Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang di rumah sakit saat Sakura mengangkat tangan dan menatap arlojinya. Gadis itu menutup laptopnya, kemudian berdiri dari kursi kerja dan melepas jas dokternya. Meregangkan tubuh sejenak, tampaknya hari ini terasa cukup melelahkan baginya.
"Sakura-san, kita makan siang?"
Sakura menoleh saat Sumire muncul di pintu seperti biasa. "Apa Gaara tidak ada di tempat?"
"Beliau sedang ada urusan bersama Tuan Jiraya.." Jawab Sumire.
"Ah, begitu. Baiklah, kau duluan saja Sumire, aku mau ke minimarket sebrang jalan dulu." Ucap Sakura.
"Sakura-san, apa mau aku temani?" Tanya Sumire.
Sakura berjalan menghampiri pintu sambil tersenyum, "Tidak perlu, aku hanya ingin membeli pembalut saja.."
"Pembalut? Kurasa aku masih menyimpan satu di dalam tasku. Sakura-san bisa menggunakannya dulu jika mau, bagaimana?" Tanya Sumire.
Sakura menggeleng, "Terima kasih Sumire, aku berencana membeli untuk persediaanku sekalian. Aku tidak akan lama, kau duluan saja, OK?"
Sumire pun tersenyum dan mengangguk, "Baiklah, sampai nanti.."
Sakura pun pergi menuju lift dan turun ke bawah, gadis itu tampak menawan dalam balutan kaos turtle neck hijau muda yang dimasukkan ke dalam rok berwarna krem sebatas lutut. Seperti biasa, ia bertegur sapa dengan para rekan dengan ramah.
"Selamat siang Haruno-san, anda ingin keluar?" Tanya salah satu security yang berjaga di pintu lobby.
"Iya, aku mau ke minimarket sebentar Kisame-san.." Jawab Sakura.
"Baiklah, hati-hati dijalan Haruno-san.."
.
Sementara itu, Sasuke sedang fokus menyetir mobilnya di jalan. Disampingnya tampak Shizuka duduk sambil mengoceh panjang lebar pada kekasihnya yang hanya diam memandang ke depan sejak tadi.
"Sasuke-kun, kau sama sekali tidak mendengarkanku dari tadi??" Suara Shizuka mulai meninggi. Tampaknya gadis itu sedang kesal.
"Jika kau hanya ingin membahas soal Sakura, aku tidak akan menjawab apapun." Sahut Sasuke tegas.
"Lihat? Bahkan kau malah berusaha menutupinya, aku jadi semakin curiga pada kalian..." Ucap Shizuka sambil bersedekap, gadis itu kemudian membuang tatapannya ke arah jalanan.
"Berhenti bicara yang tidak-tidak." Jawab Sasuke, namun setelah mengatakan itu perhatian Sasuke tertuju pada sesuatu di depan.
Tampak kerumunan di tengah jalan menutupi jalur yang hendak Sasuke lewati. Merasa penasaran, pria itu pun menepikan mobilnya.
"Ada apa? Apa yang terjadi di sana?" Tanya Shizuka yang juga tampak penasaran.
"Tunggu di sini, aku akan melihat kesana." Sasuke melepas sabuk pengamannya lalu turun dari mobil.
Pria itu sempat mendongak ke atas, memperhatikan gedung yang merupakan rumah sakit tempat Sakura bekerja. Kemudian Sasuke kembali melangkah, dan mencoba mencari tau ada kejadian apa. Namun kerumunan orang yang begitu ramai membuatnya sulit untuk mengetahui apa yang terjadi disana.
"Permisi, apa baru saja terjadi kecelakaan?" Sasuke bertanya pada seorang pria yang sepertinya seorang polisi lalu lintas.
"Benar tuan, ada seorang gadis yang baru saja tertabrak mobil saat hendak menyebrang." Jawab polisi itu.
Sasuke pun penasaran, ia segera bergegas menembus kerumunan. Hingga akhirnya ia melihat seorang gadis yang duduk di atas trotoar.
"SAKURA?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Missing Piece
FanfictionBagi Sakura masa lalu memang tak mudah dilupakan, kenyataan bahwa Sasuke adalah idola bagi masa kecilnya tak akan pernah berubah. Namun saat dewasa, segalnya mungkin telah berubah. Banyak hal yang telah terjadi terlebih saat jarak memisahkan keduany...
