40

1.7K 240 17
                                        

"Chaeng-ah, suaramu bagus sekali"

Rosé membungkukan badanya sembilan puluh derajat guna berterimakasih kepada saemnya yang memuji dirinya.

"Gomawo Saem" ucap Rosé.

"sepertinya sudah cukup latihan kali ini" Saem itu pergi dari ruang latihan hingga meninggalkan Rosé sendirian disana.

"Waktunya pulang" gumam Rosé sumringah dan segera mengemasi barang-barangnya.

Setelah selesai Rosé segera pergi ke parkiran yang menghubungkan sekolah dirinya juga adiknya karna ia ingin menjemput adiknya terlebih dahulu.

"Ade" panggil Rosé begitu melihat Lisa yang sedang menunggunya di sebrang.

"Tunggu disana, kakak yang kesana" disebrang sana, Lisa terlihat mengangguk saja menunggu sang kakak menyebrang.

"Loh kok ganti seragam, seragam Ade yang tadi pagi kemana?" Tanya Rosé begitu dirinya di hadapan Lisa dan melihat adiknya tidak memakai seragam ketika pagi.

"Kotor kak, tadi Ade minumnya tumpah dan kena seragam Ade" Jawab Lisa.

Rose memincingkan matanya tidak percaya.

"Beneran? Bukan karena yang lain kan?" Tanya Rose sekali lagi. Pasalnya dia sudah mendengar cerita dari Mommy nya kalau adiknya dicurangi saat main basket.

Lisa berusaha memasang wajahnya baik-baik saja agar kakaknya tidak curiga.

"Yaudah kalau ga percaya" Balas lisa meninggalkan kakaknya.

"Ish tunggu dek" Panggil Rose mengejar adiknya.

"Kalau Si SinB lakuin jahat ke ade lagi, kasih tau kakak biar kakak kasih pelajaran ke dia" Ucap Rose memberitahu.

Dua hari lalu Jennie sudah menegur SinB atas perlakuan kasarnya kepada anaknya. Jennie bahkan mengancam jika SinB kembali berbuat kasar ia tidak akan segan-segan membawa kasusnya kepda pengadilan. Tidak peduli dengan SinB yang masih dibawah umur.

Lisa mengangguk. "Iya kak" Ucap lisa sambil melihat toserba di depannya.

Rosé melirik jam ditangannya. "Ini Mommy kemana sih, kok belum dateng" heran Rosé tidak biasanya Mommynya telat.

"Mommy telpon kamu ga de?"

Lisa mengecek Ponselnya lalu menggeleng.

"Masa iya Mommy lupa" gumam Rosé setelah melihat ponselnya juga dan tidak ada panggilan.

"Kak bawa uang ga? Mau jajan~" Pinta lisa sambil menujuk toserba di depannya.

Rose menggeleng "Mau jajan apa dek? , kamu jangan jajan yang aneh-aneh dulu kata Mommy" Tolak Rose mentah-mentah.

Lisa cemberut kalau dirinya bawa uang ia tak perlu meminta lagi pada kakaknya.

"Apa aja kak. Janji ga yang aneh-aneh"

Rose mendelik "bohong"

"Engga~ beneran sekali aja pwisss~ sambil nunggu jemputan"

Rose tak mampu menahan kegemasanya, kalau sudah begini ia tak bisa menolak. Mau tak mau ia mengiyakan kemauan adiknya.

"Mau beli apa dek?" Tanya Rose setelah mereka di dalam toserba.

"Ice cream boleh?"

"No" Tolak Rose dengan tegas.

Lisa akhirnya mengangguk pasrah. Dia berjalan ke arah rak lain.

Sambil menunggu sang adik mengambil apa yang lisa mau selain ice cream, Rose kembali membuka ponselnya untuk menghubungi Mommy nya yang katanya ingin menjemput.

My Little LightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang