44

2.2K 260 43
                                        

"Sayang ini Mommy ayo buka matanya heum"

Jennie menatap khawatir putrinya yang sedari tadi mengeluarkan air matanya namun masih menutup mata.

"Apa yang sakit nak bilang sama Daddy" kai ikut mengelus pipi lisa agar dirinya membuka mata.

"Jangan bikin Mommy khawatir de, bilang sama Mommy apa yang sakit, Oppa ini gimana hiks ~" Jennie takut anaknya kenapa-kenapa, sedari tadi dia berada disisi putrinya namun putrinya enggan membuka matanya. Ia meminta bantuan suaminya.

"Aku akan panggil dokter" Kai bergegas keluar untuk memanggil dokter.

Benar saja, tak lama dokter datang dengan Kai di belakangnya. Bahkan Jennie ikut mundur begitu dokter akan memeriksa putrinya.

"Shuut~ udah sayang ade bakal baik-baik aja" Ucap Kai mencoba menenangkan sang istri. Dia membawa istrinya kedalam pelukannya.

"Kenapa ade nangis hiks pasti dia kesakitan hiks" Ucap Jennie tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Tak lama kemudian Dokter selesai memeriksa lisa.

"Dokter bagaimana keadaan anak saya dok!" Tanya Kai harap cemas.

"Anak saya baik-baik saja kan?" Cerca Jennie sangat khawatir.

Dokter itu tersenyum tipis memahami kepanikan kedua orang di depannya.

"Bapak ibu tenang saja, anaknya sebentar lagi akan sadar. Dan sepertinya anak kalian tadi bermimpi buruk, terimakasih saya permisi" Ucap dokter itu kemudian melenggang pergi keluar dari ruangan lisa.

Samar-samar Lisa bisa mendengar suara kegaduhan kedua orang tuanya perlahan ia membuka matanya. Ketika sepenuhnya terbuka matanya mengeryit karena silau.

Jennie yang pertama menyadari itu segera mendekatkan dirinya ke ranjang. Kepalanya menunduk untuk lebih dekat lagi dengan sang anak.

"Sayang hey ini Mommy~" Bisik Jennie tepat ditelinga sang anak.

Lisa melenguh, tangannya bergerak untuk melepaskan Nasal kasual yang menutupi hidungnya.

"No, ade masi butuh ini" Tahan Jennie segera menjauhkan tangan Lisa menjauh dari wajahnya.

"H-haus" Lirih Lisa pelan.

"Daddy ade haus, tolong ambilin dad"

Tanpa di suruh Kai sigap mengambil kan air yang berada di meja dekatnya lalu memberikannya pada Jennie.

"Biar aku bantu" Kai memberikan gelasnya pada Jennie dan dia dengan sigap membantu sang anak duduk sejenak untuk minum.

"Aigoo ade pasti lemes banget heum~" Ujar Kai terkekeh saat merasakan tubuh Lisa benar-benar tidak bertenaga.

Setelah itu Jennie mulai mendekatkan gelasnya ke mulut lisa.

"Pelan-pelan sayang" Ucap Jennie dengan lembut.

Setelah selesai Lisa melihat kedua orangtuanya. Mata sembab seperti habis menangis. Ia pun merasa bersalah.

"M-maaf, kalian pasti repot gara-gara ade" Sedih Lisa menundukkan kepalanya.

Jennie dan Kai saling tatap kemudian segera menggeleng. Hal itu membuat Kai terutama Jennie ikut merasa sedih.

"Hey, ade kok ngomong kaya gitu? Daddy Sama Mommy ga merasa direpotkan loh" Ucap Kai memberi penjelasan.

"K-kalian pasti ninggalin kerjaan gara-gara ade....A-ade minta maaf~" Lirih Lisa Memaskan untuk berbicara.

Jennie segera merengkuh tubuh Lisa yang masih lemas itu. Bahunya bergetar karena sudah tidak tahan.

My Little LightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang