Fort melihat pantulan dirinya di cermin, lalu tersenyum kecil saat menemukan tubuh bagian atasnya benar-benar dipenuhi bekas gigitan. Itu kissmark yang tak akan hilang dalam satu dua hari, pasti membutuhkan berhari-hari untuk menghilangkan semua itu. Dia jadi tahu type seperti apa Peat itu, dia pria yang tidak suka berbagi. Juga tak suka sesuatu yang dia miliki diusik, sehingga mulai sekarang Fort akan mengingat semua itu. Menanamkan semua itu di kepala, agar dia tak pernah coba untuk bermain-main dengan hal itu lagi.
"Baiklah, Fort. Mari hanya memfokuskan diri hanya untuk Peat Wasuthorn seorang."
Selesai dengan monolog sendiri, Fort mengenakan bathrobe milik Peat yang terdapat didalam kamar mandi. Lalu kembali mengulas senyum semanis mungkin, dia akan kembali mencoba peruntungan. Mereka memang telah melakukan seks tadi, tetapi Fort rasa jika Peat meminta lagi maka dia akan dengan senang hati menurutinya. Selain berterimakasih untuk mobil baru yang dia terima, Fort juga rasanya sudah amat ketagihan. Bermain dengan Peat, selalu memberikan kepuasan tak tertandingi. Sehingga melakukan sekali, tidak akan pernah terasa cukup.
CKLEK!SREETT!BRAAKK!
Fort mengerjap terkejut, baru saja dia keluar dari dalam kamar mandi sesuatu melayang tepat kearahnya. Tidak mengenai langsung, namun menghantam tembok dengan keras. Kemudian pecah berkeping-keping, remuk karena terlempar kencang. Saat menunduk, Fort menemukan benda itu adalah sebuah ponsel. Benda datar yang tidak mungkin secara kebetulan akan terlempar, seandainya tidak ada yang melakukan semua itu.
"Khun?"
"Bukankah sudah kukatakan padamu, aku tidak suka berbagi!"
Peat yang berdiri disisi ranjang, pelaku pelemparan yang terjadi. Namun yang Fort tidak mengerti, mengapa pria cantik itu melakukannya? Juga, apa maksud dari kalimat Peat tersebut? Sungguh, Fort tak mengerti satupun yang terjadi. Baik pelemparan juga dari kata-kata yang dia terima. Bahkan ekspresi keras pada wajah cantik, Fort juga tidak mengerti alasan dibalik semua itu.
"Khun Peat, ada apa?"
"Berhenti disana, Fort!!!"
"Aku benar-benar tidak mengerti maksud Khun sebenarnya."
"Kau mencium Ivy, dan kau tidak mengerti itu?!"
Fort terbelalak, saat kalimat terakhir yang Peat ucapkan seolah menyambar. Pria cantik kini tiba-tiba membahas tentang ciuman, hal yang dia lakukan tiga hari yang lalu. Kejadian yang tidak dia perhitungkan sedikitpun, mengingat Fort hanya melakukan itu untuk main-main. Dia bahkan sekarang telah menyesal, pernah bertemu dengan wanita menyebalkan tersebut. Tak pernah sekalipun berpikir, bahwa semua itu benar-benar akan membawa masalah bagi Fort pada akhirnya.
"Tunggu, kurasa anda salah paham Khun-"
"Salah paham? Tentu saja, aku salah paham tentang dirimu."
"-Tidak, Khun. Maksudku kau salah paham tentang kejadian itu, aku tidak benar-benar menciumnya."
"Lalu, kau pikir aku buta? Kau jelas-jelas menciumnya!"
"Kejadian sebenarnya tidak seperti itu, Khun."
"Aku tidak peduli, kau tetap saja menyentuhnya.-" Peat yang tengah diliputi rasa marah, sekarang tak membutuhkan penjelasan. Karena sekeras apapun Fort menjelaskan, dia tidak akan pernah menerimanya. Peat sudah mengatakan dengan begitu jelas pada Fort, bahwa dia tak suka berbagai. Dan jika saja pria tan melakukan semua itu dengan orang lain, Peat mungkin tidak akan pernah semarah ini. Namun orang yang Fort cium itu Ivy, sepupu yang paling Peat benci. Orang terakhir yang Peat ingin bersinggungan dengan dirinya, bahkan dalam keadaan biasa sekalipun.
"-Dan aku paling membenci itu semua. Sekarang keluar dari sini, Fort!!!"
"Khun, aku sungguh bisa menjelaskan semua itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
(Not) Love (FortPeat)
FanfictionHubungan simbiosis mutualisme, itulah yang tengah terjalin diantara mereka berdua. Peat Wasuthorn pengusaha muda kaya raya yang selalu haus akan sex, bertemu dengan Fort Thitipong karyawan biasa yang ingin merubah kehidupan menyedihkan dengan cara a...
