"Daddy minta maaf ya sayang"
"Kamu udah maafin Daddy kan?" Ucap Kai dari telepon. Ia teringat ucapan dia semalam yang mengatakan Lisa adalah beban. Padahal ia hanya bercanda namun Lisa menganggapnya serius sehingga ada drama terlebih dahulu sebelum mereka tidur namun sekarang sudah berbaikan.
Lisa menganggukan kepalanya pelan.
"Kapan Daddy pulangnya?"
Benar, Pagi-pagi sekali Kai izin pergi keluar negeri karna ada pekerjaan. Dan tentunya tanpa memberitahu kedua anaknya terlebih dahulu sehingga si bungsu kembali merajuk karena Daddynya pergi tanpa bilang-bilang.
"Dua hari lagi nanti pulang kok, kamu jaga diri baik-baik yaa. Jangan bandel sama Mommy"
"Iya, Daddy juga hati-hati"
Disana Kai mengangguk tersenyum.
"Udahan ya, Daddy mau kerja"
Telepon itu mati setelah Kai berpamitan. Lisa yang memang tengah berada di ruang dance sekolah langsung menyimpan ponsel itu karena latihan akan segera di mulai.
"Lisa-ya palli" panggil senior yang mengajarinya.
"Ne"
Latihan pun di mulai. Dengan lihai dirinya mampu melakukan semua gerakan yang di ajari seniornya. Bahkan ia menjadi junior termuda dan tercepat yang bisa menguasai semua gerakan hanya dengan beberapa detik saja.
Menit latihan pertama sudah berakhir, semua junior di istirahatkan termasuk Lisa.
"Huh, cape juga ya" gumam Lisa menyeka keringatnya yang bercucuran. Kedua tangannya ia topang di kedua lutut dengan napas ngos-ngosan.
"Nih minum dulu" ucap Seulgi yang membawakan Lisa minuman dingin.
"Thanks" Lisa menerimanya lalu langsung meminumnya.
"Lo keren Lis" Puji Seulgi pada performa Lisa ketika latihan tadi. Padahal Umur Seulgi di atas Lisa, namun Lisa lebih jago dalam menguasai latihan.
"Ah gomawo" ucap Lisa berterima kasih.
Tak lama senior kembali memanggil para juniornya. Para Junior segera berkumpul kembali untuk latihan namun tidak dengan Lisa yang di tahan oleh Seulgi.
"Hey, Lo udah aja"
Lisa menggeleng. "Lo apaan sih" kesal Lisa yang tiba-tiba tangannya di cekal.
Seulgi menghembuskan napasnya kasar.
"Lo ga inget Mommy Lo ngomng apa?" Ucap Seulgi mengingatkan Lisa agar mengikuti eskul dance hanya tiga puluh menit saja dan tidak boleh lebih. Bahkan Jennie sendiri yang langsung meminta pihak eskul agar membatasi waktu latihan Lisa.
"Ck, tapi gue belum puas"
Seulgi menggeleng. "Belum puas apanya sih, waktu Lo udah abis. Lo siap-siap sana, Pasti Mommy Lo udah nunggu di luar" Jelas Seulgi memberitahu.
"Lo bandel banget sih" seulgi terpaksa menyeret Lisa ke ruang ganti baju agar Lisa segera bersiap-siap.
"Lo ga ikut pulang?" Tanya Lisa saat mereka sampai di ruang ganti baju. Dia malah melihat Seulgi yang membereskan barang-barangnya dimasukan ke tas.
Seulgi menggeleng. "Gue masih ada latihan lagi, Lo pulang duluan aja"
Lisa menggeleng tak percaya. "Kok gitu, Lo-"
"Ck! Jangan bawel deh sana pulang-pulang"
Akhirnya Lisa pun keluar dari ruang dance atas seretan dari Seulgi. Lisa hanya bisa mendesah pasrah lalu pergi ke parkiran dimana Mommynya sudah menunggunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Light
Teen Fiction"Pelan-pelan de" "Sus mana Mom?" Jennie menuntun anaknya untuk duduk bareng bersama suami juga putri sulungnya. "Mommy sus mana~" rengek Lisa yang tadi dihiraukan Jennie. "Sus resign de, katanya gamau lagi ngurusin bayi gedenya"
