Bertatapan.
Dua pasang mata saling menyelami satu sama lain, coba membaca isi hati masing-masing. Sepasang mata rusa hanya terpendar datar, tak memiliki emosi didalamnya. Sedang iris legam lebih banyak menyimpan emosi, coba menutupi perasaan dengan begitu keras. Dia tak ingin menunjukkan dengan jelas, perasaan yang kini tengah dia rasakan. Walau begitu Peat pada dasarnya tak membutuhkan untuk tahu, dia bisa menebak dengan mudah. Seperti yang dia katakan, Fort sekarang tengah menunjukkan tujuan akhir dari usaha untuk mendekati dirinya. Pria itu menginginkan sebuah balas dendam, dan semua itu membutuhkan Peat untuk dapat melakukannya.
"Apa yang akan Khun lakukan?"
"Kenapa bertanya padaku? Bukankah pertanyaan itu lebih cocok untukmu, Fort?"
"Maksud Khun?"
"Kau yang seharusnya memikirkan, apa yang ingin kau lakukan pada mereka?"
Membalik pertanyaan, Peat ingin Fort yang memikirkan jawaban atas pertanyaan pria tan tersebut. Dia yang ingin balas dendam, dan Peat hanya akan memfasilitasi keinginan pria itu pada akhirnya. Tak akan ikut campur, pria cantik akan menyerahkan segalanya pada Fort. Pria itu yang seharusnya berpikir, akan seperti apa pembalasan yang dia inginkan sebenarnya. Apakah itu sesuatu yang begitu kejam? Atau justru balas dendam penuh emosi? Apapun itu pada akhirnya akan tetap Peat kabulkan, karena itu Fort yang menginginkan semuanya.
"Aku ingin menginjaknya! Aku ingin mereka berada dibawah kakiku! Berada serendah mungkin, agar aku bisa menginjak mereka sesuka hati."
"Maka lakukan."
"..."
"Lakukan apapun yang kau inginkan, Fort. Kau bebas menggunakan ku."
SREETT!
Maju dengan begitu cepat, berada sangat dekat tepat didepan wajah Peat. Fort terlihat jelas ingin memastikan, bahwa Peat sungguh-sungguh dengan ucapannya kini. Dia akan mendukung Fort secara penuh, atas apapun yang akan dilakukan terhadap Force juga pada yang lainnya. Karena saat ini Fort membutuhkan semua itu, untuk membalas sakit hati yang dulu pernah dia rasakan. Rasa rendah diri, juga kecil hati akibat perlakuan yang dia terima dahulu. Bahkan semua itu selalu menjadi mimpi buruk paling Fort benci, karena dia bisa melihat dirinya sendiri yang begitu rendah. Hanya karena dilempari beberapa bath, Fort berakhir menjadi bulan-bulanan Force dan yang lainnya. Dia harus membalas semua itu, dengan sangat setimpal kali ini.
"Benarkah aku bisa menggunakan mu, Khun?"
"Tentu, gunakan aku dengan baik sampai kau merasa puas."
"Kalau begitu, aku tidak akan lagi merasa sungkan Khun."
Mengangguk, Peat menyetujui tanpa berkata apapun. Selain karena ini tujuan sebenarnya Fort, Peat kali ini seperti orang yang dibutakan cinta. Dia akan melakukan apapun untuk Fort, asal pria itu merasa senang. Dan juga merasa lebih bergantung padanya, karena Peat dapat memberikan semua yang Fort butuhkan. Peat akan menjadi orang paling penting didalam hidup Fort, sehingga pria itu tak lagi membutuhkan apapun kecuali dirinya. Hanya Peat seorang, Fort harus berpikir bahwa di dunia ini dia hanya membutuhkan seorang Peat Wasuthorn Chaijindar. Tak ada orang lain, hanya dia seorang. Lihat, bukankah Peat adalah orang yang sangat egois?
"Tetapi sebelum itu, kau harus membantuku mandi. Bertanggung jawablah pada perbuatan mu, Fort."
Langsung bergerak tanpa berpikir dua kali, Fort meraih tubuh Peat dengan lembut. Dia bahkan bergerak terlewat hati-hati, saat kini menggendong tubuh Peat. Bridal, Fort menyelipkan tangan pada bahu juga pada paha bawah. Sedangkan Peat langsung mengalungkan tangan, menyeimbangkan diri pada gendongan Fort. Menatap pria tan, Fort begitu tampan sampai Peat tak dapat mengalihkan pandangannya. Sehingga disepanjang jalan, Peat tetap menatap wajah Fort tanpa berkedip. Hey Peat, tidakkah kau terlalu jelas menunjukkan perasaanmu saat ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
(Not) Love (FortPeat)
FanfictionHubungan simbiosis mutualisme, itulah yang tengah terjalin diantara mereka berdua. Peat Wasuthorn pengusaha muda kaya raya yang selalu haus akan sex, bertemu dengan Fort Thitipong karyawan biasa yang ingin merubah kehidupan menyedihkan dengan cara a...
