Pagi ini adalah hari pertama Lisa masuk sekolah setelah lebih dari satu minggu izin karena istirahat dirumah. Sejak tadi, ia terus tersenyum. Ia begitu senang karena bisa kembali bersekolah. Apa lagi, saat ini ia sedang berjalan bersama kedua orang tuanya menuju gerbang dalam sekolah setelah mengantar kakanya.
Meski ia merasa aneh dengan perubahan orang tuanya itu yang belakangan ini sering mendampinginya setiap saat, namun ia tetap merasa senang.
"Lisa!"
Lisa menoleh. Dilihatnya Seulgi yg berlari mendekatinya. Langkahnya pun terhenti.
"Akhirnya kamu sekolah juga" ucap Seulgi bernapas lega. Pasalnya lebih dari dua minggu ia istirahat sendiri karena Lisa yg biasa istirahat dengaannya tidak masuk sekolah.
Lisa tersenyum. Lalu ia menatap bingung kedua orang tuanya yg masih berdiri di sebelahnya.
"Daddy sama Mommy ga kerja?"
"Eoh~ Daddy mau berangkat sekarang." Ucap Kai mencium kening istri dan anaknya lalu segera pergi menuju parkiran.
Setelah kepergian Daddynya, Lisa beralih menatap Mommynya
"Kenapa?"
"Mommy kenapa masih disini?" Tanya Lisa.
"Hari ini Mommy bakal nungguin kamu" ucap Jennie tersenyum.
Lisa membelalakan matanya terkejut lalu segera menggeleng.
"Gausah Mom, Mommy gausah nungguin aku" tolak Lisa yang paham dengan ucapan Jennie.
"Jadi Mommy ga boleh nemenin Ade?" Tanya Jennie dengan raut sedihnya.
"Bukan begitu" Lisa kelabakan saat mendengar suara sedih Mommynya.
"Ade kan sekolah, belajar dikelas. Terus Mommy mau nunggu dimana? emng ga ada kerjaan?"
Jennie mengangguk. "Mommy udah ambil cuti sama Aunty kok, kamu tenang aja"
"Tapi Mom— Ade udah gede, bukan anak TK lagi" cicit Lisa yang hanya di dengar Jennie karena dia malu mengatakan hal itu di depan Seulgi.
"Kata siapa Ade udah gede? Ade masih kecil, Ade masih sakit Ade harus di pantau—"
"Mom please~" lirih Lisa dengan nada memohon. Sungguh ia tidak menyangka akan seperti ini. Ia kira ia dipantau disaat ia dirumah saja tetapi ini tidak.
Jennie tetap menggeleng. "Mommy tetap mau nemenin kamu de, Mommy harus tau kegiatan kamu" kekeh Jennie.
Lisa dibuat prustasi saat mendengar itu. Tiba-tiba suara bel masuk berbunyi.
"Lis ayo" ajak Seulgi.
Lisa menoleh pada seulgi sebentar lalu kembali menatap Mommynya.
"Istirahat Mommy bakal tunggu Ade di kantin, Mommy udah siapin bekal buat Ade sama kakak. Nanti kita bertemu disana oke"
"Mom—"
"Ga ada tapi-tapian. Dah sana masuk sekarang de"
Akhirnya dengan rasa kesal Lisa pun pergi bersama Seulgi untuk ke kelas. Jennie memantau Lisa masuk ke dalam kelas setelah itu ia terkekeh lalu pergi dari sana.
***
Waktu tak terasa sudah jam istirahat, Rosé yang memang sudah di hubungi oleh Mommynya agar ke kantin sekolah adiknya pun menurut. Bahkan ia menjadi sorotan karena memakai pakaian SMA sendiri diantara adik-adik anak SMP.
Rosé celingak-celinguk mencari sang Mommy, saat mendapatkan Jennie yang tengah melambai padanya ia pun segera menghampiri Mommynya.
"Mom"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Light
Teen Fiction"Pelan-pelan de" "Sus mana Mom?" Jennie menuntun anaknya untuk duduk bareng bersama suami juga putri sulungnya. "Mommy sus mana~" rengek Lisa yang tadi dihiraukan Jennie. "Sus resign de, katanya gamau lagi ngurusin bayi gedenya"
