Satu minggu berlalu Lisa sudah di perbolehkan pulang walaupun harus kembali istirahat di rumahnya. Operasi Lisa memang bukan main-main bahkan seminggu pun tidak cukup. oleh karena itu untuk beberapa hari Lisa tidak boleh melakukan aktivitas apapun dirumah walaupun anak itu kekeh merasa sudah baik-baik saja.
Kini, Lisa yang merasa bosan yang sedari pagi di kamarnya memilih untuk turun kebawah dimana kucing-kucing peliharaanya berada. ia sudah sangat merindukan kucing-kucingnya itu karena sudah hampir sebulan ia tidak bermain dengan kucing peliharaannya.
"Lili kemarilah"
Kucing itu menurut lalu mendekati sang majikan yang tengah asik duduk di lantai tepat di depan rumah kecil yang sengaja untuk tinggal kucing-kucingnya.
"Hahahaha" tawa gadis itu saat semua kucingnya kini mengurubunginya bahkan semua kucing Lisa berebut agar mendapat elusan dari sang majikan.
"Uuuhh~ gemasnya" kekeh Lisa merasa senang.
"Hum~ aku juga merindukan kalian"
"Bagaimana kalau kita tidur bersama disini?" Tiba-tiba ide itu muncul di benak Lisa karena saking kangennya.
"Sebentar kalian menyingkir dulu" ucap Lisa kemudian beranjak dan ingin pergi ke karpet berbulu yang memang sudah ada disana.
Saat sudah berada di atas karpet berbulu itu Lisa segera membaringkan tubuhnya disana. Kucing-kucingnya Lisa pun ikut membaringkan tubuh mereka bersama sang majikan. Entah diatas perut Lisa bahkan sampai berada di kepala Lisa dan hal itu membuat Lisa kesusahan bernapas namun merasa senang.
"Ya Pelan-pelan!"
Sementara itu disisi lain Jennie dan Suaminya tengah berada diperjalanan menuju pulang. Ya, mereka habis melakukan pekerjaan singkat yang tidak bisa ditinggalkan di masing-masing kantor mereka. Sebenarnya hanya Jennie saja, namun karna Kai yang sudah rindu dengan anak-anaknya memilih ikut pulang, toh dia pemimpinnya.
"Kita makan dulu ya?"
Jennie segera menggeleng. "Langsung jemput kakak!" Tolak Jennie karena tidak ingin berlama-lama.
Kai terkekeh, dia sengaja memancing kemarahan sang istri.
"Aku mau beli kopi dulu bentar"
"kopi terus tiap hari" kesal Jennie yang sudah tidak mood.
"Kemarin aku ga minum loh padahal" balas Kai membela dirinya.
"Besok-besok kamu kurangin kopinya" putus Jennie mencegah agar suaminya tidak terus-menerus meminum kopi, mengingat Kai memliki riwayat asam lambung.
"Seminggu sekali aja, bisa kan?" Imbuh Jennie.
"Loh kok gitu?"
"Iya atau ga sama sekali?"
"Ck iya-iya"
Tepat setelah mengatakan itu mereka sampai di kafe langganan Kai, ia pun menghentikan mobilnya di parkiran.
"Kamu mau engga sayang?" Tanya Kai di jendela Mobilnya.
Jennie menggeleng. "Beliin buat kakak aja, nanti anaknya mau"
Kai mengangguk saja lalu pergi ke kafe itu. Sembari menunggu suaminya Jennie membuka layar hijau lah memencet tombol merah untuk melakukan panggilan.
Tut
Tut
Tut
"Ck, Kok ga diangkat" Khawatir Jennie saat menelpon anaknya.
Tak lama kemudian Kai sudah membeli kopi lalu masuk ke dalam Mobil.
"Aku beli cemilan juga buat Ade nih" ucap Kai yang sengaja membeli kentang kesukaan Lisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Light
Jugendliteratur"Pelan-pelan de" "Sus mana Mom?" Jennie menuntun anaknya untuk duduk bareng bersama suami juga putri sulungnya. "Mommy sus mana~" rengek Lisa yang tadi dihiraukan Jennie. "Sus resign de, katanya gamau lagi ngurusin bayi gedenya"
