33. Girls Day Out

25 0 0
                                        

2 bulan kemudian

Hari ini genap 4 bulan usia kandungan Ivy, dan hari ini akan diadakan pengajian sederhana dikediaman Alan dan Ivy

Sama seperti pengajian waktu peresmian rumah baru mereka, kini mereka juga mengundang anak-anak yatim piatu, beberapa saudara dan teman-teman keduanya

"Bunda," teriak gadis kecil yang baru saja tiba di rumah Ivy dan Alan

"Tata," pekik Ivy terkejut saat melihat keponakan satu-satunya datang bersama kakak dan abangnya

"Tata kangen sama bunda,"

"Bunda juga kangen sama Tata," ucap Ivy lalu membalas pelukan Tata

"Gimana kabarmu dek ?" Tanya Iva

"Baik kak. Kok kakak gak ngasih tau sih kalau mau datang," ucap Ivy lalu memeluk kakaknya

"Kan kejutan buat kamu. Udah dong jangan nangis,"

"Kakak jahat banget sama aku. Gak ngasih tau kalau pindah ke Bali," rengek Ivy

"Kalau kakak bilang, yang ada nanti kita gak jadi pergi karena kamu pasti melarang kita pergi,"

"Kangen-kangenannya dilanjut nanti lagi ya. Sekarang kita masuk ke dalam," potong Alan

"Ah iya sampai lupa. Ayo kak, bang, kita masuk," ucap Ivy

Setelah kedatangan Iva dan keluarga kecilnya, acara 4 bulanan Ivy pun dimulai

****

Tak terasa sudah sore hari, yang artinya pengajian selesai satu jam yang lalu. Kini keluarga Alan dan Ivy tengah berkumpul di ruang keluarga sambil mengobrol ringan

"Gimana kerjaan kakak disana ?" Tanya Ivy

"Sejauh ini sih baik. Rekan kerja kakak juga baik-baik disana,"

"Kakak betah disana ?"

"Siapa yang gak betah tinggal di Bali, disana suasananya sangat nyaman. Kalau kamu kesana, kakak jamin bakal betah juga,"

"Tata gimana disana ? Apa betah juga ?"

"Tata betah kok disana. Setiap weekend, dia pasti main ke pantai sama ibunya bang Ken,"

"Berarti disana dekat pantai dong ? Wah makin gak sabar mau main kesana,"

"Sabar ya sayang. Bulan depan, setelah aku berhasil ngajukan cuti, kita bakal main ke Bali," potong Alan

"Iya deh gapapa meskipun harus nunggu bulan depan," keluh Ivy

"Sekalian ajak om sama tante juga Lan kalau ke Bali. Kan enak jadi rame," sahut Iva

"Boleh, nanti biar gue yang ngomong sama mereka,"

"Iyaudah sepertinya kakak harus pamit pulang dulu ke rumah mama. Tata udah ngantuk, maklum tadi habis landing  langsung ke sini," pamit Iva

"Kenapa gak nginep disini aja sih kak. Aku kan masih kangen,"

"Kakak udah kangen sama rumah. Kangen masakan mama juga,"

"Kakak berapa hari di Jakarta ?"

"Tiga hari,"

"Cuma tiga hari doang ?"

"Kakak sama bang Ken harus kembali kerja, gak bisa libur lama-lama. Lagian Tata juga harus sekolah,"

"Iyaudah deh. Tapi kakak besok harus luangin waktu buat aku ya. Kita jalan-jalan berdua,"

"Iya. Iyaudah kakak pamit ya,"

"Hati-hati kak,"

Setelah Iva berpamitan, ternyata semua orang juga berpamitan untuk pulang. Hanya menyisahkan sang pemilik rumah dan beberapa ART yang tengah membersihkan sisa-sisa dari acara tadi

INEFFABLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang