"Mommy mau kakak" Pinta Lisa.
"Kakaknya lagi sekolah de, nanti ya kalau sudah pulang kakak pasti kesini" Ucap Jennie memberi pengertian.
"Maunya sekarang Mommy~" Rengek lisa yang sebentar lagi akan menangis dan tentu membuat Jennie khawatir.
"Nonton aja mau? Film kesukaan Ade sekarang lagi tayang loh mau ya?" Tawar Jennie mengalihkan perhatian.
Jennie mengambil remot TV dan akan menyalakannya. Namun lisa tetap menggeleng dirinya ingin sekali bertemu sang kakak karena dirinya sangat merindukan kakaknya.
"Engga! mau kakak! Mau kakak!" Berontak lisa yang hampir melepaskan infusnya namun segera ditahan Jennie.
"Dek shuut kok teriak-teriak" Kaget Jennie menenangkan putrinya.
"Kakaknya mana Mommy? Ade mau kakak~"
Jennie menghela nafas pasrah, sebetulnya ia tak mau menganggu si sulung yang tengah ada kuis di kelasnya namun karena lisa yang terus merengek bahkan mengamuk seperti ini terpaksa dia menyuruh Rose segera ke rumah sakit.
"Iya Mommy suruh kakak kesini sekarang, jangan Kaya gini janji?"
Lisa mengangguk antusias. Jennie pun mengambil ponselnya untuk menghubungi wali kelas Rose.
Benar saja, tak lama kemudian Rose datang namun dengan wajah tak bersahabat. Melempar asal ranselnya ke sofa.
Jennie bangkit untuk menyambut sang anak belum sempat menyentuh lengannya Rose sudah menepis lengan Jennie.
"Kak maaf-"
"Mommy kenapa nyuruh-nyuruh aku pulang sih! Aku ada kuis! Kan aku udah bilang! Kalau aku ga ikut kuis nilai aku bakal turun!"
Jennie merasa bersalah, kalau bukan putri bungsunya yang memaksa dia tidak akan mengangguk putrinya sulungnya.
"Maaf kak, adiknya mau sama kakak katanya. Tadi nangis-nangis minta ketemu kamu" Jelas Jennie dengan nada lembut.
Lisa menatap kakaknya sambil berkaca-kaca.
"Kakak~" Panggilnya.
Rose melirik sebentar namun dia mendengus dan memilih duduk di sofa yang tak jauh dari brankar Lisa. Dia marah sekarang.
"Kakak marah ya?" Tanya Lisa.
Rose hanya diam. Ia malas meladeni adiknya. Jangan lupa dia masih mendiami sang adik selama dua hari setelah sang adik sadar.
"Kak-"
"Berisik! Saya kesini gara-gara kamu!"
"Kak jangan Kaya gitu" Tegur Jennie.
Jennie bingung sekarang, Rose terlihat sangat marah sekarang.
"Maunya apa sih apa-apa harus diturutin! Ga mikir apa nilai aku bakal turun gara-gara dia!" Marah Rose masih terlihat sangat kesal.
Sementara Lisa sedari tadi hanya terdiam mendengar kakaknya marah-marah.
"Kaka cukup udah ya"
"Adiknya kangen kakak loh, dari kemarin kan kakak belum kesini. Ade mau ketemu kakak katanya" Ungkap Jennie memberi penjelasan.
"Ya terus kenapa? Aku males kesini, Capek! "
Mendengar itu Lisa menjadi merasa bersalah. Matanya sudah berair yang sudah siap tumpah kapanpun.
"Kalau kepaksa kakak balik lagi aja" Ucap Lisa dengan lirihannya.
"Ya telat bego! lu mau gue balik lagi kuisnya udah selesai!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Light
Teen Fiction"Pelan-pelan de" "Sus mana Mom?" Jennie menuntun anaknya untuk duduk bareng bersama suami juga putri sulungnya. "Mommy sus mana~" rengek Lisa yang tadi dihiraukan Jennie. "Sus resign de, katanya gamau lagi ngurusin bayi gedenya"
