46

1.4K 249 14
                                        

"Kakak jangan tanya-tanya itu dulu sama ade" Lerai Jennie saat Lisa meminta bantuan.

Rose menghela nafas kemudian mengangguk, kali ini dia tidak akan memaksa sang adik untuk mengatakan yang sebenarnya.

"Kakak minta maaf heum" Ucapnya pada sang adik.

Lisa pun mengangguk. "Maafin ade juga Kak"

"Siang ini adek mau diperiksa lagi ya, kalau sudah membaik kata dokter adek udah boleh pulang" Ucap Jennie menjelaskan.

"Nanti disuntik?" Tanya Lisa takut.

Jennie tersenyum tipis. Mendekat pada anak bungsunya yang bersama Rose. Mengelus lembut wajah sang anak.

"Ade takut banget disuntik ya?"

Lisa mengangguk dengan wajah sedihnya. "Takut Mommy~ sakit~"

"Gausah takut heum, kan ada Mommy. Disuntik tuh ga sakit loh asal adek jangan berontak Kaya kemarin-kemarin"

Benar kata Jennie karena beberapa hari kemarin saat Lisa disuntik anak itu memberontak hingga membuat bekas suntikan membengkak.

"Engga mau Mommy~" Lisa merengek tetap tidak mau disuntik.

"Shuut~ belum disuntik loh kok udah nangis" Jennie mendekap anaknya untuk dipeluk.

Tak lama seseorang membuka pintu. Terlihatlah Kai yang baru saja membeli sarapan dikantin dengan menenteng beberapa kotak makan untuk istri dan anaknya.

"Loh ada apa nih pada kumpul" Seru Kai tiba-tiba karna melihat istri dan sulungnya tengah bersama Lisa. Sebelum mendakti brangkat ia menaruh dulu sarapan yang dibelinya tadi di meja.

Kai seolah melupakan sejenak kalau dia sedang kecewa dengan sang istri perihal kemarin.

"Mau ikutan juga dong"

"Eh Daddy kasurnya sempit!" Tegur Rose menahan Daddynya yang akan ikut bergabung. Namun kau sepertinya tak peduli karena dia ingin memeluk putri bungsunya juga.

"Gantian gih, biar aku yang peluk ade kamu makan dulu. Kak kamu makan juga ya" Titah Kai pada Jennie dan Rose.

Jennie pun mengangguk dan langsung bangun. Rose yang mendengar Daddynya yang mau memeluk Lisa segera menggantikan posisi Mommy nya lalu langsung memeluk sang adek.

"kak! Kan giliran Daddy" Ucap Kai karna memang dirinya ingin ermanjaan lagi dengan si bungsu.

Rose menggeleng. "Gamau! kakak mau peluk adek gemesh soalnya cup cup" Rose membawa sang adik kedalam pelukannya sambil terus mengecup gemash pipi Lisa.

"Haishh~" Lesu Kai yang hanya bisa pasrah.

Jennie yang melihat itu sedikit tersenyum. "Kak sini temenin Mommy"

Rose menoleh, mendengus kasar kalau sudah Mommy nya yang menyuruh. Lagipula ia bisa berduaan dengan Mommynya. Ia pun mendekati Jennie lalu duduk disamping sang sang Mommy.

"Daddy~" Lisa mendusel-duselkan kepalanya pada dada bidang Kai.

"Kenapa sayang?"

***

Malam pun tiba, Lisa terlihat kebingungan saat merasakan brankarnya di seret keluar ketika ia tertidur.

"Mommy~" Lirihnya berbisik sambil mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan.

"Mommy disini de, udah bangun heum?" Terlihat Jennie memberikan senyuman hangatnya pada sang anak.

Lisa tak peduli yang pasti ia ingin meminta penjelasan pada Mommy nya kenapa dirinya dibawa keluar oleh para suster dan Jennie disampingngnya.

My Little LightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang