"Pelan-pelan de"
"Sus mana Mom?"
Jennie menuntun anaknya untuk duduk bareng bersama suami juga putri sulungnya.
"Mommy sus mana~" rengek Lisa yang tadi dihiraukan Jennie.
"Sus resign de, katanya gamau lagi ngurusin bayi gedenya"
Menjelang pagi Lisa merasa mual sekali sehingga ia buru-buru pergi untuk ke kamar mandi. Satu tangannya mencengkram wastafel sementara satu tangannya mengenggam rambutnya yang terurai.
"Huekk"
Dia memuntahkan seluruh isi perutnya. Air matanya bercucuran ketika rasa sakit di kepalanya begitu sangat menusuk.
"Huekk"
"De" Kai dengan rasa paniknya berlari menghampiri Lisa.
Menyadari adanya Kai seketika lisa langsung melemas karena tenaganya seperti sudah terserap habis. beruntung Kai langsung menangkapnya.
"Kamu kenapa sayang?" Cemas Kai menyalakan kran air sambil membersihkan sisa muntahan anaknya.
Dapat Kai lihat wajah anaknya sangat pucat. Dengan cepat Kai menyelesaikan pekerjaannya lalu tanpa pikir panjang dia menggendong anaknya untuk membaringkannya di kasur.
Jennie yang masih terlelap mulai terusik karena pergerakan dari kasurnya. Ia melenguh dengan Matanya mengerjap-ngerjap melihat Kai seperti sangat khawatir.
"Kenapa sayang?" Jennie belum menyadarinya. Karna Lisa di baringkan disisinya ia kembali membawa Lisa kedalam pelukannya.
"Bobo lagi de" tunggu, Jennie meraba-raba tubuh Lisa yang begitu dingin lantas ia membuka matanya sempurna lalu menunduk melihat wajah Lisa.
"Badan kamu dingin banget" ucap Jennie Segera mendudukkan dirinya agar lebih leluasa melihat Lisa.
"Yeobo, tadi Ade muntah-muntah di kamar mandi" beritahu Kai membuat Jennie terkejut. Jennie kembali menatap Lisa dengan rasa cemas.
Lisa memejamkan matanya membuat Jennie dan Kai mengira anaknya pingsan.
"Ade!" Pekik Jennie dan Kai.
Segera Lisa membuka matanya lagi. "Wae?" Tanyanya dengan lirih.
Jennie menghembuskan napasnya lega. Ia kira Lisa pingsan. Ia pun menggenggam satu tangan Lisa untuk dikecupnya dengan Lamat seolah memberikan kekuatan.
"Bilang sama Mommy, apa yang Ade rasain sekarang hm?" Tanya Jennie menatap lekat wajah pucat anaknya.
"Aku gapapa Mom" jawabnya dengan suara seraknya.
"Kita kerumah sakit ya" pinta Kai.
Lisa menggeleng sambil kembali mengambil tangan lembut Mommynya.
"Tapi kamu harus diperiksa sayang Mommy takut..." Camas Jennie.
"Mom~" Lisa menyentuh lembut wajah Mommynya yang memasang wajah khawatir. Jennie hanya terdiam saat tangan dingin menyentuh wajahnya.
"Iya sayang" balas Jennie dengan kekhawatiran.
"Saranghae~" sentuhan itu lepas seketika saat sang pemilik benar-benar menutup matanya dengan rapat.
Jennie histeris memanggil-manggil nama anaknya.
"Bangun sayang~" panggil Jennie menepuk-nepuk pipi Lisa agar tersadar.
Segera Kai mengambil alih Lisa lalu menggendongnya.
"Kita kerumah sakit sekarang!" Pekik Kai.
Jennie mengangguk dengan air mata yang sudah luruh. Tak peduli dengan pakaian mereka pakai yang terpenting adalah keselamatan Lisa.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.