"Kakak, gausah bawa adikmu seperti itu!" peringat Jennie saat melihat Rosé berlarian bersama Lisa. Segera ia menyusul kedua anaknya.
Rosé dan Lisa memang tengah menikmati keindahan sore hari di jalan komplek perumahannnya. Karna Jennie yang memang takut terjadi apa-apa, makanya ia juga ikut memantau kedua anaknya berjalan-jalan di sekitar komplek dan sekarang mereka menuju taman komplek yang dekat dengan rumahnya sambil berjalan kaki. Karena Lisa dan Rosé kesenangan jadilah Rosé membawa adiknya berlari.
"Haha seru kan de?" Tanya Rosé berhenti dengan napas memburu karena habis membawa adiknya berlari-lari.
Tentunya Lisa juga ikut ngos-ngosan karena cukup melelahkan berlari walaupun baru sebentar.
"Ha-ha Seru kak" Ucap Lisa terbata karena belum menormalkan napasnya yang memburu.
Jennie berhasil menyusul kedua anaknya.
"Astaga di bilangin jangan lari-lari, Sini duduk dulu" Jennie membawa keduanya duduk di bahu jalan terlebih dahulu.
Jennie memberikan air kepada Rosé kemudian beralih ke Lisa.
"U okey?" Tanya Jennie dengan khawatir.
Lisa mengangguk. "I'm oke Mom" balasnya sambil mengambil air di tangan Jennie.
Jennie menelisik wajah Lisa yang pucat. Ia menangkup wajahnya.
"Kalau ada yang Ade rasain bilang sama Mommy" ucap Jennie memastikan anaknya.
Lisa mengangguk. "Ne"
"Ayo de, kita lanjut lagi" ajak Rosé.
"Jangan lari-lari" suruh Jennie ikut bangkit lalu mengikuti kedua anaknya yang bergandengan tangan menuju taman komplek.
"Iya Mommy" kompak kedua anaknya.
***
"Kalian darimana aja sih, lama banget" Ucap Yoona yang sedari tadi menunggu kedatangan cucu-cucunya. Dia kesal dengan Jennie karna terlalu lama membawa Lisa dan Rosé keluar rumah.
"Mianhae Eomma, tadi kita mampir dulu ke minimarket, Ade ngerengek pengen ice cream" ungkap Jennie menjelaskan agar tidak ada kesalahpahaman.
Yoona menatap wajah Lisa dan Lisa hanya menyengir saja.
"Oma Ade makan ice creamnya du—emmhh"
Lisa berhasil membungkam mulut kakaknya agar tidak memberitahu Omanya kalau dia makan ice creamnya dua.
"Lepas de" Kesal Rosé lalu menatap adiknya. Lisa melakukan puppy eyes pada kakaknya agar kakaknya luluh.
"Kenapa? Ade makan ice creamnya ga banyak kan de?" Tanya Yoona memastikan.
Lisa mengangguk. "Cuma 1 kok, iya kan Kak?" Lisa menyenggol bahu Rosé agar mengiyakannya.
"Iya Oma, udah ah aku mau mandi" Rosé melengos pergi ke kamarnya karna merasa gerah dan ingin cepat-cepat mandi.
Jennie yang melihat drama itu hanya menggeleng saja. Sebenernya ia tahu namun ia memilih diam karna sudah di ancam oleh si bungsu agar tidak memberitahu Omanya.
"Bagus deh, Minggu ini berarti Ade udah ga boleh makan ice cream lagi, okey de?"
Mendengar itu Lisa mengerucut bibirnya. "Oma~ tapikan Ade suka ice cream~" rengek Lisa tidak terima dengan peraturan yang di buat oleh Omanya.
Yoona menghela napas lalu menangkup wajah Lisa agar menatapnya.
"Ini buat kebaikan Ade, Ade nurut ya sama Oma, hm" ucap Yoona dengan lembut supaya cucunya bisa nurut.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Light
Teen Fiction"Pelan-pelan de" "Sus mana Mom?" Jennie menuntun anaknya untuk duduk bareng bersama suami juga putri sulungnya. "Mommy sus mana~" rengek Lisa yang tadi dihiraukan Jennie. "Sus resign de, katanya gamau lagi ngurusin bayi gedenya"
