43

2.2K 281 43
                                        

Seminggu berlalu, lisa masih betah menutup mata. Padahal semua keluarga nya sangat menunggu dirinya, namun lisa sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan bangun. Seperti  Jennie yang saat ini  benar-benar meninggalkan semua pekerjaan nya karena ingin terus bersama putrinya yang masih betah menutup mata.

"Bangun sayang~" Lirih Jennie yang menatap wajah lisa dengan penuh ketakutan. Takut putrinya benar-benar akan meninggalkannya.

Bahkan dalam seminggu ini dia tiap hari mengajak ngobrol putrinya namun tidak ada balasan apapun dari mulut putrinya yang selama ini ia tunggu- tunggu.

"Setelah adek buka mata, Mommy Janji bakal sama adek terus~" Jennie yang terus ia ulang-ulang agar lisa terbangun.

Jennie menggeser sedikit baju lisa, kembali terlihat bekas luka pukulan yang beberapa hari lalu ia ketahui, dan katanya lisa mendapatkan kekerasan fisik.

"Hiks hiks maafkan Mommy sayang" Isak Jennie kembali menangis.

"Pasti ini sakit ya de~ hiks"

"Kenapa ga bilang sama Mommy hum~"

"Kenapa adek nyembunyiin ini dari Mommy hiks hiks" Tangis Jennie pecah mengingat sebulan kemarin meninggalkan putrinya yang telah disiksa oleh orang lain namun anak ini  tidak pernah mengadu.

Cklek

"Mommy~" Lirih Rose dengan mata yang sendu.

Tak di pungkiri kalau dia lagi-lagi melihat sang Mommy rapuh selama seminggu ini. Ia pun mendekati Mommy nya.

"Mom waktunya sudah habis" Ucap Rose karena waktu menjenguk sudah habis dan ingin menjemput Mommynya agar keluar dari ruangan ICU adiknya.

Benar, adiknya belum sama sekali ada perkembangan semenjak seminggu yang lalu. Bukan hanya keracunan saja, namun Jantung adiknya mengalami masalah sehingga sang adik belum sama sekali ada perkembangan dan masih kritis. Untuk mengetahui sang adik sudah membaik adalah dengan adiknya membuka matanya namun sampai sekarang adiknya belum sama sekali membuka mata oleh karena itu Rose selalu berdoa agar sang adik segera membuka mata dan mengatakan kalau ia baik-baik saja.

"Ayo Mom" Mau tak mau Rose memaksa Jennie keluar dari ruangan karena waktunya memng sudah habis. Ia menuntun tubuh lemah Mommynya berjalan keruangan sebelah.

"Mommy istirahat dulu ya"

Jennie ikut tumbang sehingga dalam tiga hari ini ia juga ikut di rawat di samping ruangan lisa karna ia yang meminta.

"Sayang maafin Mommy ya" tidak hanya meminta maaf kepada lisa, namun Jennie juga sering meminta maaf kepada Rose yang sudah ia sering ditingalkan juga selama sebulan kemarin.

Rose menggeleng. Ia berusaha kuat di depan Mommynya.

"Mommy Jangan meminta maaf terus, kakak ga suka" Ucap Rose dengan pelan agar tidak melukai hati Jennie yang tengah rapuh.

"Tapi Mommy sering ninggalin kalian~"

"Its okay Mom, kakak ga marah. Udah ya Mom Mendingan Mommy istirahat dan jangan mikir aneh-aneh" Ucap Rose menenangkan Mommynya.

Jennie pun akhirnya mengangguk. "Kamu udah makan?"

"Udah, Mommy yang harus makan kakak suapin mau?"

Jennie menggeleng. " Mommy ga laper"

"Kenapa? Mommy sakit gara-gara ga makan" Balas Rose memberitahu karena akhi-akhir ini Jennie jarang makan akhirnya ikut dirawat juga dan hal itu membuat dirinya merasa sedih.

"Kalau Mommy terus gamau makan kapan sembuhnya? Kakak gamau sendirian kalau semua orang yang kakak sayangi sakit hiks" Berbalik, tinggal Rose yang akhirnya menangis merasa kesal dan sedih ketika tahu Mommynya ikut sakit menyusul sang adik yang masih belum membuka matanya.

My Little LightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang