya padaku? Tanyakan saja langsung pada orangnya."

Ivy benar-benar orang yang begitu menyebalkan, Fort bersumpah jika bisa mengulang waktu dia tak akan mau bersinggungan sedikitpun dengan wanita itu. Sehingga dari pada berurusan dengan Ivy, Fort lebih memilih memusatkan perhatiannya pada Peat. Dia ingin mengetahui hal sebenarnya yang terjadi pada pria cantik, membuatnya kembali berbalik menghadap Peat. Dan masih menemukannya dalam keadaan gemetar, dengan tatapan yang tak fokus sama sekali. Ini pertama kalinya bagi Fort, mendapati Peat dalam keadaan yang tidak pria itu bayangkan sedikitpun.

"Khun Peat."

Tatapan itu masih tak fokus, walau getaran pada tubuh telah mulai berkurang. Sepertinya pria itu menyadari bahwa dia tengah berada ditempat umum sekarang, sehingga dia memaksakan kesadarannya untuk kembali. Sedangkan Fort tak mencoba melakukan kesalahan yang sama, karena dia sekarang bersikap begitu hati-hati. Dia tak langsung menyentuh Peat, namun dia membuat pria cantik itu untuk fokus kepada dirinya. Dia ingin Peat melihat tepat kearahnya dahulu, juga menyadari bahwa dihadapannya kini adalah dirinya. Dia menarik sudut bibir, menciptakan sebuah senyum kecil pada bibir.

"F-fort?"

"Iya, ini aku Khun. Fort."

GREEPP!

Dua tangan menggenggam erat tangannya, meremas dengan sedikit kencang. Ketakutan berubah menjadi rasa cemas, dia seperti seseorang yang tengah panik. Tetapi Fort tak tahu alasan dari perilaku itu, walau begitu dia memilih untuk membalas genggaman. Coba memberikan rasa aman, meyakinkan Peat agar tak merasakan rasa takut tentang apapun itu. Ketika dia berada disana, tepat disamping pria cantik. Dia akan melindungi Peat, dari apapun yang membuatnya takut sekarang.

"Kau ingin aku membawamu pergi dari sini, Khun?"

"Ya, aku ingin pergi dari sini."

"Baiklah, ayo kita pergi."

Fort memeluk bahu kecil Peat, membimbing pria cantik itu untuk berjalan sekarang. Dia mengabaikan secara penuh wanita sepupu Peat itu, walau Ivy memang terlihat tak coba melakukan apapun sekarang. Dia terlihat begitu tenang, tetapi justru hal tersebut yang lebih berbahaya. Seolah dia memiliki pemikirannya sendiri, yang sepertinya siap dijalankan kapan saja dia mau. Apalagi setelah melihat respon Peat, kakak sepupunya itu masih selemah dahulu. Dia masih terikat bayangan masa lalu, hal yang dapat digunakan untuk menjalankan rencana dalam kepalanya nanti.

Sedangkan Aya yang melihat sang Bos dituntun, dengan cepat berjalan mendekat. Dia tidak coba mengambil alih Peat, mengingat Fort jauh lebih baik dengan tugas tersebut. Tubuhnya terlalu kecil untuk membimbing sang Bos, namun dia mengarahkan kemana Fort harus membawa Peat sekarang. Itu ruangan khusus, mengingat acara masih berlangsung dan banyak sekali media yang meliput acara kali ini. Keluar dari gedung dalam keadaan Peat sekarang, akan berakhir menjadi gosip tak menyenangkan esok hari. Sehingga sebisa mungkin Aya akan menjaga privasi juga kebenaran akan keadaan Peat dari media. Pria cantik itu juga tak suka terekspos didepan media, walau kadang dia dikejar-kejar untuk diliput tentang kehidupan pribadinya dibanding hasil kerjanya.

"Anda masuklah kedalam, saya akan menyiapkan mobil dari arah belakang. Keluar begitu saya mengintruksikan."

Aya tengah coba menghubungi Pam, menyuruh supir Peat itu untuk menjemput sang Bos dari arah belakang gedung. Walau pada akhirnya dia memutuskan untuk keluar, ketika tak juga berhasil menghubungi. Lebih baik dia mencarinya sendiri, dari pada hanya menunggu mengingat keadaan Peat yang tak baik-baik saja. Sehingga sekarang wanita itu memilih keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan Fort dan Peat hanya berdua disana. Mereka berjalan kearah tengah ruangan, tepat pada salah satu sofa didalam sana. Mendudukkan Peat disana, Fort masih begitu bingung dengan hal yang terjadi pada pria cantik tersebut.

(Not) Love (FortPeat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang