Pagi hari...
"Loh udah bangun" Jennie bangkit kemudian menghampiri brankar Lisa.
Pasalnya Jennie, Kai dan Rosé tengah sarapan bersama, namun karna Jennie tidak sengaja melihat Lisa yang sudah bangun dia pun menghentikan makannya.
Cuph
"Selamat pagi Ade"
Jennie membantu Lisa duduk atas keinginannya lalu Ia merapikan rambut Lisa yang sedikit berantakan
"Mom"
"Kenapa sayangku?"
Lisa menarik Jennie untuk mendekatinya untuk di peluk. Lisa membenamkan wajahnya di cekuk leher Jennie lalu menduselnya. Fyi Oksigen yang di pakai Lisa sudah di lepas saat malam tadi karena Lisa merengek ingin dilepas.
Tangan kiri Jennie tergerak mengusap lembut punggung Lisa guna menenangkannya.
"Shh sakit de" ringis Jennie saat Lisa tiba-tiba mengigit lehernya.
"Kenapa sih ini hm?" Gemas Jennie saat berhasil melepaskan Lisa untuk tidak mengigitnya lagi.
"Laper de?"
Lisa menggeleng sambil mengerucutkan bibirnya.
"Dad aku mau itu"
"Pake saus ga?"
"Dikit aja boleh deh"
Lisa menoleh saat mendengar obrolan kakak dan Daddynya yang sedang sarapan.
"Terus mau apa sayang?" Heran Jennie kepada kelakuan aneh Lisa.
"Daddy~" panggil Lisa dengan rengekan.
Kai yang merasa terpanggil segera menghampiri brankar.
"Kenapa ini?" Tanya Kai yang melihat wajah masam Jennie.
"Aneh banget anak kamu, bangun tidur tiba-tiba gigit leher aku ditanya mau apa malah cemberut gitu" jelas Jennie yang kebingungan dengan Lisa sendiri.
Kai beralih duduk di samping anaknya lalu mengusap pelan kening Lisa dengan lembut.
"Kenapa hm?" Tanya Kai dengan nada lembut.
"Gendong~" pinta Lisa mengulurkan tangannya.
"Engga - engga, jaitan operasinya masih basah kamu jangan banyak gerak dulu" larang Jennie langsung setelah mendengar permintaan Lisa.
"Gendong Daddy~" mohon Lisa lagi.
Kai kebingungan sekarang antara menuruti sang anak atau mendengar larangan istrinya.
"Sekali kamu turutin anaknya, aku bakal marah" ancam Jennie.
Skakmat.
Kai akhirnya mengalah. Ia kembali mendekatan drinya untuk mengecup dahi Lisa.
"Maafin Daddy ya, Mommy kamu bener de"
Lisa tambah merajuk. Ia mengusap kasar bekas ciuman Daddynya lalu memilih membaringkan kembali tubuhnya. Kali ini ia memposisikan tubuhnya untuk membelakangi kedua orangtuanya.
Jennie dan Kai saling pandang. Jennie yang sudah lelah kembali menghela napas pasrah. Kembali mengingat saat tengah malam tadi Lisa merengek ingin oksigennya di lepas hingga ia memarahinya walaupun akhirnya ia juga yang terpaksa mengiyakan keinginan anaknya itu. Dan sekarang kejadian lagi.
"Kamu aja lah yang bujuk, aku cape~" ucap Jennie menyerah memilih pergi duduk dengan putri sulungnya yang sedang sarapan dan memantau sang suami yang kini harus membujuk di bungsu agar tidak merajuk lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Light
Teen Fiction"Pelan-pelan de" "Sus mana Mom?" Jennie menuntun anaknya untuk duduk bareng bersama suami juga putri sulungnya. "Mommy sus mana~" rengek Lisa yang tadi dihiraukan Jennie. "Sus resign de, katanya gamau lagi ngurusin bayi gedenya"
