Part 17

2.4K 258 12
                                    

" rui " panggil rufeng ketika mereka makan bersama di mansion utama keluarga li

" feng ge "

" apa yang kau fikirkan ? " tanya rufeng

" tidak ada ge ? "

" bagaimana hubungan mu dengan neo ? "

" semua baik baik saja "

" apa neo kasar padamu " tanya rufeng

Rui menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan rufeng.

" neo memang keras kepala dan juga dingin tapi gege yakin kamu bisa meraih hati nya " ujar rufeng

" dia mencintai orang lain ge " jawab rui sendu

" orang yang sudah meninggal tepatnya " ujar rufeng

" maksud gege ?! "

" neo dua kaki kehilangan orang yang dia cintai. Yang pertama dia kehilangan he yu. Tunangan nya sejak kecil. Dan lalu dia kehilangan yan an " ujar rufeng

" jadi orang yang di cintai neo ge sudah tiada ge "

" neo kehilangan he yu 8 tahun yang lalu saat neo baru kuliah di tahun pertama. 2 tahun dia menutup hatinya dan akhirnya dia bertemu dengan yan an mereka berhubungan selama dua tahun namun dia pun harus kehilangan yan an dua tahun lalu " ujar rufeng.

Rui hanya terdiam mendengar semua cerita kisah cinta neo sebelum dia masuk kedalam kehidupannya.

Rui menatap langit di balkon kamar neo saat neo kuliah dulu.

" ge " panggil rui

" hemm " jawab neo tanpa mengalihkan pandangan dari laptop milik nya.

" boleh kah aku mencintai gege " tanya rui

Jari jari neo yang sedang mengetik tiba tiba membeku memdengar perkataan rui.

" sudah aku bilang jangan pernah berharap lebih dari pernikahan ini " jawab neo datar

" aku tidak minta gege membalas cintaku. Tapi izin kan aku mencintai gege " ujar rui

" sudah malam tidur lah " perintah neo

" neo ge "

" tidak baik orang hamil tidur terlalu malam " ujar neo lagi

Rui hanya bisa menatap kesal pada neo.
Dia naik keatas tempat tidur siapa untuk berbaring.

" ge ... " rengek rui lagi

" kerjaan ku masih banyak "

Neo melepas kemejanya lalu memberikan pada rui. Rui dengan senang hati menerimanya.

Tanpa berlama lama rui sydah terlelap. Neo menghampiri ranjang mereka. Menatap dalam wajah tentram milik rui.

" maaf rui. Aku ... tuhan sebenarnya perasaan apa ini. Apa aku menyukai dia ? Tidak tuhan aku tidak ingin menggantikan siapa pun di hati ku selain yun ge " ucap neo

Dia menarik kembali tangan nya ketika akan membelai pipi gembil milik rui.

Neo berlalu keluar kamar menenangkan hati.

Neo duduk di tepi kolam renang. Dia terdiam menatap langit.

" sampai kapan kau akan menutup diri neo " tanya sebuah suara

" selamanya " jawab neo ketus

" daddy tau daddy salah padamu. Tapi rui dan anak mu mereka tidak harus jadi korban rasa sakit mu "

Yah yang dateng adalah tuan li ayah kandung neo.

Namun neo masih menyimpan kekecewaan terhadap ayahnya hingga dia tidak ingim berlama lama bertemu dengan sang ayah.

" sudahi semua ini neo. Jangan egois. Rui dan anak mu membutuhkan mu " ujar tuan li menahan tangan rui

" istri dan anak ku itu urusan ku " ujar neo

Neo berlalu meninggalkan tuan li yang masih menatap punggung milik putra bungsunya.

" andai saja aku menyetujui hubunganmu dengan yan an mungkin kau tidak akan seterluka ini " desis tuan li

Luka yang di torehkan sang ayah benar2 membuat neo tidak ingin memulai hubungan baik kembali.

" yan an maaf kan paman nak "

==================================

Jangan lupa vote dan komen

A BITTER MEMORY  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang