Part 30

1.7K 197 6
                                    

Zi ye yang kesal tidak bisa membujuk ying lei akhirnya dia ke rumab pamannya.

Dia menemui kaka sepupunya yang kelakuan nya tidak jauh beda dari zi ye.

" wujie ge " pangil zi ye saat sampai di kamar putra tunggal dari lei mengsha.

" kenapa ? " jawab nya mengalihkan pandangan dari layar game nya.

" lei ge tidak ngizinin aku pergi malam ini buat taruhan dengan albert " ujar nya kesal

" kau yang aneh bagaimana lei ge akan ngizinkan kau pergi itu balapan liar dan lei ge itu punya tanggung jawab sama daddy neo. Kau fikir lei ge akan membiarkan mu celaka " ujar wujie

" betul juga "

" kita kabur aja. Gege akan jemput mu di belakang mansion " ujar wujie

" kau lupa rumah ku banyak cctv " ujar zi ye lemas

" anak bodoh " ujar wujie sambil memukul pelan kepala zi ye

" sakit ge "

" kamu punya teman kaya zhang dan varo kenapa tidak di manfaatkan. Mereka jangan kan hanya merentas cctv merentas keamanan negara aja mampu " jelas wujie

" ah gege bener. Baiklah aku akan menemui mereka. Gege harus siap jemput aku. Karena aku tidak mungkin bawa kendaraan sendiri yang ada aki ketahuan daddy sama mommy " jelas zi ye

Wujie hanya mengangkat jempol nya tanda setuju lalu kembali menatap layar gamenya.

Sesampai nya di mansion keluarga yoon.

" TIDAK " jawab alvaro dan zhang bersamaan

" Ayo lah lo berdua tega liat gue di remenhin sama tuh makhluk ghoib " bujuk zi ye

" zi umur lo baru 13 otwe 14 lo tuh muka aja sama tinggi badan yang keliatan dewasa tapi umur lo masih bocah yah kali mau balapan liar " nasehat zhang

" kalo gue ngga ladenin tuh demit zhang dia bakalan terus berulah kasian adek adek kelas kita di tindas terus sama manusia setengah ubur ubur " ujar zi ye geram

Ini lah alasan zi ye terima tantangan albert. Bukan karena dia di tuduh sudah merebut kekasih albert tapi karena zi ye merasa kesal atas sifat premanisme albert di sekolah. Dan sejauh ini tidak ada yang mau menegurnya.

" oke gue bantu " ujar alvaro akhirnya

" gitu dong "

" tapi lo hati hati dan satu hal lo pake mobil kita jangan pake mobil albert. Dia itu anak bandara narkoba. Gue yakin ayah nya licik dia pun licik " ujar alvaro lagi

" mobil lo berdua ? " tanya zi ye

" hemmm. Kita ada mobil rakitan dan gue yakin lo bisa menang dengan mudah pake tuh mobil. Dan ini mobil udah sangat safety soalnya di rancang khusus sama opa kami " jelas zhang

" oke lah nanti malem gue bakalan di jemput sama wujie ge. Dan kalian jangan lupa bantu oke " ujar zi ye

" hemm "

Zi ye akhirnya tenang nanti malam dia bisa melaksanakan taruhannya. Dia sudah menyusun rencana akan kabur setelah makan malam dan akan kembali sebelum subuh.

" tanpa bantuan ying lei ge gue tetep bisa balapan. Kenapa gue susah bujuk dia. Sungguh buang buang waktu " gerutu zi ye sepanjang kembali kerumah.

Sementara di cafe tempat rui ngobrol bersama pei.

BRAKKK

" ahhh " rui memegang pinggangnya yang terbentur mengenai ujung meja.

Dia pun memegang bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah akibat tamparan orang di hadapannya.

" rui ... lo ngga apa apa ? " tanya pei

" ngga pei gue ngga apa apa " jawab rui

" ngga apa apa gimana ? Lo liat bibir lo berdarah " protes pei

" lain kali gue peringatin sama lo gak usah ikut campur urusan gue. Bocah ini cuma anak jalanan mau gue siksa atau bunuh pun itu urusan gue " hardik perempuan arogan di hadapannya

==================================

Jangan lupa vote dan komen

A BITTER MEMORY  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang