"Eomma ada apa?" Tanya Kai yang datang tergesa-gesa.
Yoona menyuruh Kai duduk terlebih dahulu lalu memberikan surat pada Kai untuk membacanya. Kai menerimanya dengan ragu.
"A-apa ini?" Kaget Kai dengan tangan bergetar karena takut terjadi apa-apa dengan putri bungsunya.
"Eomma tidak mungkin" lirih Kai menatap Yoona tidak percaya.
"I-ini bohong kan Eomma?"
"Eomma hiks" tangis Kai dengan haru.
"Selamat, Lisa kita akan sembuh Kai" ucap Yoona dengan penuh kebahagiaan.
Dengan wajah bahagianya Kai langsung memeluk mertua yang sudah ia anggap ibunya sendiri.
"Gomawo Eomma~" Yoona mengangguk sambil menepuk pelan bahu sang menantu.
"Kalau begitu aku akan memberitahu Jennie Eomma, dia pasti senang"
"Sebentar" Yoona mengambil sesuatu didalam lacinya, dan itu sebuah kertas.
"Besok Dokter Suzi tiba di Korea, kemungkinan besar lusa Lisa bisa di operasi, Mengingat kondisi sekarang ia menurun kau harus menjagnya, Eomma berharap besok & lusa Lisa kondisinya kembali baik agar Operasinya berjalan dengan lancar" jelas Yoona pada sang menantu.
Kai mengangguk mantap. "Kai janji Eomma Lisa pasti bisa melewatinya"
***
Diruang rawat sedari tadi Jennie menggenggam tangan Lisa seakan tak mau lepas dari putrinya. Sambil memasang wajah sendu membuat Lisa merasa bersalah.
"J-jangan sedih" pinta Lisa di balik masker oksigennya.
Jennie kecup lagi tangan putrinya itu dengan lembut.
"Mommy janji bakal terus jagain ade" balas Jennie seakan menghiraukan permintaan putri bungsunya.
Lisa yang mendengar itu paham, sekarang ia membalas genggaman itu dengan tangannya guna memberi kehangatan pada sang Mommy. Tiba-tiba terlintas sebuah pertanyaan di pikirannya.
"Aku bakal sembuh kan Mom?"
Jennie mengangguk cepat. "Pasti sayang, Ade harus sembuh" tegas Jennie meyakinkan putrinya walaupun dia juga tidak yakin.
"Kenapa Ade berpikiran begitu? Mommy ga suka Ade bilang kaya gitu" imbuh Jennie tidak terima Lisa melontar pertanyaan seperti itu.
"Kalau Ade pergi, Mommy—"
"Stop de! Kamu ngomng apa sih! Kamu ga boleh kemana-mana!" Ucap Jennie semakin kesal pasalnya putrinya malah berbicara kemana-mana.
"Aku takut~"
"Jangan Takut Mommy disini bakal terus nemenin Ade"
"Tapi—"
"Pokonya jangan pernah tinggalin Mommy sekalipun, kalau Ade mau coba-coba ninggalin Mommy, Mommy bakal susul ade!" Ucap Jennie dengan yakin. Lisa yang melihat itu langsung terdiam sorot mata Mommynya terlihat tidak berbohong.
"Mommy ga bisa hidup tanpa Ade, lebih baik Mommy ikut kemanapun Ade pergi hiks~" lirih Jennie diakhiri dengan sebuah isakan yang memilukan.
Lisa sedikit menegakan tubuhnya agar bisa memeluk ibunya. Ia bawa Mommynya kedalam pelukannya.
"Jangan gitu Mom, Kasihan Kakak sama Daddy"
"Mommy ga peduli, Mommy cuma mau Ade terus di samping Mommy hiks janji sama Mommy hiks" Jennie terisak hebat dipelukan Putri bungsunya. Dapat Lisa rasakan bahunya sudah basah karena tangisan Mommynya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Light
Novela Juvenil"Pelan-pelan de" "Sus mana Mom?" Jennie menuntun anaknya untuk duduk bareng bersama suami juga putri sulungnya. "Mommy sus mana~" rengek Lisa yang tadi dihiraukan Jennie. "Sus resign de, katanya gamau lagi ngurusin bayi gedenya"
