"Kamu jadi pulang hari ini ?" Tanya mama Nura
"Iya ma. Besok mas Alan udah harus masuk kerja. Kasian kalo berangkat dari sini kejauhan. Kapan - kapan aku bakal nginep di sini lagi,"
"Rumah ini sepi semenjak kamu nikah terus kakak kamu juga ikut pindah,"
"Mama sama papa kan masih bisa main kerumah. Atau enggak main ke tempat kakak,"
"Iya deh. Minggu depan mama mau ke tempat kakakmu. Kangen sama Tata,"
"Ikut ma,"
"Izin dulu dong sama suami kamu. Dan tanya dulu sama dokter, boleh atau gak pergi naik pesawat,"
"Iyaudah deh ntar aku tanyain ke mas Alan,"
"Ayo masuk. Alan pasti udah nungguin kamu,"
Sesampainya di ruang keluarga, Ivy langsung berpamitan kepada papanya
"Pa, aku pamit pulang dulu ya,"
"Papa kira kalian masih mau bermalam disini,"
"Besok mas Alan kerja pa,"
"Weekend lagi kita bakal nginep disini lagi kok pa," sahut Alan
"Iyaudah kalian hati-hati ya. Kabarin papa sama mama kalau ada apa-apa,"
"Iya pa," sahut Alan dan Ivy
****
"Mas, boleh gak kalau weekend depan kita main ke Bali,"
"Ke tempat Iva ?"
"Iya mas. Aku udah kangen banget sama kak Iva dan Tata,"
"Boleh-boleh aja asal udah dapat izin dari dokter Sarah,"
"Besok kan kita bisa tanya dokter Sarah pas waktu periksa mas,"
"Besok jadwal periksanya jam berapa ?" Tanya Alan
"Jam 2 siang mas,"
"Iyaudah besok mas jemput ya di kedai,"
"Enggak usah mas. Aku aja yang ke rumah sakit, diantar sama Rina dan pak Herman,"
"Iyaudah deh besok mas tunggu di rumah sakit. Sekarang waktunya kita tidur,"
Alan lalu membantu Ivy untuk membenarkan posisinya agar lebih nyaman ketika tidur
"Sayang," panggil Alan
Ivy pun menoleh ke arah suaminya, "Iya mas kenapa ?"
"Aku pingin nengokin baby boleh ?" Tanya Alan
"Besok kan kita emang mau nengokin baby mas," jawab Ivy yang tak tahu maksud dari ucapan Alan
"Ihh bukan itu sayang. Aku kangen, kita udah lama gak kayak gitu,"
"Kayak gitu apa mas ?"
"Kayak gini," jawab Alan lalu ia memasukkan tangannya ke dalam piyama milik Ivy
"Mas," pekik Ivy saat tangan Alan mulai meremas dua gundukan miliknya
"Boleh ya ? Janji bakal pelan-pelan kok," pinta Alan
Ivy pun menganggukkan kepalanya
Alan pun langsung melancarkan aksinya. Ia mulai mencium bibir ranum istrinya. Sedangkan tangannya terus meremas dua gundukan milik Ivy
Ciuman Alan mulai turun di leher istrinya.
"Ahhh," rancau Ivy
Mendengar rancauan Ivy membuat Alan menjadi tambah semangat. Alan langsung membuka piyama milik Ivy, tak lupa juga dengan penutup dua gundukan itu
KAMU SEDANG MEMBACA
INEFFABLE
RomansaIneffable, sesuatu yang sangat hebat dan luar biasa, sehingga sulit diungkapkan dengan kata-kata . . Alan, adalah seorang hot daddy berusia 35 tahun yang harus membesarkan putrinya seorang diri. Ia harus membagi waktu antara mengurus putri dan peke...
