''Kak Callie, aku ingin bicara sama Kakak, ayo ikut aku'' Raisha menarik tangan Callie dan meninggalkan Fiony.
''Raisha, Callie tunggu'' Amanda mengikuti mereka berdua.
''Fiony itu Callie sama Raisha kenapa sedih gitu wajahnya, mereka berdua sedang bertengkar atau mereka berdua ada masalah ?''.
''Aku mau cerita tapi enggak disini'' Fiony melihat Tryan.
''Kalian kalau mau cerita disini aja lagian aku udah tau kok masalah yang telah terjadi sama Callie'' Tryan menghampiri mereka berdua.
''Jadi kamu sudah tau tentang masalah Callie'' Fiony tegang.
''Sebentar maksud kalian berdua itu apa dan maksud masalah Callie, memangnya kenapa sama Callie ?'' Chika kebingungan.
''Kak Chika lihat sendiri aja deh'' Fiony memberikan dan menunjukkan pesan Hp kepada Chika.
''Astaga !'' Chika melihat dengan terkejut, ''kasihan banget Callie''.
''Fiony, Chika aku harus pergi dulu''.
''Oh iya Tryan hati-hati, terus tugas kita gimana Tryan ?'' Chika bertanya dari kejahuan.
''Nanti biar aku yang selesaikan'' Tryan menjawab sambil berkali meninggalkan mereka berdua.
Sedangkan di rumah sakit, Zee menuju ke rumah sakit bersama dengan Christy untuk menjenguk Langit, pada saat mereka berdua masuk ke kamar rawat Langit, dia terkejut karena melihat Langit yang sudah sadar, Zee yang merasa senang karena Langit sada dari koma-nya dan menghampiri lalu memeluknya dengan khawatir sehingga membuat orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut dan terdiam melamun, kemudian Zee melepaskan pelukannya dari Langit. Langit pun tersenyum melihat sikap Zee, lalu Jinan meminta tolong agar Zee menjaga Langit karena ada hal yang ingin Jinan bicarakan dengan Christy, kemudian mereka berdua keluar dari kamar Langit dan meninggalkan mereka berdua.
''Maaf ya Kak, untuk soal tadi'' kata Zee dengan gugup lalu duduk.
''Iya Zee enggak papa, kalau kamu ingin peluk lagi aku malah seneng''.
''Ha !, apaan sih Kak Langit, aku enggak ngerti maksud Kakak'' Zee berkata dengan gugup.
''Oh iya Zee, aku ingin minta maaf ya soal waktu itu karena aku mengalami kecelakaan kamu pasti nungguin aku lama di tempat itu''.
''Kalau soal itu Kak Langit enggak perlu mikirin itu, lagian aku juga masih di dalam perjalanan waktu itu terus tiba-tiba dapat kabar kalau kamu masuk rumah sakit karena kecelakaan, jadi aku langsung ke rumah sakit''.
''Oh gitu ya'' Langit tersenyum tiba-tiba terdiam sambil melihat Zee.
''Kamu kenapa lihatin aku terus !'' Zee melihat dengan gugup.
''Aku mau tanya soal surat dan boneka yang kamu ambil itu, kamu sudah membacanya kan ?''.
''Iya, aku sudah baca surat itu dan terima kasih untuk boneka-nya''.
''Iya Zee sama-sama''.
''Kak Langit, aku mau menjawab soal pertanyaan kamu waktu itu''.
''Soal pertanyaan yang mana Zee ?''.
''Kamu kan pernah bilang kalau kamu suka sama aku dan waktu kamu sudah berani mengungkapkan perasaan kamu sama aku, jadi aku ingin menjawab semua pertanyaan kamu itu''.
''Tapi Zee, aku sudah melupakan itu, karena aku sadar diri kalau untuk mendapatkan hati kamu itu tidak semudah yang aku kira, jadi lebih baik aku ingin...''.
''Aku mau jadi pacar kamu Langit''.
Langit yang mendegar jawaban dari membuatnya terkejut dan terdiam menatap Zee, dan di luar kamar rawat Jinan bercerita dengan Christy tentang Julian yang belum ada kabar sama sekai, lalu pada waktu mereka sedang bercerita datanglah Eric bersama Bryan membawakan makanan dan minuman, sedangkan di sekolah SMK Tunas Harapan (di perpustakaan), Greesel sedang membaca buku dan mengerjakan tugas bersama Alya, setelah itu Miko datang dan menghampiri Greesel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Flying High 2
RandomZee dan teman-temannya yaitu, Christy, Shani, Fiony, Gracia, Jinan, Chika, dan Ara, tengah dihadapkan pada misteri yang membingungkan. Mereka berusaha mencari sosok pria misterius yang telah menolong mereka dalam situasi berbahaya. Pria itu menghila...
