29

3.6K 285 13
                                        

"enghhh"

Pagi-pagi sekali Lisa bangun dari tidurnya. Tidak ada siapapun dihadapannya hingga saat melihat ke sofa ia dapat ada Jennie dan Rosé yang masih tertidur pulas.

Karna naluri Ibu dan anak sangat kuat, Jennie terusik lalu membuka matanya. Dia menatap ke arah brankar lalu mendapati sang anak yang sudah terbangun sambil menatapnya.

"Sayangnya Mommy~"panggilnya sambil menghampiri brankar.

"Udah bangun hm?" Tanya Jennie setelah memberikan kecupan singkat pada Putrinya.

Lisa mengangguk lalu ingin bangun. Jennie pun membantu menaikan kasur Lisa lalu menambah bantal pada punggung Lisa agar anaknya bisa duduk.

"Ade mau apa sayang bilang sama Mommy?" Ucap Jennie sambil menyurai rambut panjang putri bungsunya.

"Minum" pinta Lisa saat tenggorokannya sedikit kering.

Jennie langsung mengambil air untuk Lisa. Dengan telaten ia memegang gelas itu untuk Lisa meminumnya.

"Perutnya masih mual ga de?" Tanya Jennie memastikan.

Lisa menggeleng. "Syukurlah" ucap Jennie sambil tersenyum.

Karena Jennie yang memang habis bangun tidur berniat ke kamar mandi untuk mencuci muka namun Lisa malah mencekalnya.

"Mommy cuma mau cuci muka sebentar de" beritahu Jennie saat Lisa seperti tidak ingin di tinggal.

Lisa pun akhirnya melepaskan cekalan itu.

Jennie terkekeh lalu mengecup gemas pipi anaknya lalu beranjak pergi ke kamar mandi.

Saat ditinggal, Lisa menghela napas lalu menyandarkan kepalanya di dasbord kasur. Tubuhnya masih lemah hingga hanya bisa melamun menatap kedepan.

Saat sudah selesai Jennie sudah merasa segar kembali duduk di samping brankar Lisa.

Lisa sedikit tersentak saat Jennie menyentuh lengannya. Dia tidak menyadari kalau Jennie sudah selesai di kamar mandi.

Jennie memberikan senyuman manis pada putrinya. Lisa yang melihat itu merentangkan kedua tangannya meminta di gendong.

Jennie lantas dengan sigap langsung menggendong Lisa dengan kehati-hatian.

"Uhhhh anak Mommy~"

"Tangan aku ditusuk Mommy, sakit~" Adu Lisa  lagi, dirinya kembali mengeluhkan tangannya yang di infus. Lisa kini sudah di gendong Jennie dan dia taruh kepalanya di bahu Jennie untuk mengadu.

Jennie usap-usap punggung anaknya agar merasa nyaman.

"Sabar ya, Nanti juga dilepas kok kalau Ade udah baikan" balas Jennie menenangkan Lisa.

"Marahin aja Omanya Mommy" ucap Lisa yang masih cemberut.

Jennie mengangguk. "Iya nanti Mommy Marahin de"

Tak lama kemudian Kai datang dengan menenteng kotak makan untuk sarapan keluarganya.

"Eh udah bangun Bidadari-bidadari Daddy"

Kai mengecup kening Lisa kemudian beralih mengecup singkat bibir Jennie. Hal itu mampu membuat Lisa tak terima, ia langsung mengusap bibir Jennie dengan ibu jarinya.

"Ga bolehh cium-cium Mommy!" Marah Lisa.

"Lohh kan ini istri aku" iseng Kai saat melihat perlakuan Lisa.

Jennie yang sudah tau hanya bisa menggeleng heran dengan kelakuan random suaminya untuk menjahili Lisa.

"Aaaaa Mommy~" kesal Lisa yang ingin menangis.

My Little LightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang