Pagi ini Lisa bangun lebih awal daripada keluarganya. Lisa yang melihat Jennie masih tertidur tenang pun menduselkan wajahnya ke cekuk leher Jennie.
Sedangkan Jennie yang merasa terganggu langsung memeluk Lisa sambil menarik selimutnya tanpa membuka matanya.
"Sayang Mommy Masih ngantuk~"ucap Jennie kala Lisa tidak berhenti mendusel padanya. Sementara Kai dan Rose yang memang ikut tidur diaana tidak terganggu sama sekali.
"Ade haus Mommy" ucap Lisa pelan.
Jennie membuka matanya perlahan dan sedikit memijit keningnya.
"Minum apa sayang? Susu mau?" Tanya Jennie karna Setiap pagi biasanya Lisa minum susu yang biasa dibuat olehnya.
Lisa menggeleng. "Air putih aja"
Jennie bangun dari tidurnya kemudian mengambil air putih di gelas yang memang sudah tersedia di kamarnya.
Setelah selesai minum Jennie kembali berbaring karna ingin melanjutkan tidurnya lagi.
"Sini bobo lagi sayang" Jennie menarik pelan lengan Lisa agar berbaring karna ia ingin memeluknya lagi.
"Mommy tidur aja, Ade udah ga ngantuk" ucap Lisa sedikit memundurkan tubuhnya karna tidak ingin dipeluk Jennie lagi.
"Yaudah sini deketan, Mommy mau peluk kamu" pinta Jennie karna ia tidak bisa tidur tanpa memeluk Lisa.
Lisa menurut saja begitu Jennie kembali menarik selimutnya lagi untuk mereka berdua. Perlahan Jennie memejamkan matanya lagi sementara Lisa hanya diam dengan mata yang sudah segar tidak mengantuk.
Lima menit kemudian Jennie terlihat sudah nyenyak sementara Lisa sudah merasa bosan. Karna itu, Lisa perlahan melepaskan pelukan Jennie.
Setelah berhasil lepas Lisa melihat kebelakang terdapat Daddy dan Kakaknya tengah tidur berpelukan. Kemudian perlahan dia turun dari kasur itu.
***
"Kakak berangkat ya"
"Hati-hati sayang, nanti bekelnya dihabisin ya"
"Iya Mom"
Rosé mengangguk patuh kemudian memberikan salam perpisahan dan Jennie langsung membalasnya dengan kecupan hangat pada kening putri sulungnya.
"Bawa Mobilnya pelan-pelan aja, inget kamu bawa anak aku" ucap Jennie karena Rosé diantar suaminya.
Kai terkekeh namun mengiyakan "Iya Yeobo, aku bakal hati-hati kok"
"Kabarin kalau udah nyampe sana"
Setelah mengantar Rosé sampai depan bersama suaminya, Jennie kembali masuk kedalam rumah untuk menemui princess bungsunya.
"Non Lisa ada di belakang nyonya" beritahu pekerja disana begitu sudah paham dengan Jennie yang pasti mencari sibungsu.
Jennie mengangguk tersenyum. "Terimakasih bi"
Jennie melangkah ke halaman belakang dimana tempat putri bungsunya berada. Begitu sudah sampai dia langsung melihat Lisa yang tengah asik bermain dengan kucing-kucingnya. Sambil memperhatikan, Jennie duduk di ayunan sambil membawa macbook sambil memeriksa pekerjaan.
"Lili kamu lucu bgt sih~" gemes Lisa pada kucing kesayangannya.
"Hahaha jangan gigit, geli~" tawa Lisa begitu si lili menggigit-gigit jari-jari Lisa yang terasa seperti gelitikan hingga ia tertawa.
Muach
Lisa beberapa kali mengecup kepala si lili saking gemasnya.
"Jangan cium-cium gitu de nanti bulunya nyangkut loh di hidung kamu " peringat Jennie takut Lisa bersin-bersin gegara bulu-bulu kucing yang menempel itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Light
Genç Kurgu"Pelan-pelan de" "Sus mana Mom?" Jennie menuntun anaknya untuk duduk bareng bersama suami juga putri sulungnya. "Mommy sus mana~" rengek Lisa yang tadi dihiraukan Jennie. "Sus resign de, katanya gamau lagi ngurusin bayi gedenya"
